Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 14



Bab 14


Stella langsung pergi kekediaman nadia ketika mendapat telpon dari nadia, ia masih belum percaya dengan apa yang baru saja ia dengar ‘day menghamili anak perempuan orang’.


“mana day mam?” tanya stella setelah sampai dikediaman nadia.


“stel, sungguh aku benar-benar tidak tau akan begini jadinya” jelas day langsung menghampiri stella.


“anak itu, benar atau tidak?” tanya stella


“aku sungguh....”


“aku tanya day jadi jawab iya atau tidak!”


“iya, iya!” jawab day menjambak rambutnya frustasi.


“kau sungguh keterlaluan day, asataga. Mama tidak pernah mengajari mu hal seperti itu” ujar nadia menangis.


“mam, dengarkan day..”


“cukup! Mama tidak mau dengar apa-apa lagi”


“mam,”


“maaf, aku tidak bermaksud membuat kalian ribut seperti ini. aku datang kemari hanya memberi tahu saja aku tidak meminta day bertanggung jawab, kalau begitu aku permisi” ujar wanita itu sambil tersenyum tertahan.


“HEI, SIAPA YANG MENYURUHMU PERGI HAH!” teriak stella membuat wanita itu menghentikan langkah kakinya.


Stella menghampiri wanita itu,


“kenapa?”


“hah?”


“kenapa kau pergi? Pria itu akan bertanggung jawab”


“tapi...”


“stella benar sayang, day akan bertanggung jawab. Kalian akan menikah”


“siapa namamu?”


“june”


“aku akan bertanggung jawab” jawab day setelah memikirkannya, semuanya memang salahnya. Anak yang dikandung june bukanlah kesalahan, day akan menikah dengan june.


-


Stella pulang setelah masalah day terpecahkan, satu minggu lagi pernikahan day dan june akan dilaksanakan meningat nanti perut june akan membesar jadi diputuskan minggu depan. Setelah menghela nafas, ada satu rahasia yang hanya ia dan tuhan yang tau. Stella menyukai day, hanya saja karena day tidak menganggapnya sebagai wanita dengan perlahan stella mundur teratur. Day hanya menganggapnya seorang adik, dan stella tidak akan berharap.


“sudah pulang?” tanya alvaro membuat stella tersadar.


“hm, kau temben sudah pulang?”


“im a boss”


Stella menganggukan kepalanya lalu duduk disebelah alvaro lalu mengganti chenel televisi,


“minggu depan kau sibuk?” tanya stella sambil mencari chenel yang menarik untuknya.


“hm, kenapa?”


“temanku menikah aku tadinya mau mengajakmu pergi bersama, tapi karena kau sibuk jadi aku akan pergi sendiri”


“maafkan aku,”


“tidak apa, aku masuk kamar dulu acara tvnya tidak ada yang bagus”


Stella masuk kedalam kamarnya ia membuka laptopnya, stella menonton drama koreanya.


-


Hari ini kondisi kantor masih sama saja, walaupun beberapa hari lagi day menikah tapi kantor sama saja selalu sibuk.


Stella dapat melihat mia menangis karena day menikah, semua orang kantor tahu kalau mia sangat menyukai day. Ah, cinta yang bertepuk sebelah tangan sama seperti dirinya. Bedanya adalah stella tau dimana tempatnya sedangkan mia tidak.


Stella mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, kepalanya terasa sangat pusing. Dengan gerakan cepat ia membuka tasnya dan meminum obatnya.


Stella menyandarkan dirinya dikursi, setelah kepalanya sudah meningan ia melanjutkan pekerjaannya. Dulu cita-cita stella ingin menjadi dokter tapi karena tidak ada yang mau membiayainya kuliah ia jadinya mengambil jurusan seni budaya, selama masa kuliah hingga wisuda semua biaya kuliah ia yang mencari karena orang tuanya tidak ada yang peduli padanya yang mereka pedulikan hanyalah velle dan selalu velle. Mengingat itu membuat kepala stella sedikit membaik karena motivasi seperti itu menjadi dorongan positifnya untuk terus maju kedepan tanpa melihat kebelakang


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


Tbc