Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 100



Bab 100


Bunga menghela nafs lega ketika sudah masuk kedalam mobilnya, iya lega karena terbebas dari situasi canggung antara dirinya dan juga maria.


Bunga melajukan mobilnya keluar dari kediaman rumah maria, ia melakukan mobilnya menuju rumahnya sendiri.


Seperginya bunga, maria langsung memberesan sisa minuman dan cemilan yang ia siapakan untuk bunga.


“mi?” panggil stella lemah ketika maria sudah berada diambang pintu,


“kenapa sayang?” tanya maria mendekat dan meletakan nampannya diatas meja.


“kepala stella sangat pusing mi” ujar stella memejamkan matanya menahan sakit,


“mami panggil kan bambam dulu, kamu tunggu sebentar ya”


“mi?” ujar stella menahan maria pergi


“kenapa sayang? Kepalamu bertambah sakit?’ tanya maria cemas,


“temani stella tidur mi, tidak usah memanggil paman bambam. Nanti juga pusingnya hilang” ujar stella membuat maria langsung naik kekasur dan menemani stella tidur.


Stella tidur dengan memeluk maria membuat dada maria menghangat,


Pukul 4 sore alvaro sudah membereskan barang-barangnya, ia harus pulang sekarang. Karena ia ingin menghabiskan banyak waktu dengann istrinya, alvaro sekarang jarang pulang malam paling lambat pulang kerumah pukul 18.00. semuanya ia kerjakan pagi sampai siang bahkan alvaro menambah sekretarisnya menjadi 3 agar pekerjaannya sedikit terbantu.


Alvaro tersenyum ketika melihat kedua wanita yang ia cintai tidur bersama, seketika lelah diwajah alvaro hilang.


Sementara dikediaman bram, bunga disambut hangat oleh velle dan juga bram tapi bram tidak menunjukan sikap itu.


“selamat kembali bunda” ujar velle senang dan langsung memeluk bundanya,


“bunda hanya pergi sebentar, kau jangan lebai” ujar bunga membuat velle cemberut kesal,


“kau sudah kembali?” tanya bram membuat tawa bunga hampir pecah, pertanyaan macam apa itu sudah jelas sekrang bunga ada disini kenapa pertanyaan bram membuatnya ingin tertawa.


“yah pertanyaan ayah sangat lucu” jawab bunga tersenyum dan itu menular pada bram, melihat bunga tersenyum seperti ini membuatnya ingin iut tersenyum juga.


“bunda lapar” renge velle seperti anak kecil, bram geleng-geleng kepala atas sikap putrinya.


“baiklah bunda akan memasakan makanan kesukaan kalian” jawab bunga mengedipkan sebelah matanya genit membuat tawa velle dan bram pecah.


“masakan bunda memang paling lezat dan kami merindukan masakan bunda selama dua minggu ini” ujar velle mengangkat sendoknya diudara.


“velle benar” jawab bram spontan membuat jantung bunga kembal berdeta pada bram, bunga sangat ingin mlupakan bram tapi itu mustahil bagi bunga arena lambat laun bukannya cinta hilang tapi makin bertambah besar.


“tu kan bun, ayah berkata benar”


“kalian kompak sekali kalau masalah ini” komentar bunga geleng-geleng kepala.


Maria bangun dari tidurnya karena jam sudah menunjukan pukul 8 malam,


“sudah pulang?” tanya maria pada alvaro yang sedang duduk sambil membaca koran


“sudah dari 5 jam yang lalu” jawab alvaro sambil melihat jam tangannya,


“astaga mami ketiduran, kenapa tidak membangunkan mami” omel maria membuat alvaro memutar bola matanya dengan malas.


“karena mami tidurnya nyenyak sekali,”


“mami belum masak makan malam, astaga”


“mi” panggil alvaro


“hm?”


“kita banyak pelayan biarkan mereka yang memasakk, mami sesekali bersantai” ujar alvaro


“tetap saja mami ingin memastikan kalian makan dengan aman”


“memangnya masakan mereka ada racunnya?”


“ya tidak begitu, ah sudah lupakan. Mami harus memasak sekarang”


“bibik sella sudah memasak mam, sekarang pasti sudah siap semuanya” ujar alvaro membuat maria menghela nafas lega,


“kau ini, kenapa tidak bilang kalau bibikmu yang memasak” ujar maria keluar dari kamar stella dan alvaro. Alvaro mengangkat kedua bahunya atas sikap maria.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....