The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 14 — Pegunungan Yama (8)



Mereka berkultivasi hingga pagi keesokan harinya. Lian Haocun dan Lian Huanran merasa tubuh mereka lebih segar dan lebih ringan daripada sebelumnya.


Suara air terjun yang mengalir terasa sangat menyenangkan sebagai suara latar belakang ditambah udara pagi hari yang segar membuat suasana dan mood Lian Haocun dan Lian Huanran lebih baik dari biasanya.


“Kau lapar?” Lian Haocun bertanya singkat sambil berdiri kepada Lian Huanran yang masih duduk bersila di atas batu.


“Tidak juga.”


Sebenarnya sebagai seorang kultivator di tahap Foundation Building stage tidak makan selama berbulan-bulan bukanlah masalah besar.


“Kalau begitu mari melanjutkan membangkitkan elemenmu.”


Lian Haocun berkata dengan ringan, sementara Lian Huanran mengingat rasa sakit yang dirasakan kemarin merasakan tubuhnya sedikit gemetar, tetapi meski takut kepada rasa sakit Lian Huanran masih mengangguk.


Lian Haocun melakukan hal yang sama seperti kemarin, tetapi dia tidak mencari pintu elemen lagi namun langsung menuju ke pintu elemen yang ditemukannya kemarin. Lian Haocun mengalirkan elemen apinya ke Gerbang Pintu seperti kemarin. Setelah sekitar berjam-jam, Gerbang Pintu terbuka sedikit lebih lebar dibandingkan kemarin.


Lian Huanran merasakan hal yang baru selain rasa sakit, rasanya tubuhnya memiliki sebuah energi baru yang berjumlah sangat sedikit, tetapi Lian Huanran tidak mengerti cara menggunakannya sama sekali jadi dia menyerah memikirkannya.


Lian Haocun menyelesaikan proses membangkitkan elemen untuk hari itu. Wajah Lian Huanran yang pucat memasuki padangan mata Lian Haocun.


“Aku ingin mencari pengalaman.” Kata Lian Haocun singkat setelah melihat wajah Lian Huanran yang pucat kembali normal.


“Aku akan ikut.” Lalu Lian Huanran mengeluarkan senjata panah dari cincin penyimpanannya dan meletakkannya di punggungnya.


Saat itu sudah siang hari, Lian Haocun pergi ke arah selatan Pegunungan Yama diikuti dengan Lian Huanran di belakangnya. Mereka bertemu beberapa binatang ajaib saat perjalanan. Lian Huanran memanah menggunakan teknik gulungan Anak Panah Api Neraka meski kebanyakan tekniknya gagal, tetapi kekuatan serangannya tinggi ketika berhasil.


Sedangkan Lian Haocun menyerang lawan menggunakan teknik pedang dasar dan gerakan pertama gulungan Gerakan Teratai Biru yang melukai lawan dengan fatal. Mempraktikkan teknik dan gerakan membuat pemahaman Lian Haocun meningkat cukup banyak.


Lian Haocun tidak terlalu merasa lelah, rasa bersemangat untuk bertarung di hatinya meningkat seiring pertempuran walaupun ekspresinya tidak berubah sedikit pun tetapi aura di sekitar Lian Haocun yang dingin memiliki sedikit rasa bersemangat yang energik yang tidak cocok dengan aura dinginnya.


Mereka tidak bertemu binatang ajaib dengan tingkat yang tidak bisa diatasi seperti kemarin, tetapi ada banyak binatang ajaib tingkat rendah yang fleksibel dan gesit yang membuat kesulitan meningkat.


Lian Haocun menyarankan, “Kita lebih baik mencari binatang ajaib tingkat 3-5. Kalau tidak, pengalaman bertarung kita tidak akan meningkat banyak.”


Lian Huanran mengingat pertarungan antara Kakaknya dengan Singa,


'Untuk menjadi seorang yang kuat perlu untuk menghadapi situasi berbahaya. Mungkin juga aku bisa membangkitkan elemenku dengan bertarung mempertaruhkan hidup dan mati.'


Lian Huanran merasa itu tidak buruk dan menyetujui saran Lian Haocun, “Iya! Lagi pula Kakak memiliki elemen jadi seharusnya tidak akan ada masalah, tapi di mana kita akan menemukannya? Mencari binatang ajaib tingkat 3-5 tidak mudah. Kita saja hanya bertemu dua binatang ajaib tingkat 3 sedari tadi.”


Meskipun Pegunungan Yama terdiri dari binatang ajaib tingkat 3-5, binatang ajaib yang ditemukan secara umum hanya tingkat 1-2 karena rata-rata binatang ajaib di atas 2 sudah memiliki tempat persembunyian mereka sendiri.


Lian Haocun menanggapi, “Mencari tempat persembunyian mereka.”


Lian Huanran mematung diam mendengar itu, bagaimanapun itu seperti mencari kematian menurutnya.


Bertarung di sarang lawan yang merupakan medan yang paling dikenal oleh pemilik sarang lawan benar-benar terlalu berisiko tinggi. Tapi sebelum Lian Huanran dapat menanggapi, Lian Haocun sudah melanjutkan perjalanannya dengan tujuan mencari tempat persembunyian binatang ajaib. Mau tidak mau Lian Huanran mengikuti Lian Haocun.


Di sepanjang jalan, Lian Huanran mengingatkan Lian Haocun risiko menyerang tempat persembunyian binatang ajaib yang hanya ditanggapi singkat sekali, “Aku tau risiko-nya.”


Selang beberapa menit mereka menemukan tempat yang diduga merupakan sarang binatang ajaib. Tempat itu merupakan gua, pintu masuk gua cukup lebar dengan lengkungan diatasnya tetapi memiliki ketinggian yang rendah.


“Ayo masuk.” Ajak Lian Haocun tanpa rasa takut, Lian Huanran mengikuti Kakaknya masuk ke dalam Gua.