Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 61



Bab 61


Sopia mengundang stella datang kerumah, tidak ada orang dirumah selain dirinya. Bram sedang mengurus prihal kepulangan bunga dari rumah sakit. Velle, cucu kesayangan nya itu sedang mengobati pasien dirumah sakit.


Stella memasuki mobilnya kedalam garasi, hari ini ia membawa mobil sendiri karena supir pribadi stella sedang demam.


Stella menghela nafas sebelum ia benar-benar masuk kedalam rumah, untuk bertemu dengan sopia, stella harus memantapkan hatinya agar tidak terluka dengan kata-kata tajam bahkan ejekan sebagai hinaan akan keluar dengan begitu saja nanti dari mulut sopia.


Stella menghampiri sopia yang sedang menonton televisi diruang tengan, stella tidak berbicara apa-apa ia duduk dihadapan sopia.


Sopia beranjak dari duduknya, tapi stella tidak peduli. Sopia yang meminta nya kemari maka stella harus menunggu sopia membuka mulutnya lebih dulu.


Tak lama kemudian, sopia kembali duduk ketempatnya semula dan mematikan televisi. Stella mengangkat kedua bahunya sambil mengembangkan senyumnya ketika melihat itu.


“ceraikan alvaro!” ujar sopia lebih terdengar seperti perintah ditelinga stella, kenapa tiba-tiba sopia memintanya bercerai dari alvaro.


“kenapa?” tanya stella pelan, karena tidak ada alasan bagi stella menceraikan alvaro kecuali pria itu yang memintanya bercerai karena stella tidak hak penuh atas pernikahan mereka. Semua ada ditangan alvaro, kalau alvaro yang meminta stella akan menurutinya tapi ini, sopia. Tidak, stella tidak bisa menceraikan alvaro.


“kau bilang kenapa? Jelas saja kalian berbeda jauh. Alvaro terlalu sempurna untuk wanita cacat sepertimu” ujar sopia setengah berteriak, stella sudah tau ini sopia akan menghina dirinya.


“aku tidak bisa menceraikannya” jawab stella membuat sopia mengepalkan kedua tangannya,


“kenapa tidak bisa hah?!”ujar sopia mendekatkan wajah nya kewajah stellla sambil melototkan matanya membuat stella memundurkan sedikit wajahnya.


Stella bangkit dari duduknya, lalu menghela nafas sejenak.


Sopia menggeram karena kesal, ia tidak bisa ditinggalkan begitu saja ketika keinginannya tidak tercapai.


“karena kau wanita cacat yang lahir dari wanita muruhan” ujar sopia menatap stella yang sekarang langkahnya sudah terhenti.


Terlahir dari wanita murahan? Siapa yang dimaksud oleh sopia.


“maksud oma apa,?” tanya stella berbalik, sopia menyilangkan tangannya didada sambil mentap tajam stella.


“kau bukan anak bunga, tolol. Kau anak pelacur, entah apa yang salah pada putriku sehingga mau menganggapmu anak. Dan ya jangan panggil aku oma, aku mual kau panggil begitu. Selain cucu ku velle aku tidak sudi dipanggil begitu oleh mu” jelas sopia membuat stella lupa cara bernafas barang sejenak, bahkan air mata nya pun jatuh begitu saja. Drama macam apa ini? kenapa sopia mengatakan hal yang sangat menyakitkan dihati stella.


“tidak, katakan kalau oma bohong..aku anak bunda dan ayah kan, tidak ini semua hanya kebohongan” ujar stella dengan suara agak bergetar, stella menutup telinganya tidak mau mendengar apa selanjutkan perkataan sopia.


“jangan panggil aku oma, sialan!” teriak sopia sambil melepaskan paksa tangan stella yang menutupi kedua telinganya.


“aku tidak berbohong, kau memang anak pelacur” ujarnya lagi sambil menatap mata stella dan menunjukan senyum evilnya.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....