
Bab 67
Orang-orang yang menyanyangi stella dikagetkan oleh kedatangan polisi, alvaro yang pertama kali berdiri.
“hukum orang yang menabrak istriku seberat-beratnya, kalau perlu hukuman mati sekalian” ujar alvaro membuat maria langsung menarik alvaro duduk kembali.
Alvaro menatap ibunya membuat alvaro mendapat tatapan tajam dari maria.
“kau diam saja, biar orang waras saja yang mengurus semua” ujar maria sengaja mengatakan orang waras karena saat ini alvaro kurang waras. Maria menghela nafas karena alvaro tidak bereaksi, kalau sekarang posisi alvaro sedang baik maka ia akan marah dikatakan tidak waras.
“ini, foto dari lokasi kecelakaan. Pemilik mobil sudah ditemukan setelah kabur, untuk info mobil nona stella rem nya tidak berfungsi itu yang menyebabkan ditabrak mobil dari belakang dan anak yang diselamatkan nona stella sekarang baik-baik saja. Untuk sementara ini hanya itu yang dapat kami berikan, untuk lebih lanjut ibu dan bapak bisa datang kekantor polisi”
Bunga mengambil foto itu dan mengamatinya, ia seperti tau dimana stella putrinya mengalami kecelakaan. Ini didekat rumahnya, otak bunga bekerja dengan cepat sepertinya ada yang tidak beres dari kecelakaan putrinya.
“pak, bisa tunggu disini sebentar. Aku ingin bapak bertemu dengan pelaku yang asli” ujar bunga membuat semua orang menoleh kearahnya. Bunga tidak membuang waktunya ia menelpon bik surti pembantu rumah tangganya memintanya untuk datang kerumah sakit membawa rekaman cctv dimana mobil stella diparkirkan. Bunga tau betul ibunya itu adalah orang yang tidak segan-segan menyakiti stella. Ibunya adalah tipe orang yang kejam, pernah mendengar orang baik yang tersakiti. Sopia meresa dirinya seperti itu, padahal sopia tidak sama sekali tidak tersakiti hanya saja sopia merasa disini dialah korbannya. Bunga sama sekali tidak bisa membayangkan sifat itu turun kepada kedua putrinya, tidak itu tidak akan terjadi.
Sementara, dirumah setelah mendapat telpon dari nyonyanya, bik surti mengambil pakaian ganti dan juga keranjang belanjaan untuk pergi kepasar. Pesan bunga tadi sopia jangan sampai mengetahui semua yang ia lakukan.
“mau kemana kau?” tanya sopia ketika melihat bik surti keluar dari kamar bunga dan bram.
“saya.. anu saya mau ke anuu” jawab bik surti gugup membuat sopia menatapnya dengan tajam
“maksud saya, saya mau mengantarkan pakaian ganti untuk tuan lalu saya akan belanja kepasar” jawab bik surti dengan lancar.
“oh begitu, pergilah” ujar sopia mempersilahkan bik surti pergi, tapi detik kemudian otaknya mulai bekerja.
“biar aku saja yang mengantarkan itu, kau pergi kepasar saja” ujar nya membuat bik surti menyarahkan pakaian ganti milik bram pada sopia.
Setelah itu bik surti menaiki taksi yang sudah dipesankan oleh bunga, surti menghela nafas lega. Untung saja tadi nyonyanya menyiapkan rencana B yaitu bila rencana A gagal maka ia harus menggunakan alasan pergi kepasar untuk menyerahkan rekaman cctv dari stella datang hingga stella pergi.
Sementara sopia masih menikmati wine nya, sambil menonton televisi. Nanti ia akan mengantar pakaian ganti untuk bram. Sopia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau stella sudah celaka. Senang rasanya bisa melihatnya secara langsung. Ada kepuasan tersendiri baginya. Katakanlah dia jahat, memang sopia memang orang jahat.
Sopia meneguk habis wine nya hingga kandas, ia harus kerumah sakit sekarang untuk melihat stella. Setelah mematikan televisi, sopia menganti pakaiannya. Ia harus berdandan elegan untuk ini.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....