Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 94



Bab 93


“tidak mungkin dokter pasti bohong, stella kami tidak mungkin terkena penyakit mengerikan itu. Selama ini stella kami baik-baik saja” ujar velle sudah menangis, jantung alvaro berhenti berdetak lalu dengan amarah yang dipuncak alvaro langsung menghampiri bambam dan manarik kera jas dokter bambam,


“katakan yang jelas paman, apa yang dikatakan velle tidak benarkan?” tanya alvaro membuat maria langsung menarik alvaro menjauh.


“apa yang dokter maksud” tanya maria setelah alvaro sudah lumayan tenang,


“selama ini stella hidup hanya dengan tergantung obat yang ia komsusi sekarang, telat atau tidak meminum obat stella akan mimisa, pingsan, koma bahkan kematian dalam artian sekarang stella dalam keadaan sekarat” jelas bambam membuat maria, bram, dan alvaro tidak bisa berkata-kata lagi. Benar, alvaro pernah melihat stella mimisan tapi setelah itu stellanya baik-baik saja.


“paman jangan bercanda, candaan paman tidak lucu sama sekali” ujar alvaro tidak bisa terima akan kenyataan.


“paman tidak berbohong, stella sungguh sekarat sekarang dan semakin sekarat dengan kehamilan stella itu semakin membahayakan nyawa stella” ujar bambam dan seketika membuat kaki alvaro lemas ia terjatuh kelantai, maria langsung menolong alvaro bahkan maria membawa alvaro duduk ketempatnya.


“mari lakukan pengobatan dok, ayah dan ibuku mempunyai banyak kenalan dokter dan itu akan memnbuat stella sembuh” ujar maria yang sudah tidak tahan lagi menahan air matanya.


“kalau itu bisa stella sudah lama diobati, sayangnya tidak bisa. Operasi sekaligus tidak bisa menyelamatkannya.”


Alvaro mendatangi bambam dengan mengakat kurisnya dan akan melempar kursinya kebambam.


“KAU PIKIR KAU SIAPA? TUHAN? BERANI-BERANINYA BERKATA HAL BURUK TENTANG ISTRIKU!” teriak alvaro, bram langsung mengambil kursi dari tangan alvaro, alvaro sekarang sudah menangis. ia tidak bisa kehilangan cintanya.


Bambam menghela nafas, ini bukan pertama kalinya bertemu dengan wali yang mengamuk.


“jadi apa langkah yang terbaik dok?” tanya nadia


“dan stella tidak mungkin menggugurkan kandungannya” lanjut velle lagi


“katakan padaku, apa yang dikatakan velle itu salah” ujar maria penuh harap tapi sayang sekali dokter bambam menggelengkan kepalanya.


“yang dikatakan velle benar, dan pilihan itu ada pada kedua itu”


Maria tidak percaya ia menutup mulutnya dengan tangannya, kenapa Tuhan kejam padanya. Sebenarnya apa salah putrinya?


Bram memeluk velle putrinya yang sudah menangis dari tadi, bram sedih mendengar putrinya menderita selama 4 tahun ini dan mereka sama sekali tidak mengetahuinya.


Bram bukannya tidak sedih ia sangat sedih tapi bram berusaha tampak tegar disini. Siapa yang menenangkan putrinya sekarang kalau ia menampakan kesedihannya.


Pilihan alvaro dengan berat hati dan rasa frustasi yang begitu dalam ia lebih memilih istrinya agar tetap bersamanya.


Egois? Tidak punya perasaan sebagai seorang ayah? Terserah alvaro tidak peduli, anaknya pasti mengerti apa yang dimaksud alvaro. Ini pilihan yang tepat selain itu tidak ada lagi. Jika alvaro kehilangan anak maka mereka dapat mendapatkannya kembali, tapi tidak pada stella. Jika stellanya pergi kemana ia harus mencari pengganti? Tidak ada.


Mereka keluar dari ruangan dokter bambam dengan perasaan sedih sekarang mereka datang pada stella yang sudah sadar.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....