Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 132



Bab 132


Dorr...dor....


“PAPA! MAMA!”


“PAPAAAAAAA! MAMAAAAAAA! JAHATT! HIKS...HIKS”


Teriak rachel sambil menggedor-gedor pintu kamar stella dan juga alvaro, alvaro menggerutu kenapa putrinya itu menangis pagi-pagi begini,


Tanpa membangunkan alvaro stella langsung bangun dari tidurnya dan langsung memakai gaun tidurnya. Saat ia ingin membuka pintu kamar ia menepuk keningnya, bagaimana bisa ia membukakan pintu kalau alvaro masih belum memakai pakaiannya.


“Sayang bangun dan pakai bajumu” ujar stella membuat alvaro meracau dari tidurnya.


“cepatlah sayang, achel sudah menangis didepan sana!” perintah stella membantu alvaro bangun dari tidurnya.


“ayo cepat sayang, bagaimana jika ada apa-apa dengan achel” ujar stella tidak sabarann lalu memasangkan pakaian alvaro.


Alvaro menghela nafas, ini bukan kali pertama putri mereka membangunkan mereka dipagi buta sambil menangis. alvaro bisa menebak kalau sekarang pasti ada sesuatu yang hilang atau putrinya itu sedang berdrama, atau rachel sedang digoda oleh nathan. Hanya tiga kemungkinan itu saja, karena seperti ini yang terjadi, pasti itu.


Alvaro mengikuti langkah stella yang sudah membuka pintu kamar,


“achel sayang kenapa em?” tanya stella berjongkok didepan rachel sementara alvaro ia berdiri disamping stella.


“mama sama papa jahat!” ujar rachel membuat kedua orang tua muda itu mengerutkan kening mereka.


“jahat kenapa sayang?” tanya stella sambil menghapus air mata putrinya.


“kata paman nathan, mama sama papa sedang bermain membuat adik tapi achel ga diajak. Mama sama papa jahat, achel ga suka” ujar rachel kembali menangis, stella kelabakan lalu memeluk rachel. Sedangkan sekarang alvaro mengangkat kedua bahunya, benar apa katanya sekarang putrinya menangis karena digoda oleh nathan. Dan apa tadi, nathan mengatakan pada putrinya dirinya dan istrinya membuat adik untuk rachel, memang benar tapi tidak perlu berkata begitu pada anak kecil. Awas saja nathan, alvaro akan memberikannya pelajaran.


“benar sayang, sekarang kita akan bermain bersama” ujar stella membuat alvaro mengerutkan keningnya, tidak mungkinkan istrinya mengajak rachel putri mereka untuk bermain membuat adik?


“benal ma?” tanya rachel riang dan tangisnya hilang dalam sekejap, ratu drama sekali.


“iya sayang, kita akan bermain sambil mandi bersama” ujar stella membuat rachel mengangguk antusias tapi tidak dengan alvaro ia menggelengkan kepala.


“papa ikut kan pa?” tanya rachel membuat alvaro menggelengkan kepalanya tidak tertarik.


“biarkan saja papamu sayang, kita berdua saja” ujar stella menggendong rachel dan membawanya kedalam kamar mandi.


“bye papa!” teriak rachel senang dan sambil tertawa riang.


Alvaro terdiam sejenak istrinya itu ada-ada saja bagaimana bisa mereka mandi bertiga, kalau mandi berdua alvaro akan dengan senang hati untuk ikut bahkan alvaro tanpa diajak pun akan ikut dengan suka rela. Tapi, alvaro tidak bisa melewatkan waktunya bersama istri dan putrinya.


“kalian tunggu papa!” teriak alvaro lalu menyusul kedalam kamar mandi, stella berbisik pada rachel.


“apa mama bilang papa mu pasti ikut” bisiknya membuat rachel menganggukan kepalanya lucu.


“iya mam”


“papa siap bergabung” ujar alvaro masuk kedalam bathtub bersama istri dan putrinya.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....