
Bab 8
Pulang kerja Day membawa stella kekedai es krim, mereka berdua menikmati es krim porsi jumbo semua rasa.
“jadi kenapa kau terlambat?” tanya Day disela memakan es krimnya.
“apa dia mengganggumu?” tanya Day lagi, ia sengaja menyebut dia karena Day benci menyebut nama pria itu.
“tidak, semalam aku menonton drakor”
“ah pantas saja kau terlambat” sahut day sambil memakan es krimnya.
Mereka melahap es krim mereka hingga kandas tidak ada sisa. Day mengantar stella pulang.
Alvaro baru saja pulang, ia berpas-pasan dengan stella ketika hendak memasuki lift. Stella tidak sadar jika mereka satu life karena stella sedang sibuk dengan ponselnya membuka instagram melihat spoiler-spoiler drama yang sedang ia tonton.
Alvaro sengaja sedikit mendekat karena penasaran apa yang dilihat wanita itu sehingga tidak menyadari keberadaannya disini. Alvaro menyipitkan kedua matanya, apa yang wanita itu lihat? Alvaro menjauhkan diri dari stella.
Ting
Pintu lift terbuka tepat dilantai paling atas, stella memasukkan ponselnya kedalam tas.
“sudah pulang?” tanya stella ketika sadar alvaro satu lift dengannya.
Alvaro tidak menjawabnya, stella mengangkat kedua bahunya lalu mengikuti alvaro dari belakang.
Alvaro meletkan asal tas kerja nya diatas tempat tidur bersama dengan kaos kaki yang berserakan. Alvaro membersihkan diri sewaktu stella masuk kedalam kamar hendak mengambil piyamanya. Stella menggeleng-gelengkan kepalanya lalu membereskan kaos kaki dan sepatu alvaro.
Alvaro keluar dar kamar mandi dan mendapati kamarnya sudah rapi. Alvaro mengangkat kedua bahunya lalu memakai bajunya. Malam ini ia ada pertemuan dengan seseorang yang amat spesial dalam hidupnya.
Alvaro keluar dari kamarnya ketika tidak mendapati jam tangannya.
“kau, kau yang membersihkan kamarku?” tanya alvaro meninggikan suaranya.
Stella menganggukan kepalanya karena memang benar ia yang membereskan kamar alvaro tadi.
“dimana jam tanganku?” tanya alvaro langsung
“jam tangan?”
“iya jam tanganku, kembalikan”
Kembalikan? Memangnya stella tau jam tangan alvaro. Bentuk dan warnanya saja stella tidak tau.
“aku tidak tau”
“HEI! JANGAN MENINGGIKAN SUARAMU. AKU TIDAK TAU DIMANA JAM TANGANMU! JANGAN ASAL MENUDU”
“TAPI KENYATAANYA DIRUMAH INI HANYA ADA KAU! DAN KAU YANG MEMBERSIHKAN KAMARKU TADI!”
“AKU MEMANG MEMBERSIHKAN KAMARMU TAPI AKU TIDAK MENGAMBIL JAM TANGANMU!”
“JANGAN BOHONG!”
Stella menghela nafas, berdebat membuatnya sakit kepala.
“ayah dan anak sama saja, sama-sama pencuri” ujar alvaro kesal sambil mengacak rambutnya.
“permisi? Siapa yang kau maksud pencuri?”
“kau dan ayahmu” jawab alvaro kesal lalu pergi meninggalkan apartemen dan bertemu dengan maria ibunya.
Stella merasakan dadanya naik turun, ia sedang kesal sekarang karena dituduh seorang pencuri oleh alvaro. Stella masuk kedalam alvaro mencari jam yang dimaksud dengan pria itu.
Stella sudah mencarinya diseluruh penjuru kamar alvaro tapi ia tidak menemukan jam yang dimaksud oleh alvaro.
**
Alvaro memeluk maria, mereka sudah berjanji untuk makan malam bersama direstoran R.
“apa kabar mam?” tanya alvaro sambil menyiapkan kursi untuk ibunya.
“mami selalu baik, asal mami tau anak mami sehat maka mami akan baik-baik saja” jawab maria tersenyum lembut ke alvaro.
“bagaimana pekerjaanmu? Lancar?”
“sangat lancar mam, seperti doa mami”
“kapan kau akan menikah? Mami sangat ingin menggendong cucu. Kau tau Dani sepupumu dia akan menikah tahun depan. Beri mami kepastian kapan kau akan menikah”
“secepatnya mam, mami tunggu saja”
Jawaban dari putranya membuat maria tersenyum senang
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.