Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 15



Bab 15


Acara pernikahan day dan june berjalan dengan lancar, banyak tamu undangan yang dengan tulus memberikan ucapan selamat. Day mengundang banyak orang termasuk semua pegawainya dikantor.


“stel,?”


“iya mam?”


“bisa temani june sebentar, mama mau buatkan teh hangat. Dia mual karena efek si baby”


“biar stella saja mam, mama menemani june saja”


“oke makasih sayang”


Stella kedapur diikuti oleh mia karena tadi mia tidak sengaja mendengar percakapan stella dan juga nadia tadi.


“sedang apa kau disini?”


“astaga, menganggetkan saja” jawab stella setelah sadar ada mia disebelahnya.


“katakan?”


“apa?” tanya stella karena ia tidak mengerti maksud dari pertanyaan dari mia.


“katakan bagaimana kau bisa mengenal baik keluarga day?”


Stella mengedipkan-ngedipkan kedua matanya.


“kami bersaudara” jawab stella


“jangan bohong, kau dan day bukan saudara. Katakan itu”


“kami memang saudara, kalau kau tidak percaya tanyakan sendiri saja pada mama” jawab stella sambil mengaduk teh hangatnya.


“lalu kenapa kau tidak bilang padaku?”


“karena kau tidak bertanya, kalau begitu aku permisi” jawab stella dan pergi begitu saja membuat mia tampak begitu kesal.


“STELLA! AKU BELUM SELESAI BICARA DENGANMU!”


Stella hanya mengangkat kedua bahunya lalu menghampiri nadia dan juga june.


“terima kasih sayang”


“sama-sama mam”


“terima kasih stel” ujar june tulus dan stella hanya menganggukan kepala lalu tersenyum.


“mam, stella kesana dulu. Stella lapar hehe”


“memangnya kapan kau tidak lapar”


“menyahut saja” ujar stella sebal pada day lalu berjalan kestan makanan.


Mata stella berbinar ketika melihat banyak makanan didepannya sekarang,


“hallo adik”


Stella memutar bola matanya dengan malas, ia sangat mengenal suara ini. velle.


“kenapa?” tanya stella berbalik menghadap velle.


Stella ingin sekali menginjak-injak velle sekarang,


“tidak masalah, terima kasih”


“mana suamimu?”


Stella diam tidak menjawab karena percuma saja, velle hanya ingin membuatnya emosi saja.


“aku datang bersama tunangannku”


‘memangnya aku peduli’ ujar stella didalam hati.


“atau mau aku kenalkan”


“jangan” ujar stella membuat velle menaikan satu alisnya..


“kenapa?”


“nanti tunanganmu jatuh cinta padaku” jawab stella membuat velle tertawa pelan.


“jatuh cinta padamu? Omong kosong apa itu, walaupun begitu akan kukenalkan dia” ujar velle berjalan memanggil nathan tunangannya.


“sayang kenalkan ini adikku, stella ini nathan tunangan kakak” ujar velle mengenalkan nathan pada stella, maksud dari velle mengenalkan nathan adalah ingin menunjukan bahwa nathan lebih hebat dibandingkan suami stella.


“salam kenal” ujar stella tanpa melihat nathan dan sibuk melihat makanan didepannya sekarang.


Nathan merasa terpesona ketika melihat stella mengabaikannya, selama ini tidak ada yang mengabaikannya tapi ini ada. Stella.


“sayang” ujar velle menyadarkan nathan


“stella?”


“ya?” jawab stella mendongak kearah velle.


“kau membiarkan tangan tunangan kakak seperti ini?”


“oh maaf.. kau?”


“senang bertemu denganmu lagi” sahut nathan membuat velle bingung.


“kalian saling kenal?”


“hm” jawab stella


“dimana? Kapan? Kenapa aku tidak tau”


“memangnya kau tuhan harus tau segalanya” sahut stella membuat velle kesal.


“dia adik tingkat ku sayang disekolah menengah”


“sudahkan? Aku pergi”


Stella bukannya merasa cantik atau apa, dulu nathan yang ia kenal sebagai dani pernah menyatakan cinta padanya. Namun stella tolak karena stella menyukai day yang nyatanya dia hanya menganggapnya adik. Miris.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


Tbc