Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 22



Bab 22


Sebelum berangkat kerja, diana menceritkan semua padanya bukan tepatnya stella memaksa diana untuk bercerita pada nya mengenai alvaro. Alvaro adalah anak angkat, tapi maria sangat menyanyangi alvaro seperti anak sendiri.


Diana juga memberi tahu kalau alvaro juga sangat disayangi oleh seluruh keluarganya karena alvaro menjadi anak kebanggan maria.


Sekarang stella mengerti kenapa alvaro ingin membalas dendam, karena ingin membalas budi alvaro ingin membalas dendam dengan keluarganya.


Awalnya stella tidak mengira ini semua akan terjadi padanya, stella seperti diangkat tinggi-tinggi lalu dihemparkan dengan keras. Tapi, stella tidak peduli itu yang penting sekarang lihat dan tunggu saja siapa yang akan kalah. Sebenarnya stella tidak terlalu peduli, ia bahkan siap mundur teratur namun karena alvaro telah menghina bundanya maka tidak akan stella biarkan.


Alvaro tidak pulang setelah dari rumah wanitanya ia langsung kekantor, ia berdoa dalam hati semoga saja rencana nya akan berjalan dengan lancar.


-


Stella tidak pulang setelah pekerjaannya selesai, ia pulang kerumah orang tuanya.


“kenapa kau kesini? Pulanglah kerumah suamimu” ujar bunga menghampiri stella


“aku hanya mengambil barang yang tertinggal bun”


“carilah, setelah itu pulang”


“baiklah”


Stella masuk kedalam kamarnya, masih sama hanya saja sekarang sudah bersih dan rapi. Stella tentu saja tau siapa yang membereskan kamarnya siapa lagi dia bundanya.


“KAU INI BAGAIMANA! BUKAN KECAP YANG INI AKU PERLUKAN, AMBIL YANG LAIN. CEPATLAH NANTI STELLA PULANG”


Stella dapat mendengar bundanya memarahi pekerja karena salah mengambil kecap, stella dapat menebak bunda nya sedang memasak ayam kecap kesukaannya sekarang.


Stella sengaja melama kan diri sampai bundanya selesai memasak, bundanya tadi berteriak terlalu kencang. Bundanya masih orang yang sama.


“sudah ketemu barangnya?” tanya bunga setelah stella keluar dari kamar


“ada ayam kecap dimeja makan, sisa makan velle tadi pagi. Makan lah dulu sebelum pulang” ujar bunga hampir membuat stella tertawa. Sisa makan velle? Yang benar saja velle tidak menyukai ayam apalagi kecap dan ya bundanya pembohong yang buruk jelas-jelas stella tau bundanya memasak untuk dirinya.


“tunggu apalagi, nanti dingin!” ujar bunga menatap sinis stella.


“terima kasih bun, masakannya” ujar stella pergi kemeja makan.


‘makan yang kenyang sayang, kau begitu kurus sekarang. Apakah kau masih tidak sarapan pagi dengan baik? Bagaimana dengan makan malammu? Maghmu baik-baik saja kan sayang’


Sebenarnya pertanyaan itu yang ingin bunga lontarkan tapi mulutnya terkunci rapat, ia tidak sanggup membuka mulutnya. Melihat stella makan dengan lahap seperti ini membuatnya lega, lega karena putri bungsunya makan dengan baik.


Stella selesai makan dan ia mencuci piring nya sendiri, bunga menghampiri stella.


“kau bukan pelayan, pulanglah biar orang lain saja yang mencucinya!” perintah bunga membuat stella meninggalkan piringnya.


“stella pulang bun, beri salam pada ayah”


“kau tau arah pintu keluarkan”


Stella tersenyum dan menganggukan kepalanya ia mengambil tas nya dan meninggalkan rumah sebelum ia pergi stella melihat bundanya yang menyucikan piringnya.


Inilah yang stella tidak bisa, membenci bundanya. Bundanya bukan orang yang tepat untuk dibenci, bundanya orang baik dan wanita yang mencintai suaminya.


Stella menyanyangi wanita tua itu, dihari terakhirnya nanti stella hanya ingin melihat bundanya, hanya bundanya saja cukup bagi stella.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


Tbc