
Bab 54
Maria datang kekantor alvaro membawakannya makan siang, aneh biasanya ibunya ini tidak sering mengunjunginya tapi ini sudah tiga hari berturut-turut.
“jadi apa yang mami inginkan?” tanya alvaro tanpa melihat maria karena berkas-berkasnya menumpuk diatas mejanya.
“kenapa kau lama sekali bertanyanya, mami sudah tiga hari datang tapi kau baru bertanya” gerutu maria menghampiri alvaro.
Alvaro geleng-geleng kepala jadi tebakannya benar, ibunya datang kesini karena menginginkan sesuatu darinya.
“berikan mami nomor stella” ujar maria langsung mendongakan kepalanya.
“kenapa tiba-tiba?” tanya alvaro penasaran
“mami ingin belanja, kau taukan clara sedang tidak disini tapi kau mempunyai teman wanita jadi mami ingin berbelanja dengannya”
“dia pasti sedang bekerja sedang mam” ujar alvaro membuat nya mendapati tatapan tajam alvaro.
“baiklah, aku akan mengirim nomornya pada mami” kata alvaro mengambil ponselnya lalu menirimkan nomor stella ke maria.
Maria tersenyum lalu menyimpan ponselnya kedalam tasnya,
“terima kasih, kalau begitu mami pulang”
“iya mam,”
Sebenarnya maria meminta nomor stella dan ingin mengajak stella berbelanja karena ia ingin memastikan sesuatu, apakah perasaanya kemarin salah atau benar.
Dikantornya stella menatap ponselnya yang berdering, siapa yang menelponnya. Awalnya stella tidak mau mengangkat telpon dari nomor yang tidak ia kenal, tapi ketika panggilan itu terus berdering dan terus berdering membuat stella mau tidak mau mengangkat panggilan itu.
“hallo”
“stella?”
“iya, aku stella”
“hai stella, ini mami”
Jleb
Mami? Jantung stella berdetak, ia serasa ia sedang dipanggil oleh ibunya.
“mami?” tanya stella berusaha mengatur detak jantungnya.
“maminya alvaro,”
“begini, kau ada waktu luang tidak hari ini?” tanya maria membuat tanpa sadar stella menggelengkan kepalanya.
“seperti nya tidak mi, karena pekerjaanku hari ini banyak”
“besok? Lusa? Besonya lagi” tanya maria membuat Stella memikirkan waktu luangnya.
"lusa Stella libur mi," jawab Stella setelah melihat kalender lusa adalah tanggal merah.
"bagus, mami berencana mengajak mu belanja. lusa mami akan meminta Alvaro untuk mengantarkan mu kerumah"
"iya mi, Stella tutup mi
"iya sayang"
Maria mematikan telponnya, lalu masuk ke kamarnya. hari ini ia senang sekali entah karena apa.
Stella pulang lebih dulu dari pada Alvaro karena ia juga tidak mengira kalau pekerjaan nya cepat selesai.
karena tidak biasanya begini, Stella adalah tipikal orang yang lama dalam bekerja. tapi, hari ini ia cepat dalam bekerja. Mia saja sampai mengatakan.
'ada apa dengan hari ini? kencan um?'
Stella tidak langsung masuk kamarnya, ia tidur diruang tengah dengan televisi menyala.
"dimana Stella?'' tanya Alvaro pada diana ketika ia baru saja sampai rumah.
"nyonya tidur diruang tengah tuan"
Alvaro menghampiri Stella keruang tengah, benar saja Stella nya tertidur diruang tengah.
Alvaro bingung kenapa dia bisa jatuh cinta pada Stella. apa yang ia sukai dari Stella?
tapi, bukankah cinta itu hadir tanpa alasan. bukankah cinta tidak tahu akan jatuh pada siapa.
Alvaro tidak memindahkan Stella, ia duduk disebelah Stella menggantikan bantalan Stella menggunakan pahanya.
Alvaro tersenyum sambil mengelus rambut Stella sayang, benar adanya wanita nya disamping Alvaro sudah cukup baginya.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....