The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 160 — Keputusan Lian Huanran



Sesampainya di asrama, Lian Huanran dan Long Yuan langsung beristirahat dan tertidur lelap. Sementara, Lian Haocun duduk bersila untuk berkultivasi seperti biasanya. Bagaimanapun, saat itu masih jam empat pagi sehingga tidak ada hal lain yang bisa dilakukan oleh Lian Haocun, Lian Huanran dan Long Yuan.


Pagi tiba dengan cepat, Lian Haocun, Lian Huanran, Long Yuan, Yun Shao dan Qian Wenwu bersiap-siap untuk melakukan latihan pagi rutin yang dilakukan semua murid Sekte Serigala Giok. Bai dan Cheng kecil lagi-lagi ditinggalkan berdua bersama makanan yang diberikan Lian Huanran untuk mereka.


Setelah selesai melakukan latihan rutin yang melelahkan, Lian Haocun dan kelompoknya kembali ke asrama dan membersihkan diri mereka dari keringat. Sambil menunggu Yun Shao, Long Yuan dan Qian Wenwu selesai mandi, Lian Haocun mengajak Lian Huanran untuk berbicara di halaman belakang asrama.


Setelah sampai di halaman belakang asrama mereka, Lian Huanran bertanya dengan nada heran, “Apa ada sesuatu yang perlu kita bicarakan sehingga harus ke sini?”


Lian Haocun tidak menanggapi pertanyaan Lian Huanran dan malah balik bertanya, “Apa kau sudah mengambil keputusan?”


Lian Huanran tampak bingung sesaat, “Keputusan apa? Ah..., itu ya...”


Setelah Lian Huanran mengerti, suasana berubah menjadi hening dan sunyi. Ekspresi wajah Lian Huanran juga tampak rumit, pasalnya, kalau bisa, ia tidak ingin berpisah dengan Kakak kembarnya mau pun teman-temannya di asrama, akan tetapi, ia juga ingin bisa fokus mempelajari ilmu-ilmu dasar alkemis.


Hanya dengan melihat ekspresi Lian Huanran, Lian Haocun sudah mengetahui kalau adik kembarnya itu belum bisa mengambil keputusan. Lian Haocun menghela nafas di dalam hati, lalu berkata kepada Lian Huanran, “Kakak menyarankanmu untuk tinggal bersama dengan Tetua Shen, dan fokus untuk mempelajari ilmu dasar alkemis.”


Lian Huanran sudah menduga keputusan Lian Haocun, bagaimanapun, itu memang keputusan terbaik untuk masa depannya.


Lian Huanran, “Tapi, tapi, bagaimana dengan Bai dan Cheng? Siapa yang akan mengurus mereka?”


Dengan ekspresi dan nada yang dingin, Lian Haocun berkata, “Aku yang akan menjaga mereka, jadi, kau tidak perlu khawatir.”


Mendengar perkataan Lian Haocun, Lian Huanran menjadi terharu dan ingin tertawa di saat bersamaan. Pasalnya, ia mengetahui dengan jelas, kalau Lian Haocun akan lebih memilih menyerahkan Bai dan Cheng ke Long Yuan dari pada mengurusnya sendiri.


Pada akhirnya, Lian Huanran tidak bisa menahan tawa dan tertawa terbahak-bahak. Karena hal ini, tanpa sadar, suasana yang agak tegang dan serius tadi, hancur berkeping-keping.


Lian Haocun mengernyitkan keningnya, ia tidak mengerti mengapa adik kembarnya tertawa.


Lian Haocun tidak tau harus bereaksi apa mendengar perkataan adik kembarnya.


“Tapi..., terima kasih Kakak, ku sudah tau keputusan apa yang akan kuambil.” Ujar Lian Huanran sambil tersenyum cerah. Melihat senyum periang Lian Huanran, tanpa sadar, Lian Haocun mengembangkan senyum tipis. Sepertinya, pepatah kalau senyum itu bisa menular, memang benar.


Sayangnya, Lian Huanran tidak melihat senyum tipis Kakak kembarnya itu, karena ia sudah berbalik dan berjalan menuju asrama.


Setelah selesai membersihkan diri, Lian Haocun dan kelompoknya pergi lagi ke paviliun sederhana Shen Nong, tetapi kali ini mereka membawa Bai dan Cheng. Yun Shao dan Qian Wenwu yang masih kelelahan karena latihan berat, memutuskan untuk tetap di asrama, meski sudah diajak oleh Lian Huanran.


Pertemuan itu tidak berlangsung lama, Shen Nong menyerahkan total sekitar seratus ribu pil ajaib yang sudah ia buat selama beberapa tahun belakangan ini, ia juga tidak lupa memberitahu Lian Haocun nama, fungsi dan tingkat kualitas pil ajaib tersebut. Lalu, Shen Nong membawa Lian Huanran untuk memberikan ilmunya.


Tentu, Long Yuan dan Shen Nong sudah mengetahui keputusan Lian Haocun. Jadi, sebelum kembali ke asrama, Long Yuan mengucapkan salam perpisahan kepada Lian Huanran, pasalnya, mungkin mereka tidak akan bertemu dalam beberapa hari, minggu atau mungkin hingga bulanan. Meski, Long Yuan merasa sedih, ia juga menghormati keputusan Lian Huanran.


Bai dan Cheng juga mengucapkan salam perpisahan kepada Lian Huanran dengan cara mereka sendiri, tanpa disadari oleh siapapun, sosok binatang ajaib kembar yang hanya bisa bergantung kepada ibunya delapan tahun yang lalu, mulai bertumbuh dewasa.


Setelah kembali ke asrama, Lian Haocun menghubungi Chao Bence, dan memutuskan untuk membuat janji pertemuan dengan Chao Bence. Bagaimanapun sudah cukup lama sejak mereka bertemu terakhir kalinya. Sekalian, Lian Haocun ingin membicarakan pertumbuhan bisnis ‘HaoRan’ dan mendistribusikan pil ajaib yang diberikan oleh Shen Nong.


Sedangkan Bai dan Cheng, tentu dititipkan kepada Long Yuan, Yun Shao dan Qian Wenwu.


Lian Haocun memilih restoran terdekat sebagai tempat pertemuan, dan langsung menuju ke restoran tersebut. Di bawah paksaan dari Lian Haocun, Chao Bence terpaksa menggunakan jimat teleportasi untuk ke Kota Wolvenbont.


Pembicaraan bisnis di ruang VIP restoran tersebut berlangsung cukup lama, hingga Chao Bence merasa menyesal menuruti permintaan master-nya. Bagaimanapun, kalau master-nya ingin membicarakan bisnis, tentu ia akan membicarakan bisnis, sehingga otak Chao Bence merasa panas, karena dipaksa menyerap dan mengingat informasi dalam waktu singkat.


Setelah pembicaraan bisnis, Chao Bence mengalihkan topik pembicaraan ke Lian Huanran dan Long Yuan. Lian Haocun menjawab setiap pertanyaan penasaran Chao Bence dengan baik, lalu mereka berpisah lagi. Sebelum berpisah, Lian Haocun meminta Chao Bence untuk mencarikan informasi mengenai realm ‘Kerajaan Kuno Midgard’.


Chao Bence memutuskan untuk menetap beberapa hari di Wolvenbont untuk berelaksasi, sekalian menyelidiki realm ‘Kerajaan Kuno Midgard’ yang diminta oleh Lian Haocun. Sementara, setelah pergi diam-diam dari Sekte Serigala Giok untuk menemui Chao Bence, Lian Haocun kembali ke asrama.