Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 84



Bab 84


Untung stella dan alvaro sudah didalam mobil sewaktu hujan turun, karena jika tidak mereka akan terjebak karena tidak membawa payung.


Stella menatap hujan dari jendela mobil, apa yang menyebabkan nya membenci hujan? Stella meningat kenangan pahit ketika hujan. Dan stella teringat akan itu sekarang. Pada saat sopia meninggalkannya distastiun kereta.


Flashback


Stella yang baru berumur 5 tahun diajak oma nya jalan-jalan mereka membeli banyak mainan. Disitu stella kecil berpikir kalau omanya adalah orang yang baik, tapi pada saat bersamaan sopia meninggalkannya distastiun kereta.


“oma akan membelikan mu makanan, kau tunggu disini sebentar ya” ujar sopia membuat stella kecil menganggukan kepalanya.


Stella menunggu sopia sambil bermain boneka berbie yang tadi diberikan oleh sopia. Stella tetap menunggu tapi sopia sudah pulang kerumah.


Stella berada distastiun kereta hingga malam hari, hingga tidak ada orang lagi distastiun. Mungkin ada tapi hanya sedikit dan stella tidak memperhatikan itu, yang ia inginkan adalah pulang. Stella hanya bisa menangis tiada henti, lalu kemudian ada hujan petir yang membuat stella bertambah ketakutan.


Bunga yang mengetahui putrinya tidak ada dirumah langsung mencari stella keseluruh kota. Bunga hampir frustasi karenanya,


“permisi, bisa tolong anatar kan saya kestastiun kerata?” ujar seseorang itu sambil membawa anaknya yang menangis, bunga yang merasa iba langsung mengiyakan.


Bunga sampai distastiun kereta dan ia melihat ada stella putrinya sedang meringkuk kedinginan, putrinya sangat takut dengan petir. Sopai mamanya sudah keterlaluan sekali.


“sayang, buka matamu sayang bunda disini” ujar bunga sudah menangis lalu memeluk erat stella kecil.


“bunda, stella takut.” tangis stella bertambah kencang, membuat hati bunga sakit mendengarnya, stella melepaskan pelukannya dari stella lalu menghapus air mata yang jatuh dari mata stella putrinya.


“baiklah sayang, mari kita pulang. Bunda tidak akan membiarkanmu sendirian lagi” ujar bunga menggendong stella, bunga sangat berterima kasih pada ibu-ibu yang minta diantarkan kestastiun untuk menemui suaminya. Kalau tidak pasti putrinya akan lebih ketakutan lagi.


Dari itu stella benci hujan karena hujan mengingatkannya pada sopia yang sengaja membuangnya dari rumah, jika tidak karena bunga pasti stella sudah menjadi gelendangan.


“sayang? Sayang?” panggil alvaro membuat stella sadar dari lamunannya


“iya” jawab stella setengah sadar,


“kita sudah sampai” ujar alvaro membuat stella menganggukan kepalanya.


“kau kenapa sayang? Ada yang mengganggu pikiranmu?” tanya alvaro khawatir, stella menggelengkan kepalanya.


“aku tidak apa-apa sayang, ayo kita pulang” ujar stella membuka pintu mobil, walaupun alvaro merasa ada yang aneh dari istrinya dia tetap menyamkan langkah nya dengan stella dan memasuki lift.


Stella menggelengkan kepalanya, ia mencoba menghilangkan bayangan itu dari otaknya.


“sayang kau baik-baik saja kan?” tanya alvaro cemas


“aku baik-baik saja sayang” jawab stella mengembangkan senyumnya.


“hai, apa kabar?” ujar clara menyapa stella dan alvaro, stella menganggukan kepalanya. ia sudah tau ini, stella hanya pemeran peganti ketika pemeran utamanya pergi. Stella juga sudah menyiapkan hati jika alvaro memilih clara dari pada dirinya. Sedangkan alvaro sekarang membeku, senyum yang semula mengembang diwajahnya hilang begitu saja. Ia tidak menyangka jika clara akan secepat ini kembali.


‘kenapa kau kembali’


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....