
Bab 63
Sedangkan dirumah sakit, bram membantu membereskan barang-barang bunga karena siang nanti.
Bunga merasa sangat lega karena ia sudah dibolehkan pulang dari rumah sakiy. Bunga merasa sangat membosan kan sekali berada dirumah sakit. Dulu bunga sangat menyukai rumah sakit karena itu tempat dimana ia bekerja. Iya, bunga adalah dokter tapi ia mengundurkan diri. Tidak ada yang salah dengan pengunduran dirinya hanya saja ia merasa sudah saatnya berhenti.
Rumah sakit baginya adalah tempat menyembuhkan pasien bukan menjadi pasien, bunga sudah menolak dibawa kerumah sakit tapi bram memaksanya. Disitu bunga merasa terharu, suaminya itu susah sekali perhatian tapi dihari ia sakit bram yang membawanya kerumah sakit. Bram masih belum melupakan cinta pertamanya bunga mengerti itu.
Bunga juga tidak ingin menikah dengan bram, bukan karena bunga tidak mencintai bram tapi karena ia tidak mau menghianati sahabatnya maria. Karena sama-sama mabuk dan bertemu secara kebetulan diclub malam, mereka melakukan cinta satu malam. Dan karena cinta satu malam itu hadir nya velle. Bunga harus egois antara mengkhianati sahabatnya atau jika tidak putrinya akan lahir tanpa ayah. Bunga tidak mau, cukup dirinya saja yang hidup tanpa dibesarkan seorang ayah anak nya jangan. Bunga tau betul kerasnya hidup tanpa dibesarkan oleh seorang ayah, anaknya jangan sampai seperti itu.
Kalau bukan karena kesalahan mereka, maria dan bram pasti sudah bahagia sekarang. Mungkin bunga juga hidup bahagia walaupun tidak bersama bram. Tapi waktu tidak bisa diubah kalau bisa bunga ingin memutar waktu dimana ia mabuk agar tidak menimbulkan kekacauan dimasa depan ini.
Sedangkan dirumahnya maria telah menyiapkan hadiah untuk ulang tahun alvaro besok, maria sengaja menyiapkannya sehari sebelum hari ulang tahun alvaro karena memang selalu begitu.
Setelah sudah membungkus kadonya maria mengambil tasnya, ia harus keapartemen putranya sekarang.
Maria tersenyum hangat ketika diana membukakan pintu untuknya,
“selamat datang nyonya,”
“terima kasih di” ujar maria berjalan masuk kedalam kamar alvaro.
Senyuman diwajah maria hilang ketika melihat ada tas yang sama yang ia belikan untuk stella. Lalu kenapa disini? Alvaro sudah tinggal bersama clara? Tidak mungkin, karena putrannya itu bahkan tidak pernah membawa satupun barang wanita keapartemennya. Lalu apa ini tas stella.
Karena penasaran, maria memeriksa semua lemari yang ada dikamar alvaro. Mulutnya menganga lebar ketika menemukan pakaian wanita disebelah pakaian putranya, ada jam tangan wanita disebelah jam tangan alvaro, dan maria menemukan barang-barang laiinya seperti pembalut wanita serta masih meja rias khusus dikamar alvaro. Sudah jelas itu semua bukan milik clara, karena maria kenal betul barang-barang apa yang digunakan clara.
“katakan, siapa wanita yang tinggal bersama alvaro? Kenapa ada banyak sekali barang-barang milik wanita dikamarnya” tanya nya membuat diana mengerutkan kening. Kenapa nyonya tidak tau kalau tuannya sudah menikah.
“semua itu milik nyonya stella” jawab diana membuat udara disekitar maria mendadak lenyap.
“nyonya stella?” tanya maria membuat diana menganggukan kepalanya
“tuan dan nyonya stella sudah menikah dan mereka tinggal bersama jadi semua barang yang nyonya maksud adalah barang nyonya stella.”
Badan maria menjadi lemas, kenapa putranya tidak memberitahu nya kalau putranya sudah menikah. Disini maria merasa merasa terhianati oleh putra nya sendiri.
Berarti kecurigaanya selama ini tentang stella benar, tapi kenapa? Kenapa alvaro tidak menikah dengan clara mereka bahkan sudah tunangan.
Bukan, bukan karena maria tidak menyukai stella hanya saja kenapa mereka tidak memberi tahu nya ketika alvaro dan stella datang berkunjung. Lalu kenapa stella mengenalkan diri sebagai teman alvaro? Ada apa ini semua,?
Diana datang memberikan minum untuk maria, tapi maria menggelengkan kepalanya.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....