
Bab 72
Bunga orang yang terakhir mengunjungi stella, didalam ruangan stella bunga tidak mengeluarkan satu katapun. Karena melihat putrinya begini membuatnya kehilangan sisa udara yang seharusnya tersedia untuknya terus bernafas.
Bunga mengelus sayang kepala stella, tangan kirinya menghapus air matanya yang terus saja jatuh tanpa ia minta.
Sudah tiga puluh menit dan bunga belum mengeluarkan suaranya, bunga memegang tangan stella.
“kenapa kau bertambah kurus sayang?”tanya bunga mengeluarkan suaranya, ketika memegang tangan stella yang sangat kurus.
Bunga mendekatk kearah stella, ia menyikap poni stella yang sudah panjang karena menyangkut diperban kepala stella.
Tess.
Tanpa sadar air mata bunga jatuh kewajah stella, setelah tidak ada lagi rambut yang menyangkut diperban. Bungan bersiap-siap pergi, mengetahui putrinya sudah baik-baik saja membuat nya sedikit lega.
Bunga menghentikan langkahnya karena tangannya ada yang memegang, ya. Stella sadar. Bunga tersenyum lebar lalu kembali duduk, air mata yang semula sudah kering kembali mengalir.
“terima kasih tuhan, terima kasih banyak” ujar bunga menciumi berkali-kali tangan stella, stella tersenyum lemah melihat bundanya. Stella merasakan bundanya ada didekatnta, air mata bunga yang jatuh kewajah stella membuat stella sadar membuka matanya.
“kau mau apa? Minum? Lapar?” tanya bunga membuat stella menggelengkan kepalanya, baginya bunga ada disampingnya sudah cukup baginya.
“maafin bunda, karena bunda tidak becus jadi bunda yang baik untuk kamu” ujar bunga membuat stella menggelengkan kepalanya lemah.
“stella yang minta maaf bun” ujarnya
“maaf karena harus melihat stella bun, bunda pasti terbayang wajah ibu kandung stella jahat yang hampir menghancurkan rumah tangga bunda.”
Bunga menggelengkan kepalanya sopia telah banyak memberi tahu stella segalanya, ini membuat hati bunga hancur karena stella mengetahui dari sopia bukan darinya.
“tidak, ibu kamu orang baik bundalah orang jahatnya sayang. Ibu kandung kamu ada disini dia orang tua angakat alvaro.”
Ya, bunga baru mengetahui jika alvaro adalah anak angkat dari maria karena tadi sewaktu bperdebatan mereka bunga menangis frustasi karena alvaro anak dari maria menikah dengan stella yang juga anak maria.
‘saya anak angkat bun, mami mengangkat saya sebagai putranya saat umur saya 5 tahun’
Disana bunga lega karena mendengar mereka bukan saudaraan,
Stella diam, berarti selama ini ia sudah dekat dengan ibu kandungnya. Hanya mereka tidak tau saja.
“maafin bunda karena telah memisahkan kamu dengan orang tua kandung kamu” ujar bunga membuat stella meminta bunga mendekat kepadanya. Stella menghapus air matanya bunga,
“tidak, bunda tidak salah. Stella berterima kasih karena bunda mau merawat stella” kata stella, benar tidak masalah bagi stella tidak lahir dari rahim bunga karena baginya bunga sudah seperti ibu kandung untuknya, bukan berarti stella tidak menerima maria. Stella senang mengetahuii maria ibunya karena maria adalah orang yang baik bahkan maria mau menerima alvaro sebagai anak dan mengurus alvaro dengan baik. Mungkin karena itu ada pepatah yang mengatakan ‘jika kita berbuat baik maka kebaikan akan terus datang pada orang-orang yang kitasayangi’ seperti maria yang merawat alvaro bak anak kandung seperti itu juga dengan stella ia dijaga dan dirawat baik oleh bunga, bundanya.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....