
Bab 20
Stella masih belum terbisa dengan banyaknya pelayan, bahkan stella tidak terbiasa dilayani begitu dekat seperti sekarang diana berdebat dengannya karena ingin mengeringkan rambut stella.
“tolong nyonya biarkan saya mengerjakan tugas saya”
“aku bisa sendiri, kau bisa melakukan tugas yang lainya” ujar stella tersenyum kaku.
“permisi buk, paketnya sudah sampai”
“baiklah, kau tolong pilihkan baju yang akan dipakai oleh nyonya dan kau bantu nyonya untuk mengeringkan rambut” perintah diana lalu keluar dari kamar stella.
Ah, stella malam tadi tidur dikamar alvaro karena mereka tahunya alvaro dan stella sudah menikah jadilah malam tadi mereka tidur bersama. Ets, bukan melakukan hal tanda kutip mereka hanya tidur.
Stella menatap kedua orang didepannya pasrah, setelah rambutnya kering stella memakai setelan kerja yang telah disiapkan. Agak berlebihan tapi stella tidak bisa menolak.
“apa ini?” tanya stella ketika banyak orang masuk kedalam kamar membawa banyak jenis pakaian, make up, tas, sepatu bermerk terkenal, serta kaca besar tidak sangat besar.
“ini semua perintah tuan nyonya”
“baiklah, baiklah. Aku berangkat”
“hati-hati nyonya”
“ya”
Sungguh stella hanya melihat adegan ini didalam drama korea yang ia tonton, ia sama sekali tidak menyangka kalau ini akan terjadi dengan dirinya. Ini seperti ia sedang masuk kedalam salah satu drama yang mana ia akan menjadi pemeran utamanya,
Seperti kata alvaro kemarin, hari ini stella akan diatar oleh supir pribadi.
Alvaro datang kesalah satu amal dimana ia menjadi sponsornya, ia menatap dani sepupunya ia tersenyum sambil mengangkat gelasnya keudara. Alvaro tidak menyukai dani tapi alvaro tidak menunjukan itu karena jika kau ingin melihat kelemahan musuhmu maka dekati dia dengan pertemanan.
-
Stella menatap tidak percaya kamarnya sekarang sudah disulap menjadi kamar seorang ratu, oh tidak berlebihan sekali maksud stella sudah dirubah menjadi menakjubkan.
Velle pasti menyesal karena telah menolak alvaro, tapi ya stella akui dani juga orang yang sangat kaya. Bagaimana bisa velle meninggalkan pria itu,
Tapi mau semewah apapun itu, stella lebih memilih rumah dengan halaman luas sehingga keluarga dan anak-anaknya nanti bisa bermain disana, tidak masalah sederhana yang penting halaman luas.
“kau curang, tidak seru sama sekali”
“kau yang payah, masa masih dilevel rendah begini kau kalah” ejek alvaro membuat stella kesal.
“aku tidak payah, hanya saja aku memang tidak pernah bermain game mangkanya aku begini” elak stella membuat alvaro tersenyum mengejek.
“ais, mana ada begitu kau benar-benar payah dalam apapun”
“aku tidak payah, mari buktikan dengan main sekali lagi”
“tidak mau” jawab alvaro membuat stella menatap tajam alvaro.
“kalau kau tidak mau berarti kau mengakui kalau aku lebih baik dari mu” ujar stella,
“baiklah, sekali lagi. Siapa yang kalau akan mendapat hukuman”
“oke, setuju”
Mereka bermain game satu ronde lagi, dan lagi-lagi stella kalah membuat alvaro tertawa puas.
Karena stella tidak mau kena hukuman ia berdiri dari duduknya dan melempari alvaro dengan bantal sofa.
“mau kemana kau, kau belum mendapat hukuman”
“tidak mau, haha”
Jadilah mereka lempar-lemparan bantal sofa seperti anak kecil.
“sayang?”
Gerakan alvaro terhenti begitu juga dengan tawa stella, clara?
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.💛
Tbc