
Bab 95
Stella tidak membiarkan satu orang pun masuk kedalam ruangannya karena mereka semua jahat, mereka menyuruh stella untuk menggugukan calon anaknya. Memangnya apa salah anaknya, anaknya bahkan belum ada wujudnya sekarang tapi kenapa anaknya harus pergi. Stella tidak bisa percaya mereka dengan begitu mudahnya mengeluarkan kalimat mengerikan seperti itu. Stella mungkin dalam bahaya tapi tetap saja anaknya tidak salah, apapun keadaannya nanti stella tetap tidak akan menggugurkan anaknya.
Alvaro mengacak rambutnya frustasi tau keadaannya bakal begini ia tidak akan mengatakan hal menakutan itu. Lihatlah sekarang bahkan ia tidak bisa melihat istrinya,
Bunga baru saja sampai dirumah sakit, ia mengambil penerbangan cepat dan sekarang ia sudah sampai dirumah sakit.
Bunga menatap bingun kenapa semuanya berada diluar sementara putrinya didalam sendirian.
“ada apa? Bagaimana keadaan stella?” tanya bunga mendekati dan bertanya papa bram, bram mengajak bunga untuk duduk disebelahnya.
“kau harus dengarkan aku baik-baik” ujar bram membuat dengan ragu bunga menganggukan kepala, apa yang terjadi sebenarnya?
Bram menceritakan semuanya membuat bunga menangis, ia tidak tau kenapa harus putrinya. Kenapa bukan dirinya saja? Sama halnya dengan velle, bunga sangat tau tentang apa penyakit stella sekarang.
“lalu kenapa kalian diluar, seharusnya kalian menjaganya didalam” ujar bunga merasa marah sekarang.
“stella tidak mau bertemu kami bun” jawab velle membuat kening bunga berkerut,
“kenapa?”
“dia marah ketika kami memintanya untuk menggugurkan kandungannya”
“kalian gila! Jangan katakan hal menakutkan itu, aku juga marah ketika mendangar kalian menyarankan itu pada stella” jawab bunga menggelengkan kepalanya tidak percaya
“tapi itu jalan satu-satunya” ujar nadia membuat bunga menarik nafas.
“tapi tidak untuk dibicarakan sekarang juga. Benar-benar saja” ujar bunga tidak percaya lalu masuk kedalam ruang inap stella.
“bunda” panggil stella lemah, stella menangis dan meminta bunga untuk memeluknya sekarang. Bunga menghampiri stella dan memeluk putrinya.
“mereka semua jahat bun, mereka menyuruh stella untuk menggugurkan anak stella yang bahkan masih gumpalan darah” ujar stella tangis nya bertambah kencang,
Bunga ikut menangis, kalau bunga ada diposisi stella sekarangpun ia juga akan memilih mempertahankan kandungannya walaupun nyawa sebagai gantinya.
“kenapa mereka melakukannya? Mereka salah sayang, kau harus menjaganya dan melahirkannya” jawab bunga membuat stella menatap bunga,
“lalu kenapa bunda menangis?” tanya stella menghapus air mata bunga,
“kenapa tidak pernah bilang pada bunda kalau kau sakit sayang, bunda merasa menjadi bunda terburuk karena tidak mengetahui penyakit putrinya sendiri” jawab bunga membuat stella menggelengkan kepalanya,
“bunda adalah bunda terbaik, stella hanya tidak mau bunda sedih karena mengetahui penyakit stella. Maafkan stella bun, stella salah” ujar stella meminta maaf pada bunga.
“mulai sekarang jangan rahasiakan apapun dari bunda, mengerti?”
Stella menganggukan kepalanya lalu memeluk bunga erat,
“dimengerti bun”
“bagus, itu baru putri bunda.” Ujar bunga mengelus sayang kepala stella.
Sementara maria merasa iri pada bunga yang bisa mendapatkan kasih sayang penuh dari stella, stella bahkan merasa lebih baik ketika bunga ada disisinya, seharusnya dia lah yang ada sisi bunga sekarang.
Bram yang melihat itu merasa bersalah pada maria, sekarang wanita itu sudah bertemu dengan putrinya tapi stella masih bergantung penuh pada bunga istrinya.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....