
Bab 142
“selamat ulang tahun sayang” ujar nya lembut membuat Stella menganggukan kepalanya. Stella kembali menangis membuat Alvaro tersenyum lalu menghapus air mata istrinya.
“papa turunin Achel” pinta Rachel membuat Alvaro langsung menurunkan putrinya.
“mama ayo tiup lilin” ujar Rachel menarik tangan Stella dan membawanya ketempat kue ulang tahun berada.
“buat permohon mam” ujar Rachel ketika Stella akan meniup lilinnya, Stella tersenyum lalu memejamkan matanya.
‘Tuhan tolong biarkan keluarga kecil ku bahagia dan dilimpahkan kesehatan’
Setelah berdoa Stella meniup lilin membuat Rachel dan Alvaro bertepuk tangan, Stella kembali ingin manangis namun segera ia tahan. Stella memotong kue lalu memberikan potongan pertama untuk suaminya, namun Rachel memegang tangan Stella.
“Achel duluan mam” ujar Rachel membuat Stella dan Alvaro saling berpandangan, Alvaro mengangkat kedua bahunya membuat Stella tersenyum lalu menunduk dan memberikan kue potongan pertama untuk Rachel.
“makasih mama, padahal Achel ga minta lho” ujar Rachel mengembangkan senyumnya membuat Stella ikut tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
Stella kembali memotong kue dan memberikannnya pada Alvaro suaminya,
“makasih sayang” ujar Alvaro mencium pelipis istrinya.
Rachel sudah tertidur didalam gendongan Alvaro, padahal baru saja menghabiskan kue dan Rachel langsung minta digendong dan tidur dipangkuan Alvaro sekarang.
Sekarang Stella dan Alvaro sudah duduk dikursi taman, sedangkan dipangkuan Alvaro ada Rachel yang sudah tidur dengan pulasnya.
“maaf karena telah cemburu” ujar Stella memeluk Alvaro dari samping. Alvaro menggelengkan kepalanya lalu tersenyum pada istrinya.
“tidak perlu minta maaf sayang, aku senang kamu cemburu. Aku bersyukur karena kau melihat kami, awalnya aku gugup harus bagaimana karena aku takut rencana yang aku dan Rachel berakhir ketahuan, namun alih-alih ketahuan kamu malah cemburu dan aku senang dengan itu, kamu cemburu” ujar Alvaro membuatnya mendapatkan cubitan manja dari Stella.
“ini untukmu dari aku dan Rachel” ujar Alvaro memberikan kotak hadiah pada Stella.
Stella membuka kotak kado, ada kalung yang sangat indah dengan liontin bulan Stella menatap Alvaro.
“iya kalung punya mu dan putri kita sama, hanya saja punya mu bulan dan punya Achel bintang” ujar Alvaro membuat Stella menganggukan kepalanya.
“ini?” tanya Stella mengambil gambar dirinya, Alvaro dan ditengh-tengah mereka ada Rachel dan mereka saling berpegangan tangan dengan gembira.
“hadiah dari Achel” ujar Alvaro membuat Stella senang, putrinya itu selalu saja ada kejutan. Dilihat dari segi hadiah, hadiah dari Alvaro lah yang lebih menarik tapi bagi Stella hadiah dari putrinya lah yang penuh dengan makna. Putrinya bahkan ikut ambil dalam menyiapkan pesta kecil-kecilan untuknya. Lihatlah dia sekarang sudah tertidur setelah membuat mamanya menangis karena nya.
Stella lagi-lagi bersyukur pada Tuhan karena diberikan Alvaro dan Rachel dalam hidupnya, tanpa keduanya Stella tidak bisa hidup.
Alvaro mengeratkan pelukannnya pada istrinya dan membiarkan wanitanya menangis bahagia, selama hidupnya Alvaro tidak ingin membiarkan air mata istrinya turun dari mata istrinya bahkan menangis bahagia sekali pun. Namun kali ini Alvaro membiarkan wanitanya menangis dan Alvaro ikut bahagia karena istrinya bahagia.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....