
Bab 149 (THE END)
Alvaro menatap anak dan istrinya yang sedang melihatnya dari barisan kursi depan hari ini Alvaro mengadakan seminar diluar kota dan sengaja mengajak anak dan istrinya karena secara jujur Alvaro tidak bisa jauh dari kedua wanita yang sangat ia cintai.
Stella dan Rachel tersenyum pada Alvaro yang sekarang sedang berbicara mengenai bisnis nya yang sedang berkembang maju. Alvaro membagi tipsnya untuk menjadi pengusaha sukses diusia muda.
“mam” panggil Rachel membuat Stella langsung menoleh pada putrinya.
“kenapa sayang? Mau pipis?” tanya Stella membuat Rachel menggelengkan kepalanya, Stella mengerutkan keningnya.
“papa keren ya mam” ujar Rachel ketika papanya Alvaro sedang berbicara. Stella tersenyum lalu menganggukan kepalanya.
“iya papa sangat keren”
“kata orang dibalik pria sukses ada wanita dibelakangnya yang mendukung dan membuat pria bangkit lalu meraih kesuksesan, itu benar. Dibalik kesuksesan saya ada wanita cantik dibelakang saya yang mendukung apapun langkah yang saya ambil dalam hidup, dia Stella istri saya. Jika ada yang mengatakan saya sangat beruntung mempunyai istri cantik dan mendukung kesuksesan saya itu semua salah, saya lah yang beruntung bisa memiliki istri saya. Bagi saya istri saya adalah dunia saya, hidup saya, tanpa istri saya bukan lah apa-apa” ujar Alvaro sambil tersenyum manis menunjuk istrinya yang sekarang sedang menutup wajahnya dengan telapak tangannya. Stella bukan malu hanya saja sekarang ia sedang menangis dan pandangan orang-orang sekarang ada padanya.
“PAPA! ACHEL NYA MANA? KOK CUMA MAMA!” teriak Rachel membuat sekitar jadi tertawa tentu saja sekarang perhatian kembali ada pada Stella dan Rachel.
“iya itu anak saya namanya Rachel, kata orang dia mirip saya. Lihatlah betapa menggemaskan putri saya tapi kalian jangan terlena dengan kegemasan putri saya karena dia si ratu drama” ujar Alvaro lagi-lagi membuat audien tertawa. Rachel cemberut tidak terima dikatakan ratu drama oleh ayahnya.
“jangan cemberut sayang, walaupun putri papa ratu Drama tetap saja Achel anak kesayangan papa dan mama” Rachel sudah tersenyum malu-malu sambil menundukan kepalanya.
“cukup sekian dari saya, lebih kurang terima kasih. Salam” ujar Alvaro menutup seminarnya dan diakhiri dengan tepuk tangan.
Alvaro tersenyum lalu mengendong putrinya dan menyerahkan tas kerjanya pada Stella istrinya, banyak pasang mata yang iri dengan Stella sekarang. Mempunyai suami yang sukses dan sangat menyanyangi keluarga kecilnya. Siapa yang tidak ingin mempunyai suami seperti Alvaro, orang buta saja bisa mendengar dengan jika Alvaro sangat mencintai istri dan anaknya tanpa syarat.
“papa, mau jalan-jalan” pinta Rachel membuat Alvaro menganggukan kepalanya. Alvaro mendudukan Rachel dikursi belakang. Lalu melajukan mobil setelah Stella duduk disampingnya dengan anteng.
Mereka tidak langsung kehotel sesuai dengan permintaan putri kesayangannya sekarang Alvaro mencari taman bermain.
“kepasar malam pa, ga mau ke mall” ujar Rachel lagi-lagi membuat Alvaro menganggukan kepalanya,
“sesuai dengan permintaan peri pelangi papa” jawab Alvaro membuat Stella tersenyum dan menatap putri mereka yang sekarang sedang bersorak senang.
“sayang papa”
“mama?” tanya Stella membuat Rachel langsung menjawab.
“sayang mama juga”
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian(
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....