Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 133



Bab 133


Setelah mandi dan mengganti baju pelangi rachel turun dengan bersenandung riang lagu anak-anak ‘pelangi’.


“selamat pagi pelangi dunia” sapa nathan menyambut rachel.


“pagi paman, aunty, jea” sapa rachel dengan riang.


Rachel mengambil kursi disebelah jeamin, jeamin menatap seklilas rachel lalu memberikan susu pada rachel sebelum rachel meminum susunya yang sudah tinggal setengah.


“makasih jea”


“hm”


Tak lama kemudian meja makan kembali berdatangan, maria, sella, dan bima ikut ikut sarapan bersama. Hanya waktu pagi hari dan malam hari keluarga utomo bisa berkumpul bersama karena pada siang hari orang-orang akan sibuk pada urusan masing-masing.


Setelah sarapan orang-orang dewasa sibuk dengan urusan masing-masing, sedangkan jeamin dan rachel mereka duduk didepan televisi sambil menonton kartun karena hari ini mereka libur, mereka hanya 4 hari bersekolah selama seminggu.


“bik, tolong ambilkan cemilan” pinta rachel membuat bik surti menganggukan kepalanya.


“baik non,”


“tolong jus tomatnya sekalian bik” ujar jeamin membuat senyum rachel terbit tapi jeamin tidak melihatnya. Rachel sangat menyukai tomat, jus tomat, tomat dalam sup, tomat mentah, tomat apa saja rachel menyukainya.


“jea” panggil rachel membuat fokus jeamin menonton jadi berkurang


“hm?”


“jea”


“apa chel?” tanya jeamin menoleh kearah rachel, rachel tersenyum ketika bik surti datang membawakan pesananya.


“terima kasih bik”


“iya non”


Rachel meminum jus tomatnya lalu memakan cemilannya, jeamin menghela nafas lalu kembali menonton televisi. Jeamin menunggu-nunggu apa kalimat yang akan dikatakan rachel tapi gadis itu malah mengabaikannya, dasar achel.


Setelah meminum jus tomatnya sekali lagi, rachel memanggil jeamin lagi.


“jea!”


“hm”


“apa?” tanya jeamin berusaha sabar.


“ga jadi, jea nyebelin” ujar rachel membuat jeamin mengangkat kedua bahunya.


“achel! Pagi-pagi sudah minum jus tomat saja, asataga nak” ujar stella menghampiri rachel dan juga jeamin yang sedang menonton upin dan ipin.


“jea yang nyuruh minum aunty” ujar jeamin membuat senyum rachel terbit dan stella hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


Stella meninggalkan keduanya yang sedang menonton, ia harus kembali kekamarnya dan menulis lagi. Semenjak berhenti bekerja dan sakit stella mulai menekuni menulis novel.


Sementara masih diparkiran rumah, alvaro menatap tajam nathan. Nathan yang ditatap seperti itu langsung menepuk pundak alvaro.


“come on bro, mataku masih sehat untuk menerima tatapan tajammu itu” ujar nya diiringi senyuman jahil.


“aku akan membunuhmu! Bisa-bisa kau mengatakan hal aneh pada putriku, dia masih dibawah umur tau” ujar alvaro mengeluarkan kekesalannya yang berasal dari rachel tadi pagi karena ulah dari nathan.


“itu karena aku ingin membangunkanmu, kita ada rapat pagi ini dan itu berahasil” jawab nathan membuka pintu mobilnya.


“tapi gunakan kata-kata lain, astaga”


“kau tidak akan bangun cepat kalau bukan itu, aku mengenalmu lama bro” jawab nathan membuat alvaro menyipitkan matanya kesal.


“mau pergi bersama?” tawar nathan.


“tidak, terima kasih” jawab alvaro menolak mentah-mentah ajakan nathan, sedangkan nathan sekarang sudah benar-benar tertawa karena ia merasa alvaro sangat lucu.


Alvaro menaiki mobilnya, lalu menekan klaksonya berkali-kali.


“cepatlah, katamu kita ada rapat sekarang!” teriak alvaro mengeluarkan sedikit kepalanya.


“yes, sir” jawab nathan lalu memerintahkan supirnya untuk berangkat sekarang.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....