
Bab 127
“JEA!” teriak rachel senang ketika jeamin anak dari velle dan nathan menyambut kepulangan rachel dan keluarga dari belanda,
“achel kangen pake banget sama jea” ujar rachel memeluk jeamin, jeamin geleng-geleng kepala padahal kemarin mereka saling vidio call tapi rachel masih saja mengatakan merindukan jaemin, berlebihan sekali.
“jea ga kangen achel?” tanya rachel mulai berdrama lagi, membuat jeamin memutar bola matanya dengan malas,
“ga usah drama deh chel” ujar nya membuat rachel langsung cemberut.
“chel, chel panggil achel kakak jea!” ujar rachel mengoreksi perkataan jeamin tadi.
“kita cuma beda 2 bulan jadi ga perlu panggil kakak, geli” jawab jeamin meninggalkan rachel dan ikut masuk dengan yang lainnya.
“jea! Tungguin achel ih!” teriak rachel mengejar jeamin dan berjalan mendahului jeamin, jeamin dibelakang rachel hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah rachel, sepupunya itu memang ratu drama. Rachel bahkan telah mengklem dirinya adalah artis papan atas bersama sean anak june dan day mereka berdua terlihat kompak lain dengan jeamin ia lebih fokus pada pelajaran disekolah karena jeamin adalah siswa yang cerdas.
Sedangkan dikediaman june dan day sekarang sean sedang menangis sambil guling-guling dilantai dan tidak mengenakan pakaiannya.
“sean sayang kita mandi ya” ujar june membujuk sean dengan lembut.
“ga mau bunda, sean mau main sama achel sean maunya manda sama achel ga mau sama bunda” jawab sean masih dengan guling-guling dilantai,
June memutar bola matanya dengan malas, sebenarnya ia mengidam apa sehingga putranya jadi begini. Beda sekali dengan jeamin yang anteng june bahkan mengharapkan dean anteng seperti jeamin tapi putranya tetap putranya yang paling ah entahlah.
“setelah mandi kita langsung kerumah main kerumah achel, tapi sekarang sean harus mandi bareng bunda” ujar june, tapi sean kecil menggelengkan kepalanya.
“ga mau bunda,”
“mandi dulu baru kerumah achel atau tidak sama sekali” ancam june membuat sean langsung berdiri dan berhenti menangis, bahkan tanpa diminta dua kali pun sean langsung masuk kedalam kamar mandi,
“sean mandi sendiri” ujarnya langsung mandi tanpa menutup pintu kamar mandi, lagi-lagi june hanya bisa geleng-geleng kepala. Drama sekali,.
Sesuai janji june tadi sekarang sean sudah berada dirumah rachel diantar oleh june, lihatlah sekarang bahkan pria kecil itu sudah bermain dengan asik bersama rachel. Mata june tertuju pada jeamin yang sedang bermain game sendiri sesekali pria kecil itu menanggapi perkataan rachel.
“june, diminum” ujar stella membuat june sadar lalu tersenyum pada stella,
“maaf karena main kesini secara tiba-tiba” ujar june menyesal,
“tidak apa, lagian kan itu maunya anak-anak. Ah, bagaimana jika kalian pindah disebrang sini. Penghuninya baru saja pindah dan menjual rumahnya” ujar stella karena tetangga depan rumah mereka baru saja pindah kemarin,
“benarkah, ide bagus aku akan berdiskusi dengan day tentang ini karena sean sering mendadak minta bermain dengan rachel jadi kalau rumahnya dekat kan tidak perlu repot mengantarnya pergi sendiri juga bisa”
“kau benar, bukankah lebih baik jika kita hidup berdampingan”
“jea! Coba cicip enak atau tidak” ujar rachel memberikan jeamin cangkir kosong, jeaming menatap rachel datar lalu berpura-pura minum.
“sangat enak, pergilah aku sedang bermain”
‘oke, jea kerja yang benar ya”
“hm”
Tawa june dan stella pecah, kerja apanya? Jeamin hanya bermain game, yang benar saja.
“jeamin jadi seperti itu keturunan siapa?” tanya june membuat stella sedikit berpikir, stella juga bingung velle kakaknya cuek tapi tidak secuek jeamin, nathan ah pria itu tidak usah ditanya nathan orangnya selengean sekarang saja dia bertingkah sok cool.
“tidak tau, tapi yang pasti jeamin akan menjadi anak yang cerdas” jawab stella yakin,
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....