Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 96



Bab 96


Bunga keluar ketika stella sudah beristirahat, lalu ia menatap satu-satu dari mereka yang tidak boleh masuk oleh stella.


“bagaimana keadaan stella bun?” tanya alvaro membuat bunga mengembangkan senyumnya,


“sudah lebih baik, setelah dia bangun nanti kalian bisa bicara lagi dengannya. Dan ingat jangan menyinggung tentang menggugurkan kandungan, kalau tidak hari ini juga stella akan membenci kalian” jawab bunga, bunga tau betul putrinya ia mudah membenci namun mudah memaafkan tapi ini dalam konten lain, ini menyangkut stella sebagai calon ibu.


Bunga menatap maria tidak enak, setelah mengatakan itu bunga berjalan menuju dokter bambam. Ia harus mengetahui lebih banyak informasi mengingat kurang taunya bunga tentang keadaan putrinya.


Bunga menghela nafas ketika mendengar putrinya semaki sekarat saja, bunga merasa menyesal karena tidak tau apa-apa tentang hal yang menimpa putrinya. Selama 4 tahun stella menyembunyikan penyakitnya dengan baik, bunga yang mantan dokter saja tidak bisa melihat ada penyakit mengerikan menimpa putrinya bahkan velle yang kini masih menjabat sebagai dokter pun tidak mengetahuinya, stella benar-benar rapi dalam menyembunyikan penyakitnya.


Bunga terkejut karena masih melihat, maria, alvaro, nadia dan bram masih diluar kamar inap stella. Velle, anak itu sedang ada jadwal operasi saat ini.


“kenapa tidak masuk?” tanya bunga menggelengkan kepalanya,


“bun, tolong tanyakan pada stella apa kami boleh masuk” pinta alvaro membuat bunga dengan malas menganggukan kepala, sebenarnya tanpa izin pun pasti stella akan mengizinkannya. Stella hanya membutuhkan tidur sebentar untuk menenangkan pikirannya.


“bunda” panggil stella membuat bunga tersenyum lebar,


“kenapa? Kau lapar?” tanya bunga membuat stella menggelengkan kepalanya


“lalu kenapa?”


“aku ingin pulang bun, disini sangat membosankan” ujar stella membuat bunga mengerti, sama dengannya bunga juga tidak suka berlama-lama dirumah sakit.


“tunggu lah sebentar lagi sayang, kau akan segera pulang.”


“tapi kapan bun? Sudah sangat membosan sekali disini”


“kau baru bisa pulang setelah infus ini habis” ujar bunga, stella tersenyum senang


“benarkah bun?”


“iya, tapi sayang kau tidak boleh meminum obat mu lagi mulai dari sekarang karena itu akan membahayakan cucu bunda” jawab bunga membuat stella menganggukan kepalanya mengerti.


“iya bun, stella tau”


“bunda berjanji sayang, bunda akan mencarikan mu tempat berobat paling ampuh untuk menyembuhkanmu dan agar calon cucu bunda sehat selalu” ujar bunga bersungguh-sungguh, stella menganggukan kepala sekarang ia sudah menangis karena mendengar tekat dari bundanya.


“stella tau itu bun,”


“bagus, oh bunda hampir lupa mereka ingin bertemu denganmu. Bunda akan memanggil mereka sakarang” ujar bunga membuat stella menggelengkan kepalanya,


“sayang dengarkan bunda, mereka tidak bermaksud mengatakan hal mengerikan itu. Mereka hanya khawatir padamu saja tidak lebih, jadi biarkan bunda memanggil mereka ya” ujar bunga lembut membuat stella langsung menganggukan kepalanya,


“sebentar ya”


Bunga membuka pintu dan membiarkan mereka semua massuk, maria menatap bunga penuh rasa iri yang mendarah daging sekarang.


“sayang maafkan aku, aku tidak akan pernah memintamu untuk membuang bayi kita. Mari kita rawat dia bersama-sama” ujar alvaro membuat stella tersenyum, bundanya benar bukan karena mereka tidak menginginkan calon anaknya tapi karena khawatir dengan kesahatan stella.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....