
Bab 118
Bahu dokter bambam melemas karena stella tidak bisa diselamatkan, sekarang ia bahkan menangis bukan karena ia dokter yang selama ini menangani stella tapi sebagai seorang yang telah tahu betapa banyak penderitaan stella.
Istirahatlah yang tenang nak, sekarang penderitaanmu sudah berakhir.
Sekarang yang bambam harus lakukan adalah memberi tahu keluarga stella, bambam menghela nafas dan merapikan jas kebangsaannya.
“detak jantung nona stella telah kembali dok” ujar suster membuat bambam tanda sadar tersenyum lebar,
“pasang kembali peralatannya” perintah bambam membuat semuanya bergerak sesuai dengan intruksi bambam,
Bambam memeriksa stella kembali, dan ia kembali tersenyum ketika stella sudah kembali normal kembali.
“terima kasih karena telah berusaha keras untuk bertahan hidup demi calon anakmu” ujar bambam mengelus kepala stella sayang, tadi memang nafas stella telah berhenti dan karena itu juga stella sudah lebih baik sekarang. Bagi bambam, stella bisa kembali bernafas adalah keajaiban dari Tuhan, dan bambam bersyukur karena itu,
Bambam keluar bersama dokter dan suster yang membantunya, stella telah dipindahkan keruang inap sekarang.
“bagaimana keadaan stella kami dok?” tanya alvaro membuat bambam tersenyum lalu menepuk pundak alvaro,
“dia adalah wanita kuat, bukan hanya sekali dua kali stella mengalami hal seperti ini. stella berhasil melewati masa kritisnya, sekarag tinggal menunggu stella siuman.”
Orang-orang yang menyayangi stella bernafas lega semuanya, mereka bersyukur karena stella mampu melewati masa kritisnya.
“terima kasih paman” ujar alvaro memeluk bambam,
“sama-sama, itu adalah tugas paman sebagai dokter untuk memastikan pasiennya selamat” jawab bambam,
“bam,” panggil bunga membuat bambam menghentikan langkahnya, bunga cepat-cepat menghapus air matanya.
“kenapa?” tanya bambam sambil mengangkat satu alisnya, satu kebiasaan bambam yang tidak bisa hilang ketika sedang berbicara pada bunga.
“dok, dokter ada jadwal operasi setelah ini” ujar suster mengingatkan bambam, bambam tersenyum kaku dan menatap bunga sambil menggelengkan kepalanya,
“aku akan menunggu, kau selesaikan operasimu” ujar bunga membuat bambam tersenyum lebar lalu berpamitan pergi, bram pria itu tidak suka melihat interaksi anatara istrinya dan bambam. Walaupun mereka teman atau sahabat semua itu bullshit karena tidak ada persahabatan antara wanita dan pria. Dan bram tidak menyukai itu, apalagi bram sudah tahu kalau bambam selama ini menyukai bunga walaupun ia sudah menikah.
Bunga yang tersadar karena disenggol oleh maria langsung mengikuti maria datang keruang inap stella.
“apa yang ingin kau bicarakan pada nya?” tanya maria membuat bunga menatap maria,
“Sesuatu yang penting, nanti jika bambam setuju maka akan ku beri tahu padamu” jawab bunga membuat maria menganggukan kepalanya.
Kriukk....kriukk...
Bunga hampir memecahkan tawanya ketika mendengar suara perut maria yang berbunyi tanpa ia minta. Maria tersenyum malu,
“aku lapar, kau tau kita belum makan dari tadi” jawab maria,
“mari kita isi perut, yah mau ikut mencari makan atau tidak?” tanya bunga membuat bram langsung menggelengkan kepalanya,
“titip minum saja”
“oke”
Maria dan bunga mencari makanan yang bisa mengganjal perut dan bisa dibagi-bagi dengan yang lainnya.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....