
Saat itu, Lian Haocun masih berusia 5 tahun. Dia dikirim ke tempat seperti arena dengan tubuh yang belum makan selama beberapa hari, anak kecil berusia 5 tahun itu terlihat sangat kelaparan ditambah bajunya yang agak compang-camping sehingga ia terlihat sangat kotor dan lemah, tetapi penonton yang menonton anak kecil itu malah bersorak keras. Seperti mereka akan menonton pertunjukkan yang menyenangkan.
Di arena itu dilepas hewan yang dikenal sebagai Raja Hutan, Singa. Singa itu dilepas dari sisi lain Gerbang. Dia terlihat sudah tidak makan apapun selama beberapa hari lalu Singa itu mengaum keras kepada Lian Haocun, ingin memangsanya.
Itu adalah pertarungan pertama Lian Haocun di Arena Pertarungan Bawah Tanah. Ia melawan Singa sang Raja Hutan. Terlihat sekilas, para penonton sudah menentukan pemenang untuk pertarungan antara hewan buas dan anak kecil yang berdiri kelaparan di arena.
Lian Haocun tenggelam dalam ingatannya sehingga kewaspadaannya sedikit menurun saat menghindar. Tidak melewatkan kesempatan sedikit pun, Singa menyerang Lian Haocun yang menurunkan kewaspadaannya dengan cakarnya. Pakaian yang dikenakan Lian Haocun juga ikut terobek hingga terlihat cetakan 3 cakaran yang cukup dalam di tubuh Lian Haocun yang berusia 10 tahun, membuat siapa pun yang melihatnya akan meringis ngeri.
Lian Haocun yang mendapatkan kembali kesadarannya karena rasa sakit, mengeluarkan sedikit ringisan kesakitan. Seperti dirinya saat masih berumur 5 tahun di Arena itu saat terkena serangan Singa. Bedanya saat itu Lian Haocun kecil berteriak kesakitan sedangkan saat ini Lian Haocun hanya meringis sedikit.
Mata Lian Haocun dipenuhi rasa dingin, niat membunuh, benci, dengki dan berbagai macam emosi lainnya. Emosi-emosi itu ditumpuk menjadi satu di matanya dan emosi ketidak pedulian mendominasi emosi lain, tetapi ekspresi Lian Haocun tidak sedikit pun berubah, hanya terlihat lebih acuh tak acuh, lebih dingin dan tidak mudah didekati. Singa itu berniat menyerang Lian Haocun lagi tetapi tiba-tiba sebuah cahaya merah bersinar terang dari tubuh Lian Haocun.
Lian Haocun bergegas menyerang singa dengan pedang hitam. Dalam sekejap ia berpindah ke sisi Singa. Pedang hitam tiba-tiba menguarkan api yang bisa dirasakan panasnya dari jarak jauh.
Terlambat menghindar, Singa hanya bisa mencoba menahan pedang dengan bulunya yang tebal. Tidak lama kemudian, luka yang sangat lebar terlihat dari tubuh Singa. Darah Singa menetes kemana-mana dan tubuhnya jatuh ke tanah. Bulu-bulu Singa terbakar oleh api dari pedang hitam, anehnya api tersebut hanya membakar Singa bukan lingkungan sekitarnya.
Tiba-tiba panah berlapis api tertuju ke kepala Singa yang sudah sekarat. Meski tidak memiliki kekuatan serangan yang sangat kuat, panah itu sudah cukup menghabiskan vitalitas Singa yang tersisa dan Singa itu mati begitu saja.
Pertarungan dengan Singa terasa berlangsung lama bagi Lian Haocun, tetapi itu sebenarnya hanya berlangsung beberapa menit saja. Dia mengibaskan pedangnya ke arah tanah untuk membersihkan pedang dari darah Singa, lalu menyimpan pedang hitam ke cincin penyimpanannya lagi.
"Kakak!!!!"