The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 193 — Laut Api dan Laut Es



Lian Haocun, Lian Huanran, Qian Wenwu beserta dengan anggota-anggota sekte di tempat itu, memasuki pusaran sesuai barisan yang disusun oleh para tetua. Sesuai tingkatan sekte, Sekte Tingkat Atas dululah yang memasuki realm ’Kerajaan Kuno Midgard’, baru Sekte Tingkat Menengah lalu Sekte Tingkat Bawah. Sekte Serigala Giok berada di urutan kedua untuk memasuki realm setelah Sekte Surgawi.


Sebelum memasuki realm ‘Kerajaan Kuno Midgard’, Ruan memberikan kalung permata biru azure kepada setiap murid Sekte Serigala Giok. Lian Haocun, Lian Huanran dan Qian Wenwu juga mendapatkan permata biru azure yang tampak indah itu. Permata itu digunakan untuk menyelamatkan diri mereka di saat genting, jika ingin menggunakannya, murid Sekte Serigala Giok hanya perlu menghancurkan permata biru yang indah itu.


Sebelum memasuki realm, Lian Haocun juga melihat Kong Jun dan Du Dishi yang sebelumnya berkonflik dengannya di Konferensi Daffodil. Kong Jun dan Du Dishi tampak bertumbuh banyak dalam waktu sembilan tahun, mereka menjadi lebih tinggi, berwibawa, dan tentunya menjadi lebih kuat. Meski, belum tentu kepribadian mereka banyak berubah setelah Konferensi Daffodil.


Setelah beberapa giliran, akhirnya tiba giliran Lian Haocun untuk memasuki realm. Dengan langkah tanpa ragu, Lian Haocun memasuki pusaran yang tampak tak berujung itu.


Pemandangan hutan Daxing, disertai beberapa kelompok orang-orang yang agak asing bagi Lian Haocun, digantikan menjadi laut api yang tampak sangat menyeramkan. Bukan hanya itu, suhu di sekitar Lian Haocun naik drastis, untungnya sebagai pengguna elemen api, suhu yang sangat panas tidak akan bisa mempengaruhi Lian Haocun.


Dalam sekali pandang, Lian Haocun langsung mengetahui kalau ia berada di Laut Api, area luar dari realm ‘Kerajaan Kuno Midgard’. Berdasarkan peta yang diberikan oleh Chao Bence, Lian Haocun mendapatkan informasi kalau realm ‘Kerajaan Kuno Midgard’ terbagi menjadi lima area, area luar, area tengah ke luar, area tengah ke dalam, area dalam dan terakhir area kastil inti.


Untuk memasuki area selanjutnya, Lian Haocun perlu menemukan pintu yang menuju area selanjutnya. Begitu pula dengan semua orang yang berhasil memasuki realm ini, mereka perlu menemukan pintu tersebut untuk memasuki area selanjutnya.


Pintu menuju area menengah ke luar tersebar di berbagai tempat di area luar, sehingga Lian Haocun tidak terlalu khawatir jikalau ia bertemu dengan orang-orang yang pernah berkonflik dengannya, kemungkinan itu terjadi cukup kecil dikarenakan area luar sangatlah luas.


Lian Haocun menunggu selama beberapa menit, sebelum memastikan kalau Lian Huanran dan Qian Wenwu tidak diteleportasikan ke tempat yang dekat dengannya. Kemudian, ia memasang transra di pakaiannya yang terletak paling dekat dengan pita suara.


Sebelum berteleportasi ke Hutan Daxing, Lian Haocun memberikan transra ke Qian Wenwu, dan menjelaskan cara penggunaan serta fungsinya, lalu, ia meminta Lian Huanran dan Qian Wenwu untuk menggunakannya saat sudah memasuki realm untuk berkomunikasi.


Lian Haocun mengaktifkan transra dan langsung mendengar suara Lian Huanran yang menyapa terus-menerus. Lian Haocun tidak menjawab sapaan Lian Huanran yang digunakan untuk mengetes apakah ada yang mendengarnya, tetapi langsung membuka mulutnya untuk bertanya, “Di mana kau berada sekarang?”


Lian Huanran langsung menjawab, “Laut Es, tapi ku tidak yakin lokasi spesifiknya di mana.”


Area luar dibagi menjadi dua, Laut Api dan Laut Es. Laut Api merupakan tempat yang dipenuhi lava, dan sangat panas, dengan beberapa batu mengapung yang digunakan sebagai tempat untuk berpijak. Laut Api berada di ujung selatan realm ‘Kerajaan Kuno Midgard’.


Sementara Laut Es sangat berkebalikan dengan Laut Api, suhu di Laut Es sangat dingin sehingga bisa membuat orang membeku, dan tempat orang-orang di Laut Es yang digunakan berpijak pun sangat licin, sehingga mereka harus berhati-hati untuk tidak tercebur ke dalam air. Apalagi tidak diketahui apa yang berada di dalam air yang bisa membekukan orang itu.


Lian Haocun menganggukan kepalanya karena kebiasaan, sebelum menyadari kalau Lian Huanran tidak berada di sampingnya, sehingga Lian Haocun harus berkata, “Ok, kita akan berkumpul di area selanjutnya. Kau bisa mengetahui di mana pintu menuju area selanjutnya berada, lewat map yang sudah kuberikan kepadamu, meski tidak terlalu akurat, setidaknya lebih baik daripada mencari di seluruh area luar.”


“Iya, ku mengerti. Ngomong-ngomong, apakah Qian Wenwu sudah mengaktifkan transra-nya?” Ucap Lian Huanran dengan nada ceria. Untuk saat ini, ia memutuskan untuk mengesampingkan masalah Bai dan Cheng sehingga tidak mengganggu Lian Huanran saat menjelajahi realm 'Kerajaan Kuno Midgard'.


Tidak lama kemudian, terdengar suara lemah yang terkesan sangat pemalu, “Ku sudah mengaktifkannya, halo...”


“Halo!” Jawab Lian Huanran dengan antusias, lalu ia menanyakan berbagai hal kepada Qian Wenwu. Lian Haocun mendengarkan sambil mengingat topografi di sekitarnya. Kemudian, Lian Haocun mulai berpindah dari satu batu yang mengapung, ke batu lainnya. Pasalnya, meski tubuhnya mampu menahan suhu yang sangat panas, bukan berarti jika kakinya tercebur di lava, kakinya tidak akan terluka.


Sambil melompati batu di ‘laut’ lava yang tampak bisa membakar hangus orang, Lian Haocun juga mendengarkan percakapan antara Lian Huanran dan Qian Wenwu.


Sambil mendengarkan, Lian Haocun menggunakan Qi Spiritualnya untuk merangkap suara dari transra, sehingga tidak terdengar ke luar.


Lian Haocun menjelajahi Laut Api sambil mencoba menentukan lokasi spesifik tempatnya berada, sehingga ia bisa menemukan pintu menuju area selanjutnya lebih cepat. Setelah berpikir sesaat, Lian Haocun memutuskan untuk menemukan perbatasan antara Laut Api dan Laut Es, pasalnya dari sana ia baru bisa menentukan lokasi spesifik tempatnya berada.


Setelah melompat selama kurang lebih tiga puluh menitan, terdengar suara lain selain suara percakapan antara Qian Wenwu dan Lian Huanran. Sayangnya, suara itu tidak bisa menandakan pertanda yang baik juga, karena itu adalah suara pertarungan!


Karena indra penglihatan Lian Haocun yang tajam, Lian Haocun bisa melihat pakaian sekte yang dikenakan kedua orang yang saling bertarung itu. Hingga Lian Haocun bisa mengetahui berdasarkan ingatannya, kedua orang itu adalah orang dari Sekte Surgawi dan Sekte Lembah Darah Biru, yang merupakan sekte tempat Wu Shilin berada!


Meski, entah sekarang Wu Shilin masih berada di Sekte Lembah Darah Biru atau tidak, pasalnya entah bagaimana, Wu Shilin berhasil memasuki Sekte Serigala Giok sebagai murid baru.


Melihat kedua orang yang saling menyerang satu sama lain itu, Lian Haocun tidak terlalu heran. Pasalnya, sedari dulu, Sekte Surgawi dan Sekte Lembah Darah Biru memiliki konflik, yang sepertinya juga menurun ke murid-murid mereka.


Lian Haocun berniat menghindari kedua orang tersebut, dan mencari jalan lain menuju perbatasan. Akan tetapi, tiba-tiba terdapat guncangan yang sangat kuat dari lava yang sedari tadi tampak tenang!


Kemudian sosok raksasa dengan dua tanduk di samping kepalanya menunjukkan dirinya ke permukaan! Sosok itu sangat besar dengan tinggi delapan kali lipat dari Lian Haocun.


Bukan hanya itu, seluruh tubuh raksasa itu dikelilingi oleh lava api yang tidak henti-hentinya mengalir, yang membuat mata Lian Haocun hampir buta karena terlalu terang, karena, raksasa itu berada tepat di hadapan Lian Haocun! Karena itu pula, perhatian dua orang yang sedang sibuk bertarung sebelumnya, langsung diarahkan ke Lian Haocun dan raksasa di hadapannya.


Lian Haocun, “...” Bagaimana bisa ini terjadi?


Sebelum Lian Haocun bisa mengeluh satu katapun di pikirannya, auman dari raksasa itu langsung mengalihkan perhatiannya. Auman itu benar-benar bisa memecahkan gendang telinga seseorang! Untungnya, Lian Haocun langsung menggunakan Qi Spiritualnya untuk menutupi telinganya.


...****************...


Selamat Hari Ibu untuk semua ibu di dunia! Terima kasih berkat kerja keras dan kasih sayang dari kalian, para ibu di dunia, banyak anak-anak yang tumbuh dan berhasil menjadikan dunia ini menjadi lebih baik!


Lalu, saya mohon maaf juga karena kesibukan saya dan kebiasaan buruk saya yang terus menunda-nunda untuk mengetik chapter baru, novel ini menjadi slow update. Mohon maaf...


Jujur meski saya mengatakan akan berusaha untuk berubah, sampai saat ini, belum ada perkembangan yang baik, namun, saya akan mencoba untuk lebih sering update lagi di sela-sela kesibukan saya!


Terima kasih untuk segala dukungan kalian dari like, komen hingga mungkin share ke teman-teman kalian sehingga mereka membaca novel ini, terima kasih banyak! Tanpa kalian novel ini tidak akan mencapai 400K, dan tanpa kalian, novel yang sangat biasa ini, tidak akan menjadi luar biasa.


Meski slow update, kalian tidak perlu khawatir novel ini akan berhenti di tengah jalan dengan ending yang menggantung, karena meski saya terkadang-kadang malas untuk lanjut ketik, saya akan tetap melanjutkan novel ini, sehingga kalian tidak perlu khawatir novel ini berhenti di tengah jalan.


Hanya saja, mungkin novel ini akan slow update karena saya akan lebih fokus untuk hal-hal lain yang bisa menghasilkan uang lebih banyak. Mohon maaf, dan terima kasih atas dukungan kalian semua!