The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 8 — Pegunungan Yama (2)



“Kakak tapi bukannya seharusnya di dalam jalan buntu? Kenapa bisa terdengar raungan?” Tanya Lian Huanran dengan ekspresi cemas dan bingung. “Ilusi.” Lian Haocun menjawab singkat namun Lian Huanran langsung mengerti.


Saat ini, Lian Haocun dan Lian Huanran sedang dalam perjalanan menuju bagian paling dalam gua yang mereka jelajahi tadi siang dengan mengikuti arah sumber suara. Raungan itu terdengar semakin keras dengan interval waktu yang berbeda.


“Di sini.” Kata Lian Haocun yang mengarahkan pandangannya ke tembok gua.


Tidak terlihat apa-pun kecuali tembok batu membuat Lian Huanran terlihat bingung. Saat itu suara raungan terdengar lagi, membuktikan bahwa raungan itu berasal dari balik tembok yang ditunjuk Lian Haocun.


“Bagaimana cara mematahkan Ilusinya?”


Lian Haocun menjawab, “Alirkan Qi Spiritualmu ke area mata.”


Lian Huanran melakukannya dan terlihat pemandangan asli dari ilusi tersebut. Terlihat seekor harimau sedang kesakitan dan mengaum pertanda bahwa ia tidak bisa menahannya rasa sakitnya.


“Dia sedang melahirkan.”


Lian Haocun menjelaskan dengan singkat kepada Lian Huanran yang menunjukkan ekspresi bingung.


“Ya, tapi bagaimana cara kita menuju ke sisi harimau itu?”


Lian Haocun tidak menjawab tapi langsung menuju ke arah ilusi tembok. Ajaibnya tembok tidak menghalanginya sama sekali dan Lian Haocun dengan mudah masuk. Lian Huanran melihat Lian Haocun melewati ilusi dengan mudah terkejut dan kaget,


“Begitu mudah?”


Lalu Lian Huanran mengikuti cara Lian Haocun, ekspresi Lian Huanran sudah kembali normal tetapi masih ada jejak keterkejutan di matanya,


“Kukira untuk melewatinya memerlukan cara yang rumit.”


Lian Haocun menggelengkan kepalanya dan menjelaskan,


“Itu hanya ilusi sederhana untuk menipu penglihatan orang.”


Lian Huanran menatap Lian Haocun dengan kagum, “Pengetahuan Kakak memang sangat luas.”


Lalu dia mengalihkan perhatiannya kepada harimau yang berkulit jingga tetapi memiliki corak-corak kehitaman di kulitnya dan ada sayap berwarna jingga di punggungnya yang juga bercorak hitam.


Entah karena dia lagi melahirkan atau fokus dengan menahan rasa sakitnya hingga tidak bisa memperhatikan Lian Haocun dan Lian Huanran atau karena dia tidak merasa bahwa Lian Haocun dan Lian Huanran datang dengan niat buruk.


“Dia adalah Harimau Kuning Bersayap. Hewan dengan garis keturunan langka. Aku tidak tau pasti tingkatannya, tetapi yang pasti lebih tinggi dari kita. Harimau ini sedang dalam masa melahirkan. Harimau Kuning Bersayap saat melahirkan sangat lemah, tetapi memiliki perlindungan alami.


Satu bulan masa melahirkan anak, setiap malam Harimau Kuning Bersayap betina akan memiliki kontraksi hingga Harimau Kuning Bersayap selesai melahirkan. Seharusnya ada harimau jantan yang menjaga harimau betina saat melahirkan, tetapi sepertinya harimau betina ini tidak memiliki penjaganya.”


Lian Huanran merasa kaget, penasaran, cemas dan takut dimangsa oleh Harimau Kuning Bersayap hingga tubuhnya agak gemetar, tetapi dia juga merasa khawatir dengan Harimau Kuning Bersayap. Bagaimanapun hewan yang langka jarang ditemukan. Bahkan sangat beruntung melihat binatang yang langka sekali saja dalam hidup.


Jadi, Lian Huanran merasa penasaran dengan Harimau Kuning Bersayap dan karena hati Lian Huanran yang masih belum mengetahui kejamnya dunia, dia menghawatirkan Harimau Kuning Bersayap yang bisa dengan mudah membunuhnya.


Lian Haocun berjalan menuju Harimau Kuning Bersayap, meskipun Harimau Kuning Bersayap tidak merasakan niat buruk dia tetap mengaum waspada kepada Lian Haocun yang mencoba mendekatinya.


Lian Haocun menyentuh Harimau Kuning Bersayap dan mulai mengalirkan Qi Spiritual untuk membantu Harimau Kuning Bersayap. Harimau Kuning Bersayap agak terkejut dengan aliran Qi Spiritual, tetapi dia dengan cepat menyerapnya untuk meredakan rasa sakit dari kontraksi.


“Apa yang kau lakukan?” Tegur Lian Haocun yang melihat Lian Huanran masih berdiri saja memandang Harimau Kuning Bersayap.


Lian Huanran dengan cepat mengikuti Lian Haocun dan mengalirkan Qi Spiritual ke Harimau Kuning Bersayap sambil menghibur Harimau Betina yang mungkin saja ditinggalkan oleh Harimau Jantan. Tidak berlalu lama kontraksi berlalu.


“Terima kasih, manusia.” Kata Harimau Kuning Bersayap.


Ucapan itu membuat Lian Huanran terkejut, “Kakak! D-d-ia bisa berbicara!”


Lian Haocun hanya melirik Lian Huanran sebentar lalu berkata dengan datar tanpa rasa gugup pada hewan yang lebih kuat darinya, “Sama-sama. Kuharap Anda tidak menyalahkan kami karena memasuki wilayah Anda tanpa izin.”


“Tidak.”


Suara Harimau Kuning Bersayap itu mengandung kelembutan.


“Saya juga berterima kasih kepada adik kecil yang mencoba menghibur saya.”


Lian Huanran agak terkejut dan kaget, ia langsung menjawab ‘Sama-sama’ dengan gugup.


Lalu Harimau Kuning Bersayap melanjutkan dengan mengatakan pujian kepada Lian Haocun, "Kau juga anak yang sangat menarik dan berpengetahuan cukup luas. Tidak memiliki niat buruk saat melihat saya dalam keadaan lemah."