Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 82



Bab 82


Maafkuen karena part 81 nya kebanyakan, authornya auto ngatuk subuh tadi wkwk.


So enjoy it now.


Maria tidak bisa berkata-kata lagi ketika alvaro dan stella memutuskan untuk pulang keapartemen mereka,


“sering-sering berkunjung” akhirnya hanya kalimat itu yang keluar dari mulutnya, stella tersenyum dan menganggukan kepalanya.


“iya mi, kami pulang bye mami” jawab stella mencium pipi kana dan kiri maria,


Maria masuk kedalam rumah setelah mobil yang membawa stella dan alvaro hilang ditikungan,


Alvaro langsung berangkat kekantor setelah mengatar stella pulang, sedangkan stella setelah sampai diapartemen ia langsung tidur dikasur santai diruang televisi, ia begitu merindukan dramanya yang sudah lama tidak ia tonton.


“mau saya siapakan cemilan nyonya?” tawar sekar menghampiri stella, stella menganggukan kepala itu bukan ide yang buruk.


“boleh, sekalian es jeruk ya” pinta stella yang langsung diangguki oleh sekar.


Stella mencari channel yang menayangkan drama koreanya, stella hampir melempar remot televisi ketika acara drama nya diganti dengan acara penghargaan.


“silahkan nyonya” ujar sekar membuat stella berterima kasih pada sekar.


Stella menatap cemilan dan es jeruknya, sayang sekali untuk dilewatkan. Akhirnya stella masuk kedalam kamarnya dan menyetel dvd dikamarnya menonton drama korea goblin yang sudah ia tonton berkali kali.walaupun sudah berkali-kali ia tonton tapi tetap saja membuat stella tidak bosan menontonnya, ada sedih, bahagia yang bercampur.


Stella menghabiskan semua cemilannya ia bahkan kembali kedapur sendiri mengambil tambahan cemilan dan es jeruknya lagi.


“di, tolong ingatkan aku, pukul 11.30 aku akan mengantarkan makan siang untuk alvaro” ujar stella membuat diana menganggukan kepalanya.


Stella kembali melanjutkan menontonnya, stella bahkan menangis ketika diadegan goblinya menghilang menjadi api.


Stella tidak bisa membendung air matanya karena melihat itu, jika stella menjadi wanita pengantin goblin itu mungkin stella tidak bisa hidup.


Stella menghapus air matanya ketika diana mengetuk pintu kamarnya dan mengingatkan bahwa ia harus kekantor alvaro.


Stella bersiap-siap, ia mandi dengan cepat dan mengganti pakaiannya. Hari ini stella memakai dress biru muda selutut dengan cadirgan wanra hitam.


“sudah, nyonya hanya tinggal membawanya saja” jawab diana menyerahkan bekal makan siang untuk alvaro.


“terima kasih di”


“sama-sama nyonya,”


Stella diantar oleh supirnya menuju kantor alvaro, walaupun sudah pernah datang kesana tapi stella masih belum hapal jalan menuju kantor alvaro.


Alvaro sudah menunggu stella, karena tadi ia yang meminta stella untuk mengantarkan nya makan siang.


“sayang,” sapa alvaro mencium pelipis stella,


“aku tidak terlambatkan?” tanya stella membuat alvaro menggelengkan kepalanya,


“kau tepat waktu sayang,”


Stella tersenyum mendengar jawaban dari alvaro, alvaro membawa masuk stella dengan menggandeng mesra stella, dan stella berhasil menjadi pusat perhatian. Karena menikah dengan alvaro banyak yang bertanya-tanya kenapa alvaro menikah dengan stella padahal alvaro dan clara sudah seperti pasanagan yang menikah.


Stella menyiapkan makan siang untuk alvaro dan juga dirinya, karena makan cemilan walaupun banyak kalau belum makan nasi itu namanya ganjalan perut.


Alvaro merasa senang karena stella menurutinya membawakannya makan siang, padahal tadinya alvaro kira stella tidak akan mengantarkan makan siang untuknya.


Setelah makan stella langsung menyender pada sofa membuat alvaro geleng-geleng kepala, alvaro membereskan sisa makan mereka.


“biar aku saja” ujar stella membuat alvaro menggelengkan kepalanya,


“kau duduk saja sayang, biar aku saja”


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....