
Bab 131
Sesuai janji nya tadi setelah sampai didepan rumah jeamin kembali menggendong rachel sementara sean yang membawa tas mereka bertiga.
Nathan sendiri tidak bisa berkata-kata karena rachel maupun jeamin tidak ada yang mau kalau nathan yang menggantikan jeamin menggendong rachel. Nathan hanya memperhatikan mereka bertiga dari belakang, yang satu ratu drama, yang satu balok es dan yang satu lagi raja drama dan juga tukang jahil. Mereka bertiga memang komplit jika digabungkan, karena mereka saling melengkapi satu sama lain.
“jea” panggil rachel tepat ditelinga jeamin
“hm”
“achel belat ya?” tanya rachel pelan
“ga”
Jeamin mendudukan rachel disofa, setelah itu ia mengambil kota obat. Sementara itu sean dan nathan sama-sama serempak masuk rumah, sean langsung duduk disebelah rachel.
Tak lama kemudian jeamin datang dengan kotak obatnya, dengan perlahan jeamin mengobati lutut rachel karena rachel kebanyakan meringin membuat jeamin harus lebih ekstra hati-hati.
“achel kenapa?” tanya stella yang baru saja pulang dari mengantarkan makan siang untuk alvaro.
“jatoh mam” jawab rachel membuat stella cemas,
“karna tali sepatu achel lepas?” tanya stella membuat rachel menganggukan kepalanya.
“mulai besok achel pakai sepatu yang tidak pakai tali agar tidak terjatuh lagi” ujar stella sambil tersenyum lembut.
“tadi jea gendong achel mam, jea juga yang mengobati luka achel” ujar rachel menunjuk jeamin, stella menatap jeamin lalu mengelus sayang kepala jeamin. Keponakannya ini walaupun cuek tapi sangat perhatian orangnya.
“Sean juga aunty, sean yang membawa tas jea sama achel” ujar sean membuat stella juga mengelus sayang kepala sean.
“sean kenapa?” tanya stella karena hanya sean yang tidak menjawabnya
“masa sean harus pulang dulu aunty” jawabnya lemas
“kan lumah sean didepan” ujar rachel membuat sean cemberut, dan itu berhasil membuat stella tertawa.
“jauh achel, nanti kalau sean sampai kesini lagi achel sama jea udah makan gimana? Sean ga mau makan sendiri”
“sudah tidak usah pulang, untuk sementara pakaii baju jea aja. Jea bolehkan?” tanya stella membuat jeamin menganggukan kepalanya.
“makasih jea, jea memang sahabat sejati sean” ujar sean berlari kearah jeamin.
“jea Cuma pinjamin baju, ga usah lebai” jawab jeamin tapi tidak melunturkan senyum diwajah sean, karena bagi sean jeamin dan rachel adalah sahabatnya.
Setelah berganti pakaian mereka makan bersama dan lagi-lagi meja makan dipenuhi oleh celotehan sean dan juga rachel sedangkan jeamin hanya sesekali menyahuti mereka berdua sisanya jeamin fokus memakan makan siangnya.
Rachel mengambil telur dari piriang jeamin padahal telur mata sapi buatan stella masih banyak dipiring lainnya. Jeamin tidak mengeluarkan kata-kata ia mengambil telur lagi tanpa berdebat dengan rachel jika ia marah dan berdebat dengan rachel, gadis itu akan senang karena berhasil menggodanya untuk marah.
Rachel menghela nafas lalu mengambil telur jeamin lagi, jeamin menatap rachel sekilas lalu mengambil telur lain lagi.
“ah, jea ga seru” ujar rachel membuat sean ikut menganggukan kepalanya. sean setuju kalau jeamin tidak seru orangnya.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....