
Bab 33
Alvaro sudah dua hari tidak bisa menghubungi stella, alvaro menelpon rumah dan diana memberi tahu kalau stella tidak pulang kerumah. Ada perasaan yang tidak bisa alvaro jelaskan ketika stella tidak kembali keapartemen.
Alvaro bagun tidur dan tidak menemukan clara disebelahnya, alvaro lalu beralih kekamar mandi karena ada suara dari sana.
Alvaro mengambil ponselnya dan menelpon stella,
“HEI, KAU KEMANA SAJA! KENAPA KAU BARU MENGANGKAT TELPONKU! DAN KENAPA KAU TIDAK PULANG!”
“maaf sebelumnya, saya suster. Orang yang dimaksud bapak sedang dirumah sakit dan sudah dua hari koma”
“rumah sakit mana? ”
“dirumah sakit bahagia, kamar mawar 102”
Alvaro langsung bangkit dari tidurnya dan memakai pakaiannya. Alvaro pergi begitu saja tanpa mandi dan memberi tahu clara. Sekarang perasaannya tidak tenang, pantas saja ia tidak bisa menghubungi stella dan pantas saja selama dua hari ini perasaanya dilanda cemas tanpa alasan.
Alvaro berdiri didepan kamar stella, dengan ragu ia membuka pintu kamar stella. Benar saja, stella sekarang sedang terbaring lemah. Alvaro menghampiri stella yang sedang tertidur. Alvaro mengambil tangan stella dan menggenggam nya erat sesekali alvaro menciumm tangan stella.
Alvaro memagang wajah stella yang pucat, bagaimana bisa ia tidak mengetahui stella dirumah sakit.
Nadia dan day berhenti didepan kamar stella karena melihat ada alvaro disana
“siapa?” tanya nadia membuat day menatap ibunya
“suaminya mam”
“dia?”
Day menganggukan kepalanya, nadia tau kalau stella sudah menikah karena stella sendiri yang cerita padanya, stella bahkan minta maaf karena tidak menundang nadia karena pernihannya mendadak.
“kau?” ujar stella tidak percaya, ia baru saja bermimpi alvaro dan sekarang alvaro ada didepannya.
“apa aku mimpi?” tanya stella pada dirinya sendiri.
“kau tidak mimpi, maaf karena aku baru mengetahui kau disini” ujar alvaro menjelaskan
“itu tidak penting, yang penting itu kau”
Stella tersenyum, jika ini sandiwara maka stella kalah. Ia kalah karena telah jatuh pada alvaro.
“aku punya permintaan”
“apa?”
“jangan saling jatuh cinta, cukup menjadi teman atau orang yang saling membenci’ ujar stella membuat alvaro mengangkat sebelah alisnya.
“kenapa begitu?”
“karena aku tidak mau kau menyesal”
“tidak akan”
“berjanjilah padaku”
Alvaro menganggukan kepalanya, masalah jika benar ia mencintai stella nanti belakangan ia akan mengurusnya. Sekarang, yang terpenting stella pulih dahulu.
-
Dua hari kemudian stella diperbolehkan pulang dan selama dua hari itu alvaro sama sekali tidak menelpon atau menerima telpon dari clara karena ponselnya ia matikan.
Alvaro membantu stella beristirahat lalu alvaro ikut berbaring disebelah stella. Alvaro memeluk stella erat. Ketika ia mendengar stella dirawat dirumah sakit itu membuat jantungnya terpompa tidak karuan. Apa alvaro kalah, apakah sekarang alvaro benar-benar telah masuk perangkap cinta stella?
Alvaro ikut memejamkan matanya, mereka tidur saling berpelukan.
Setelah alvaro terlelap stella membuka matanya, ya tuhan jangan biarkan alvaro mencintainya. Jika itu benar maka stella akan sulit untuk meninggalkan semuanya. Stella yang mencintai alvaro, itu tidak masalah karena hanya stella yang mencintai kalau pun stella pergi nanti alvaro tidak akab merasa sakit karena sedih. Bagi stella mencintai dan bertepuk sebelah tangan tidaklah masalah baginya.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
Tbc...