Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 106



Bab 106


Velle menghampiri bundanya yang sedang menonton televisi sendirian,


“bun?” panggil velle membuat bunga langsung menoleh kearah velle.


“kenapa sayang?” tanyanya


“hmmm.....emm...” ujar velle ragu untuk bercerita pada bunga.


“cerita pada bunda, bunda akan memberikan saran padamu” ujar bunga, ia paham sekali putrinya ini ada yang ia ingin bicarakan,


“begini bun, bagaimana kalau pernikahan velle dibatalkan saja” ujar velle menatap velle dalam,


“memangnya kenapa em?” tanya bunga menggelengkan kepalanya,


“karena velle tidak mau bun, velle merasa jadi kakak yang bahagia diatas kesakitan adik velle” jelas velle membuat bunga mengerti,


“jangan, jangan dibatalkan. Karena kalau stella mengetahui kau membatalkan pernikahannya stella akan merasa bersalah padamu” ujar bunga, velle jadi dilema sekarang.


“tapi bun, velle akan membatalkannya. Velle yakin nathan akan mengerti” ujar velle yakin dan bunga tidak bisa berkata-kata lagi.


“lalu kapan pernikahan kalian akan terjadi?”


“setidaknya ada secercah harapan untuk stella sembuh bun” jawab velle yakin,


“baiklah, jika itu keputusanmu bunda bisa apa” ujar bunga membawa velle kedalam pelukannya.


Tidak, stella tidak bisa membiarkan pernikahan kakaknya batal karena dirinya. Stella mendengar semuanya apa yang dibicarakan velle pada bunga. Tadinya ia ingin minum tapi tidak jadi karena melihat kakak dan bundanya diruang tengah, awalnya stella ingin menghapiri mereka tapi tidak jadi karena velle sudah mulai bercerita pada bunga.


“auh,” stella merasakan keram pada perutnya belum lagi kepalanya terasa sangat pusing. Stella tidak bisa menahan kepalanya yang pusing, ia jatuh pingsan.


Bunga dan velle mendengar ada suara kerusuhan dari kamar stella, dengan cepat mereka datang kekamar stella dan menemukan stella sudah tidak sadarkan diri.


Mereka langsung membawa stella kerumah sakit, mereka bahkan tidak sempat membersihkan darah yang mengalir dari hidung stella. Bunga maupun velle sangat khawatir terhadap stella sekarang jadi pikiran mereka bleng sesaat.


Alvaro meninggalkan rapat pentingnya dan langsung kerumah sakit, alvaro menjadi orang terakhir yang tau kalau stella masuk rumah sakit karena ponsel alvaro disilent.


Mereka berdoa agar tidak ada yang terjadi pada stella, bunga menangis sambil memeluk bram. Stella mereka bahkan sudah mulai makan dengan lahap lalu kenapa ini terjadi pada stell mereka.


“stella sekarat berdoa pada Tuhan semoga stella sadar malam nanti jika tidak stella akan koma, dan ini bukan koma biasa. Stella bisa saja tidak bangun dari komanya” ujar bambam membuat semua orang terdiam, mereka tidak bisa membiarkan stella koma.


Maria bertambah sedih, baru beberapa bulan saja ia merasakan jika ia memiliki seorang putri dan Tuhan begitu jahat padanya karena ingin mengambil stella lebih cepat darinya. Apa karena kesalahan dimasa lalu sehingga Tuhan begini padanya.


Alvaro tidak bisa menjaga imegnya sebagai pria, ia menangis ia belum siap mendengar keyataan stella akan pergi darinya.


Sepertinya pilihan velle benar, ia akan membatalkan pernikahannya dengan nathan dan ia akan menjaga adiknya.


Bram, pria itu tidak bisa berkata-kata ia terus memeluk bunga dan menenangkan bunga yang tidak bisa berhenti menangis.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....