Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 69



Bab 69


Sopia berjalan biasa saja seolah tidak ada yang terjadi, itu membuat bunga semakin geram pada ibunya sendiri. Kalau saja ibunya menampakan rasa bersalahnya pasti bunga akan mempertimbangkan lagi untuk melaporkan ibunya. Tapi tidak, sopia tidak menyesal sama sekali. Jangan salahkan bunga jika ia akan melaporkan sopia sekarang juga, sopia tidak bisa menerima ini. putrinya sekarat sedangkan orang yang mencelakainya sedang bahagia atas kesakitan putrinya. Bunga seorang ibu, jadi ia akan melakukan apapun untuk putrinya termasuk membuat ibunya masuk penjara dan mendapatkan hukuman yang setimpal.


“bagaimana keadaan stella?” tanya sopia sambil memberikan baju ganti pada bunga, alvaro ingin mencekik sopia tapi ditahan oleh maria. Beruntungnya sopia hari ini karena ada maminya tapi lain kali ia tidak akan membiarkan sopia hidup dengan tenang.


“putriku tidak baik-baik saja, dan orang yang membuatnya celaka harus dihukum sekarang” ujar bunga membuat sopia menganggukan kepalanya.


“baguslah” jawab sopia membuat bunga menggeretakan giginya,


“pak tolong bawa dia,” ujar bunga membuat sopia bingung, kenapa dia harus dibawa.


“lepaskan aku, ku bilang lepaskan!” teriak sopia memberontak, bunga tidak mau menoleh kearah sopia.


“KAU, KAU PIKIR KAU BISA MEMBUAT MAMA MASUK PENJARA! APA HEBATNYA ANAK HARAM ITU HAH!”teriak sopia membuat darah dibadan bunga mendidih seketika ketika sopia mengatakn putrinya anak haram.


“stella bukan anak haram! Dia putriku!” ujar nya tidak terima putrinya dikatakan anak haram.


“putrimu? Sadarlah, dia bukan putrimu dia adalah putri wanita murahan itu!” ujar sopia menunjuka maria, maria yang ditunjuk menjadi sadar sekarang. Alasan kenapa darah mereka sama, makanan yang tidak disukai dan disukai semuanya sama. Lalu kenapa maria baru sadar sekarang. Tuhan kenapa dunia ini begitu membingungkan. Semua orang yang mendengar itu pun kaget dan menatap maria dan bunga bergantian.


“stella putriku, aku yang merawatnya selama ini. dia itu putriku!” ujar bunga menggelengkan kepalanya sambil menangis,


“kau pikir dengan kau merawat dan membesarkan nya, dia itu putrimu? Tidak, sadarlah dia adalah anak wanita yang hampir saja membuat rumah tangga mu hancur. Untuk apa kau mengakuinya sebagai putrimu hah!”


Setelah puas mengeluarkan semua kekesalannya, sopia meminta polisi untuk membawanya dengan suka rela. Sopia sudah melihat kondisi stella sekarang, semoga saja stella tidak selamat. Itulah doa sopia sebelum pergi.


“kenapa kalian merahasiakan semua ini dariku” ujar maria yang sudah bercucuran air mata, bunga menatap maria.


“Apa yang kau maksud?” tanya bunga berlagak tegar


“stella, dia putriku kenapa kalian tidak ada yang memberi tahu ku” ujar maria lagi membuat bunga mengunggingkan senyum sinisnya.


“dimana kau ketika nyawa putri dinyatakan sudah meninggal oleh dokter?” tanya bunga membuat maria bungkam.


“kenapa diam? Jawabannya kau tidak ada disisinya. Coba saja kau ada disisinya pada saat itu maka kau akan melihat keajaiban tuhan. Stella bernafas lagi, jadi jangan beranggap kalau kau ibunya. Karena aku ibunya hanya aku”


Maria terdiam, ia tidak mengingat dimana dia saat itu, saat putrinya dinyatakan oleh dokter telah meninggal. Ia menyesal tidak menyaksikan sendiri keajaiban tuhan untuk putrinya.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....