Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 43



bab 43


alvaro tidak masuk kerja hari ini karena ia menjaga stella, alvaro juga sudah menelpon perusahan dimana stella bekerja bahwa hari ini stella demam sehingga tidak bisa masuk kerja.


Alvaro tidur disebelah dan memeluk stella erat, alvaro bahkan bisa merasakan badan stella yang masih panas.


Stella bangun pukul 3 sore dan menemukan alvaro tertidur sambil memeluknya, tenggorokan stella haus dan air minum dikamarnya sudah habis. Ingin membangunkan alvaro stella tidak tega, dengan pelan stella melepaskan pelukan alvaro.


Krukk...kriukkkk...


Stella menutup mulutnya hampir saja tawanya keluar karena mendengar suara perut alvaro, pria ini pasti kelaparan karena menungguinya demam.


Badan stella sudah enakan, kepalanya juga tidak pusing lagi. Ia kedapur mengambil minum dan segera meminumnya karena ia sangat haus.


“nyonya” panggil diana hampir membuat stella tersedak air minum


“kenapa?” tanya stella meletakan gelasnya.


“nyonya sudah baikan?” tanya diana membuat stella mengangukan kepalanya.


“di, tolong ambilkan nasi dan lauk”


“baik nyonya”


Sementara menunggu diana, stella duduk dikursi makan sambil menatap gelas yang tadi ia gunakan.


“nyonya” ujar diana memberikan apa yang diinginkan stella tadi.


“terima kasih” ujar stella membawa makan untuk alvaro.


“aku kira kau pergi” ujar alvaro ketika sadar stella sudah bangun dari tidurnya,


“tidak, aku membawakan mu makan” jawab stella duduk disisi ranjang dan memberikan makanan pada alvaro.


“bagaimana keadaanmu? Masih pusing?” tanya alvaro meraba kening stella. Dengan lembut stella menurunkan tangan alvaro.


“aku sudah baik-baik saja” jawab stella


“mau aku suapi?” tawar stella membuat alvaro menganggukan kepalanya. Alvaro meresa mereka sedang bertukar peran, siapa yang sakit siapa juga yang makan disuapi.


“tadi aku mendengar suara perutmu, pftttt” ujar stella sambil tertawa renyah, alvaro seketika terpesona akan tawa itu.


Makanan alvaro sudah habis, stella kembali kedapur mengembalikan piring sisa makan alvaro sedangkan pria itu mandi karena ia dari pagi tidak mandi, alvaro gerah.


Stella duduk diruang tv, tapi stella tidak menonton drakornya melainkan membaca majalah. Entahlah hari ini ia sangat malas menonton, tidak mood.


“nyonya teh anda” ujar sekar meletakan teh diatas meja


“terima kasih” ujar stella sambil tersenyum


“sama-sama nyonya”


Stella menikmati tehnya sambil membaca majalah, ia sudah seperti istri orang kaya saja. Ah, benar dia memang istri orang kaya.


Sebenarnya tidak ada yang menarik didalam majalah, stella hanya membuka-buka saja ingin mengetahui sensasi membaca majalah. Stella pikir membaca majalah itu menyenangkan tapi setelah mencoba nya sendiri ternyata tidak seru..


Sebenarnya apa yang dilihat dari majalah? Ada yang menarik, stella menemukan foto ji chang wook didalam majalah difoto ji chang wook sedang mengiklankan parfum.


Akhirnya stella menemukan hal yang menyenangkan dari membaca majalah,


“ada yang menarik perhatianmu em?” tanya alvaro duduk disebelah stella, stella sangat salut pada alvaro karena mandi sangat cepat. Lain dengan stella ia membutukan waktu lama untuk mandi.


“ada, ini” ujar stella menunjukan foto ji chang wook


“apa yang menarik dari pria ini, jelas-jelas suamimu ini lebih tampan” ujar alvaro mengambil majalah dari tangan stella.


“sebentar, aku akan melihatnya sebentar lagi” ujar stella mengambil alih majalah


“sayang, kau harus tau suami mu ini tidak boleh diangguri” ujar alvaro mendekat lalu mencium stella bertubi-tubi membuat stella tertawa karena geli.


Ting..tong...


“siapa? menganggu saja. DIANA!”


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


Tbc...