
Bab 77
Bunga mengatur nafasnya sebelum masuk ketempat dimana sopia berada sekarang, ia ingin meluruskan semuanya pada sopia. Bunga juga ingin menegaskan sekarang diatara mereka ada batasan dimana batas itu tidak boleh dilanggar,
“kenapa kau datang? Ingin melihat mama menderita atau tidak? Maaf sekali mama tidak papa berada disini” ujar sopia ketika mengetahui putrinya datang, sopia sangat kecewa pada bunga karena telah tega menjebloskannya kepenjara,
“aku pikir mama menyesal atas tindakan mama yang mencelakai putriku. Tapi mama tidak menampakan rasa bersalah barang sedikit pun. Akupun begitu tidak sama sekali menyesal karena telah menempatkan mama kesini. Aku kira ini pantas untuk mama” ujar bunga menguatkan hatinya agar tidak memaki sopia dengan kata-kata kasar walau bagaimana pun sopia adalah ibu kandungnya, wanita yang melahirkannya.
“mama tidak menyesal sama sekali, karena dia memang pantas mendapatkan semuanya. Cucu dari rama dan sinta tidak layak hidup didunia ini” ujar sopia membuat bunga menggelengkan kepalanyanya tidak percaya,
“ma, sadarlah semua ini bukan salah stella, maria atau pun kedua orang tuanya tapi salah mama yang mempunyai sifat iri dan dengki dihati mama yang sudah berakar. Kalau mama iklas mama tidak akan berada disini, kalau mama iklas mama bisa bahagia dan kita bisa hidup bahagia” ujar bunga sudah terlalu geram pada sopia. Awalnya bunga tidak mengerti kenapa ibunya melarangnya bersahabatan dengan maria, tapi karena satu alasan bunga menjadi tau segalanya.
“tau apa kau? Kau bahkan belum lahir pada saat itu,” sargah sopia
“aku memang belum lahir, tapi saat mengetahui rama bukanlah ayahku itu membuat ku lega. Aku lega karena dia tidak terjebak dengan wanita berhati jahat seperti mama. Aku pergi, tadinya aku mengira mama akan minta maaf tapi nyatanya tidak. Terima kasih karena telah mengajarkan ku segala hal buruk didunia ini ma, selamat tinggal” ujar bunga pergi meninggalkan sopia sendirian,
Sopia ingin mencegah bunga, tapi lidahnya terasa keluh. Yang dikatakan putrinya benar, kalau saja ia tidak iri dan dengki pada sinta maka hidupnya pasti bahagia sekarang,
Dulu sopia terlalu arogan karena telah menyelingkuhi rama yang hanya bekerja sebagai paruh waktu dan lebih memilih tama yang anak orang kaya.
Bertahun sudah lewat ketika rama sudah sukses, pria itu melupakan sopia begitu saja dan menikah dengan sinta. Disitu jiwa dengki dan iri sopia meronta-ronta, ia tidak mau melihat keduanya menikah karena hanya dia yang pantas untuk rama.
Sopia kembali mendekati rama dengan tidak tahu dirinya tapi dia ditolak mentah mentah oleh rama karena hatinya sudah move on.
Hari pernikahan rama dan sinta terlaksanakan, dihari yang sama sopia hamil anak tama. Dan dihari itu juga sopia ditinggalkan tama demi wanita lain, dari sanalah sopia membenci sinta karena telah mengambil rama yang begitu mencintainya, ia juga membenci tama karena telah meninggalkannya.
Sebenarnya bukan salah rama dan sinta maupuun tama yang salah adalah sopia, ia minggalkan rama yang sedang berusaha untuk bangkit, bukan salah sinta juga karena sinta yang menemani rama dari nol hingga sukses, dan terakhir bukan salah tama. Tama telah memberikan kesempatan untuk sopia tapi sopia membuang kesampatan itu..
Sopia menyesal sekarang, coba saja ia tidak iri dan dengki pasti ia juga akan bahagia seperti yang dikatakan putrinya tadi. Ia mungkin bisa menerima stella dikehidupan mereka, sopia mungkin bisa hidup lebih baik. Tapi kenyataannya tidak, sopia sekarang seoarang diri tidak ada yang mencintai seperti semua orang yang mencintai stella dengan tulus.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....