
Bab 70
*Flashback.
“kau mungkin cinta pertamanya, tapi kau wanita kedua dalam hidupnya. Sudahlah mar, kau terima saja kenyataan kalau kau hanya banyangan dan segera ditinggalkan”
Setelah mengatakan kata-kata kejam itu bunga menangis diluar kamar inap maria. Mau bagaimana pun maria adalah sahabatnya mereka sudah seperti saudara tapi disini dia seperti mengkhiati maria. Bram tidak mencintainya pada akhirnya nanti bram akan kembali pada maria. Bunga berjanji pada dirinya sendiri kalau dia akan melepaskan bram jika waktunya sudah tepat. Waktu dimana nanti velle putrinya sudah mengerti. Bunga berjanji akan itu.
“dok, bagaimana dengan anak dari nyonya maria?” tanya suster membuat bunga langsung menghapus air matanya.
“memangnya belum dimakamkan?” tanya bunga membuat suster itu menggelengkan kepala.
Bunga tidak berkata lagi, ia datang ke tempat bayi maria berada, bunga kembali menangis kenapa tuhan tega sekali. Bayi mungil ini baru saja bertemu dunia tapi kenapa tuhan membawa bayi kecil ini kembali ke sisi-Nya?
Bunga menggendong bayi mungil itu, sangat cantik sama persis seperti maria. Tangan besar bunga menyentuh hidung mungil gadis bayi itu.
Bungan mencium pipi gembul itu, tak rasa air matanya semakin jatuh. Ia merasa ini tidak adil bagi si kecil.
Deg..deg..
Bunga, mendengar detak jantung itu ketika ia mencium kedua pipi bayi itu, senyum dibibir bunga terbit. Ia segera memberi nafas buatan untuk bayi itu, dengan susah payah bunga memberi nafas buatan dan akhirnya bayi itu menangis. tangis bahagia bunga pecah, ia tidak percaya dengan keajaiban tuhan. Bunga terus berterima kasih pada tuhan karena telah membuat putrinya bernafas kembali.
“menangislah sayang menangis yang kencang” ujar bunga tersenyum, ia bahagia sekali.
Bram masuk kedalam ruangan bayinya dengan maria,
“tidak, stella. dia putriku” ujar bunga bahkan telah memberi nama bayi munggil itu stella kemudian menggelengkan kepalanya.
“dia putriku dan maria” ujar bram membuat bunga menggelengkan kepalanya.
“tidak, stella putriku” jawab bunga, ia telah jatuh cinta pada stella pada pertama kali melihat stella. Bahkan bunga begitu senang ketika mengetahui jantung stella kembali berdetak.
Bram menatap bunga, bram menyesal karena telah mengkhianati bunga walaupun tidak ada cinta dipernikahan mereka. Tapi tetap saja ia menyesal karena telah menduakan bunga.
Bram diam, ia membiarkan bunga membawa stella kembali kerumah mereka.
Velle begitu senang karena telah mempunyai adik baru, saking senangnya ia memperkenalkan stella kecil pada semua orang. Bahkan dijalan pulang dari sekolah ia pamer karena mempunyai adik yang sangat cantik.
bunga mengundurkan diri menjadi dokter karena harus mengurus bayi kecilnya, Stella. banyak yang menyanyangkan bunga berhenti dari profesi nya, tapi bunga sama sekali tidak menyesal sama sekali.
Ada satu orang yang tidak senang, dia sopia. Karena sopia keluarga bunga yang semula bahagia menjadi kacau. Karena sopia selalu mengancam akan memberi tahu ke stella kalau stella bukan putri kandungnya, sopia bahkan mengancamnya jika ia bersikap baik dengan stella maka hidup stella akan berakhir. Ibu macam apa yang mau membuat putrinya menderita. Bunga ingin menunukan kasih sayangnya dari dekat tapi ia tidak bisa, menyanyanginya dari jauh lah yang bisa dilakukan oleh bunga. Velle pun begitu, dia tidak berani pada omanya. Omanya memang baik tapi sekali marah maka orang yang didekatnya terluka*.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....