Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 38



Bab 38


Allvaro menganggukan kepala lalu masuk kedalam kamar, alvaro awalnya tidak berniatan masuk kekamar mandi tapi ia rasa stella sudah lumayan lama berendam. Alvaro masuk untuk mengingatkan stella agar keluar dari bathtub nanti stella bisa sakit.


“STELLA!”


Dengan cepat alvaro mengeluarkan stella dari bathtub, jantung alvaro rasanya berhenti berdetak karena melihat bibir stella yang sudah membiru dan juga badannya yang sudah dingin.


“stella buka matamu, kumohon sayang jangan tinggalkan aku.”


“sayang bangun lah kumohon, aku belum mengakui kesalahku padamu” ujar alvaro frustasi lalu melakukan nafas buatan sesekali alvaro menekan dada stella.


“DIANA! PANGGIL DOKTER SEKARANG!”


“sayang bangun, jangan tinggalkan aku. Aku belum mengatakan maaf, maaf karena berani mencintaimu”


“bangun ku mohon, jangan meninggal tanpa mengatakan apapun,sayang. STELLLA!”


“Paman, bisakah kau memberi tahu kalau stella baik-baik saja” mohon alvaro membuat dr. Bambam geleng-geleng kepala.


“paman bahkan belum memeriksanya var, sebaiknya kau keluar paman tidak bisa berkosentrasi memeriksanya”


“tapi paman, bagaiman kalau istriku membutuhkan aku”


“tidak ada tapi-tapian, mau dipriksa atau tidak?” ancam dr. Bambam membuat alvaro dengan terpaksa menganggukan kepalanya.


“tolong pastikan stella baik-baik saja paman”


“paman pastikan dia akan baik-baik saja”


Alvaro keluar dari kamar,


“bukalah matamu, paman tau kau sudah sadar”


Stella langsung bangun dari tidurnya, ia sama sekali tidak bisa berbohong pada bambam.


“katakan apa yang terjadi padamu? Kenapa kau bisa-bisanya kau menenggelamkan diri didalam bathtub?”


“apa hubungan paman dengan alvaro?” stella malah balik bertanya.


“jawab pertanyaan paman stella”


“kakiku keram paman, rasanya kakiku lumpuh mendadak. Aku mengira aku akan mati bukan karena penyakitku tapi karena kehabisan nafas” keluh stella membuat bambam menghampiri stella dan memeluk stella. Bagaimana stella bisa mengatakan kata ‘mati dengan begitu santainya.


“paman bersyukur kau baik-baik saja,”


“tunggu dulu paman, paman belum memberi tahu aku. Apa hubungan paman dengan alvaro?” tanya stella setelah bambam telah melepaskan pelukannya.


“paman, dokter pribadi keluar alvaro”


“oo”


“paman, kenapa lama sekali?” tanya alvaro masuk begitu saja kedalam kamar.


“aku baik-baik saja, terima kasih karena telah mencemaskan aku” potong stella, alvaro tidak bisa berkata apa-apa lagi ia langsung memeluk stella. Ia bersyukur masih bisa melihat stella, tadi rasanya alvaro mau mati ketika melihat stella tidak sadarkan diri.


“paman ini bagaimana”


“apa yang bagaimana?” tanya bambam tidak mengerti apa yang dimaksud dengan alvaro


“kenapa tidak bilang padaku, kalau stella sudah sadar” ujar alvaro tidak suka pada bambam, bambam memaklumi alvaro.


“itu karena dia baru saja sadar, paman baru akan memberitahumu tapi kau keburu datang”


“bohong, jadi paman bagaimana keadaan stella? Apa perlu kita membawanya kerumah sakit?” tanya alvaro membuat stella membelakan matanya.


“stella sudah baik-baik saja, untung cepat ditemukan jika tidak stella pasti akan kenapa-kenapa”


“kau dengar, kalau aku terlambat kau pasti akan....sudahlah lupakan, paman taukan pintu keluar” ujar alvaro sambil menunjuk pintu.


“tidak sopan sekali” komentar bambam membuat stella ikut menganggukan kepalanya.


“terima kasih dokter”


Bambam tersenyum kearah stella lalu pergi dari kamar stella, ia harus kerumah sakit karena ada banyak pasien yang harus ia obati.


“DIANA!” teriak alvaro membuat stella menutup telinganya.


“jangan berteriak bisa?”


“tidak” jawab alvaro menggelengkan kepalanya.


“iya tuan,”


“kenapa kau lama sekali” ujar alvaro kesal


“maaf tuan,”


“lupakan, panggil orang untuk membawa keluar bathtub sialan itu!”


“baik tuan”


“kenapa begitu?” tanya stella bingung


“bagaimana nanti kalau aku mau berendam?”


“tidak ada pakai berendam-rendam lagi, aku tidak mau ambil resiko. Hari ini kau selamat tidak tau besok-besok” kata alvaro keluar dari kamar. Stella bertanya-tanya kenapa dengan nya? Sehat?


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue...