
Lian Haocun tidak menanggapi maupun bereaksi dengan pujian hewan betina dengan keturunan langka itu.
“Kalau begitu kami permisi. Kalau memerlukan bantuan, Anda bisa memanggil Lian Huanran atau aku.”
Lalu Lian Haocun pergi, Lian Huanran membungkuk sekali sebagai tanda penghormatan kepada Harimau Kuning Bersayap yang lebih kuat dari dirinya dan Lian Haocun kemudian mengikuti Lian Haocun.
Mereka memulai perjalanan singkat untuk kembali ke tempat mereka sebelumnya di dekat 'mulut' gua.
“Binatang ajaib itu sangat ramah! Oh ya, apa hewan yang berketurunan langka sudah bisa berbicara sejak mereka lahir?”
Lian Haocun menjawab pertanyaan Lian Huanran, “Tidak, hewan berketurunan langka dan umum harus mencapai tingkat-6 terlebih dahulu untuk bisa berbicara bahasa manusia, tetapi hewan berketurunan legendaris sudah bisa berbicara sejak lahir.”
Lian Huanran menganggukan kepalanya mengerti, “Kakak, pengetahuan itu semua dari mana?”
Lian Haocun menjawab singkat, “Buku.”
Lian Huanran menganggukan kepalanya lagi, lalu Lian Huanran mulai bertanya terus menerus hingga mereka sampai di tempat mereka sebelumnya yang tidak jauh dari ‘mulut’ gua.
“Ah... Pantas tidak ada binatang ajaib di Gua ini. Bagaimanapun mereka pasti ditekan oleh tekanan Harimau Kuning Bersayap.”
Lian Haocun menganggukan kepalanya menyetujui perkataan Lian Huanran.
Kemudian Lian Haocun mulai mempelajari gulungan Gerakan Teratai Biru sampai pagi. Sedangkan Lian Huanran yang merasa sedikit mengantuk tertidur. Waktu berlalu tanpa terasa, tengah malam berlalu dan pagi tiba. Sinar mentari menyinari bagian dalam gua, membuat Lian Huanran tidak nyaman hingga ia dengan terpaksa membuka matanya.
“Uh... Silau.” Keluh Lian Huanran.
Matanya yang berwana hijau seperti padang rumput disinari oleh sinar mentari yang menyinari Gua. Kemudian dia melihat Lian Haocun yang masih mempelajari gulungan Gerakan Teratai Biru dengan serius.
“Kakak mempelajari Gulungan semalaman?” Tanya Lian Huanran yang sebenarnya jawabannya sudah pasti.
“Hm...” Lian Haocun meng-iya-kan dengan gumaman singkat.
“Ya sudah. Kalau begitu ayo cari sarapan.” Ajak Lian Huanran kepada Lian Haocun yang masih melihat Gulungan dengan serius.
Lian Haocun memasukkan gulungan ke dalam cincin penyimpanan lalu dia menyetujui ajakan Lian Huanran. Mereka berjalan ke luar gua dan disambut sinar mentari yang panas dan terang yang menyinari seluruh Pegunungan Yama.
“Ke arah mana kita akan berburu?” Lian Huanran meminta pendapat Kakaknya dan ditanggapi dengan satu kata, “Barat.”
Mereka pergi berburu ke arah Barat. Karena mereka belum menemukan binatang ajaib satu-pun, Lian Huanran menjadi bosan dan memulai keluhannya yang tidak pernah berhenti hingga Lian Hoacun memerintahkannya untuk diam.
Perintah satu kata Lian Haocun langsung membuat Lian Huanran tidak berani mengoceh lagi. Lian Haocun berkata memperingatkan Lian Huanran,
Seakan menyetujui tebakan Lian Haocun, terdengar auman Singa yang keras yang tidak terdengar terlalu jauh dari tempat Lian Haocun dan Lian Huanran berada. “Mundur!”
Lian Haocun mengingatkan Lian Huanran dengan cepat, tetapi sebelum Lian Huanran dapat berlari kembali ke Gua. Singa dengan tingkat-5 sudah melompat untuk menghalangi jalan Lian Haocun dan Lian Huanran. Lian Huanran agak gemetar menghadapi singa yang lebih besar darinya sehingga kata-katanya pun dipenuhi rasa gugup,
“Kakak! Singa ini setara dengan Core Formation stage kita tidak akan bisa mengatasinya!”
Lian Haocun memerintahkan Lian Huanran supaya tenang. Kemudian Lian Haocun mengeluarkan pedang hitam dari cincin penyimpanannya, niat membunuh yang kuat terasa dari pedang hitam tersebut.
“Cari tempat menyerang dan bersembunyi lalu praktikkan teknik dari Gulungan yang kau pelajari.”
Perintah Lian Hoacun kepada Lian Huanran dengan nada tenang yang benar-benar tidak cocok dengan situasi tegang, tetapi berkat itu Lian Huanran mendapatkan kendali atas dirinya sendiri dan mulai mencari tempat yang cocok untuk menyerang.
Menyadari salah satu mangsanya kabur, Singa mengaum keras memberikan tekanan tidak terlihat kepada Lian Huanran. Lian Huanran tidak berhenti dan mencoba melepaskan diri dari tekanan dengan menyelimuti seluruh tubuhnya dengan pelindung Qi Spiritual.
Lian Haocun sudah mengambil posisi menyerang dipenuhi kewaspadaan. Bersamaan dengan saat Singa mau mulai mengejar Lian Huanran, mangsa yang kabur, Lian Haocun menyerang Singa dengan pedang hitamnya.
Singa itu menanggapi dengan cepat, cakar Singa yang tajam berbenturan dengan pedang hitam Lian Haocun. Akibat bentrokan dengan kekuatan yang tidak seimbang, Lian Haocun batuk darah dan terdesak mundur beberapa langkah. Sedangkan posisi Singa tidak tergerak sama sekali.
Singa sama sekali tidak membiarkan Lian Haocun beristirahat dan mulai menyerang Lian Haocun ganas. Perhatian Singa untuk mangsanya yang kabur digantikan dengan Lian Haocun yang bertarung dengannya.
Lian Haocun juga sudah kembali bangkit dalam waktu yang tidak lama setelah ia terdesak mundur, dia menggunakan ukuran tubuhnya yang lebih kecil dari Singa dan dengan fleksibel menghindar serangan-serangan tajam cakar dari Singa yang hanya bertarung dengan naluri binatang. Lian Haocun bersiap untuk menggunakan gerakan pertama Gerakan Teratai Biru yang baru saja dipelajarinya dalam kurun waktu yang sangat singkat.
Lian Haocun menggerakkan pedang hitam untuk menyerang Singa dengan gesit, gerakan itu terlihat seperti tarian pedang yang membentuk teratai dengan Lian Haocun sebagai pengendali dari gerakan pertama 'Gerakan Teratai Biru.' Gerakan pertama 'Gerakan Teratai Biru.' harus dilakukan dengan gesit serta memiliki kekuatan Qi spiritual yang kuat di setiap tusukan dalam gerakan.
Lian Haocun menggerakkan pedang hitam hingga membentuk gerakan yang terlihat indah tetapi mematikan. Seakan menyatu dengan Lian Haocun, pedang hitam menambahkan pesona berbahaya dan mematikan.
Pemandangan itu agak berkontradiksi, yang satu merupakan kecantikan anggun, agung dan elegan meski pun masih berumur 10 tahun sedangkan senjatanya memancarkan aura yang sangat berlawanan, berbahaya dan mematikan dengan niat membunuhnya, tetapi pemandangan yang berkontradiksi itu sangat cocok satu sama lain sehingga menciptakan pemandangan yang terlihat indah namun mematikan dan meneror.
Meski gerakan itu pasti akan berdampak fatal terhadap lawan yang sebanding dengan Lian Haocun, serangan Lian Haocun tidak membuat Singa terluka parah, hanya luka ringan akibat goresan pedang beserta beberapa efek gerakan. Bagaimanapun Singa itu setara dengan Core Formation stage yang satu stage lebih tinggi dari Lian Haocun sekarang.
Singa yang tidak percaya bahwa dia dilukai oleh seorang manusia yang bahkan levelnya lebih rendah dari dirinya, mengaum keras. Tekanan menekan Lian Haocun yang berada tidak jauh di sekitar Singa tersebut.
‘Ini belum cukup.’
Lian Haocun bangkit dan mulai menyerang dengan berbagai teknik pedang dasar yang sudah dia pelajari dari Shen Wenhuan. Efeknya memang tidak besar, tetapi sangat mengganggu Singa.
‘Bulunya benar-benar menyebalkan.’
Melawan Singa seperti ini membuat Lian Haocun mengingat ingatan dalam kehidupan pertamanya.