
Bab 137
Stella menyambut Alvaro pulang kerja, hari ini Stella menunggu Alvaro pulang hingga pukul 11 malam. Stella mengambil alih tas kerja Alvaro sedang Alvaro membuka jas kerjanya.
“sayang, akhir-akhir ini kau suka pulang larut. Pekerjaan banyak?” tanya Stella membuat Alvaro yang sedang membuka kancing kemejanya terhenti lalu menghampiri Stella.
Alvaro memeluk Stella erat dan mencium dalam-dalam aroma tubuh istrinya,
“iya sayang, sistem kantor banyak yang berubah 5 tahun ini dan untung saja Nathan menggantikan aku dengan baik sehingga perusahaan berjalan dengan lancar. Nathan dia sangat baik dalam bekerja apalagi mengurus dua perusahaan sekaligus” jawab Alvaro membuat Stella menepuk-nepuk pelan pundak suaminya.
Bodohnya Stella yang cemburu buta dengan wanita yang baru saja ia temui dicafe waktu itu, melihat suaminya yang letih dan lembur dalam pekerjaan yang ia tinggalkan selama 5 tahun karena dirinya membuat Stella sedikit merasa bersalah.
“maafkan aku sayang” ujar Stella membuat Alvaro langsung melepaskan pelukan mereka, Alvaro menatap lekat wajah istrinya.
“kau tidak salah sayang, pekerjaan saja yang menumpuk” jawab Alvaro tersenyum lembut pada wanitanya, Stella ikut tersenyum.
Cup, cup, cup, cup,
Alvaro gemas sendiri melihat istrinya dan mencium bertubi-tubi bibir Stella membuat Stella tertawa. Kebahagian Stella sangat sederhana bisa tetap bersama Alvaro dan keluarganya sudah cukup bagi Stella. Stella sangat beruntung memiliki Alvaro yang sangat mencintainya, Alvaro bahkan rela meninggalkan pekerjaannya hanya untuk menemaninya untuk berobat kenegri orang.
Alvaro mendekatkan wajahnya dengan wajah Stella, lalu menciumnya dengan mesra. Stella tersenyum lalu membalas ciuman dari suaminya. Tangan Stella sudah berada dileher Alvaro meremasnya hingga rambut Alvaro berantakan.
“MAMA!” teriak Rachel membuat Alvaro dan Stella sama-sama melihat kearah pintu.
“kamu belum tutup pintu?” tanya Stella membuat Alvaro menggelengkan kepalanya.
“lah, bukannya kamu yang tutup?” tanya Alvaro bali.
“MAMA IH, MASA IYA PAPA DIGIGIT!” teriak Rachel tidak terima papanya digigit oleh Stella. Stella menggeleng-gelengkan kepalanya.
Alvaro langsung menghampiri putrinya lalu menggendongnya, Rachel cemberut pada papanya.
“kemana senyum pelangi nya papa?” tanya Alvaro membuat Rachel semakin cemberut.
“kok mama sayang?”
“iya, mama gigit papa. Mamah udah kek semut”
Gigit? Kek semut?
“sayang, mama ga gigit papa. Mama nyium papa seperti ini” ujar Alvaro mencium sekilas bibir putrinya.
“masa pa?”
“iya sayang, jadi kenapa Achel kesini? Ada yang dicari?” tanya Alvaro menurunkan Rachel dari gendongannya. Rachel menggelengkan kepalanya membuat Stella dan Alvaro sama-sama mengerutkan keningnya.
“terus?”
“Achel disuruh uncle Nathan kesini” jawab Rachel membuat Nathan menepuk jidatnya karena Rachel memberi tahu Alvaro.
“uncle Nathan?”
“iya, kata uncle Nathan, Achel disuruh kesini biar uncle Nathan bisa ngomong sama papa?” jawab Rachel sambil mengingat-ngingat benar atau tidak pesan amanah dari pamannya.
“sekarang dimana uncle Nathan?” tanya Alvaro, ia harus memberi pelajar pada Nathan karena selalu menggunakan putrinya untuk menganggunya dengan istrinya.
“didepan pintu” jawab Rachel membuat Nathan lagi-lagi menepuk jidatnya karena kepolosan keponakannya yang tidak diragukan lagi. Nathan yang ketahuan langsung menampakan diri sambil melambaikan tangannya.
“Al, kita ada pekerjaan yang harus diomongin” ujar Nathan sambil menyengir kuda.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....