
Bab 88
Hari ini alvaro sengaja pergi kekantor stella untuk makan siang bersama, entah kenapa ia sangat ingin makan siang bersama. Padahal stella sudah menolak karena kantornya dan kantor alvaro berlawanan arah, tapi alvaro ya alvaro. Dilarangpun dia akan datang, dan stella hanya mengangkat kedua bahunya,
Disinilah stella sekarang makan siang bersama alvaro didekat kantor stella, alvaro sebenarnya belum terlalu lapar ia hanya ingin melihat stella makan, sederhana hanya itu saja.
Stella menatap alvaro intens, tapi alvari tetap menatap stella dengan penuh cinta.
“kenapa?” tanya stella pelan membuat alvaro menggelengkan kepalanya,
“makan” ujar stella menunjuk makanan alvaro yang belum disentuh sedikitpun,
Alvaro memiringkan lehernya karena melihat ada saos dibibir istrinya, alvaro mengelap soas itu dengan jarinya lalu menjilatnya membuat stella melotot kan matanya.
“apa?”tanya alvaro menatap jahil stella, stella hanya geleng-geleng.
“makan sayang sebentar lagi aku akan kembali bekerja” ujar stella membuat alvaro menganggukan kepalanya lalu memulai makan siangnya.
Stella sudah selesai makan ia hanya tinggal menunggu alvaro yang masih belum selesai makan. Stella menatap jam tangan kecil yang melingkar manis ditanganya, 10 menit lagi ia memulai bekerja lagi.
“sudah?” tanya stella ketika alvaro mengelap mulutnya, alvaro menganggukan kepala dan tersenyum lega.
Alvaro sudah menyadari istrinya harus kembali bekerja ketika wanitanya melihat jam tangan, alvaro merasa bersalahh karena telah membuat wanitanya khawatir. Alvaro sudah menyuruh stella agar berhenti bekerja tapi stella tidak mau, karena wanita itu walaupun tidak suka bekerja tapi dia sudah terbiasa bekerja kalau tiba-tiba berhenti itu akan membuatnya tidak nyaman.
Setelah membayar alvaro mengajak stella beranjak dari tempat duduknya,
“ayo sayang” ujar alvaro
“ayo” jawab stella mengambil tasnya lalu menggandeng tangan alvaro.
“stella?”
Langkah stella dan alvaro terhenti ketika ada yang memanggil stella, dan alvaro tidak suka itu. Stella menatap pria didepannya sekarang wajah pria ini familiar tapi stella lupa siapa namanya.
“kau ingat aku?” tanya pria itu membuat stella menganggukan kepalanya ragu.
“iya aku ingat, tapi aku lupa namamu” jawab stella jujur,
“aku bayu, kita sekelas dan sering kerja kelompok bersama” jelas bayu membuat tersenyum lalu menunjuk bayu. Bayu, stella sangat mengenalnya karena selain day stella juga berteman dengan bayu karena mereka sering kerja kelompok bersama.
“astaga ternayata kau, kau tampak beda sekarang dan kau semakin tampan dengan kacamata” ujar stella membuat bayu tersenyum malu, alvaro menatap pria itu tidak suka.
“bay, kenalkan ini suamiku. Al dia temanku bayu” ujar stella mengenalkan mereka, alvaro menarik tangannya cepat ketika mereka berjabatan tangan.
“lain kali kita harus mengobrol lagi, sekarang aku harus bekerja” ujar stella membuatnya mendapat tatapan tajam dari alvaro. Mengobrol lagi?
“baiklah, ini kartu namaku” jawab bayu menyerahkan kartu namanya pada stella.
“selamat cita-citamu terwujud aku ikut bangga mendengar melihatnya” ujar stella kagum karena cita-cita bayu tercapai, sedari dulu bayu sangat ingin memilik galery sendiri dan sekarang sudah terwujud.
“terima kasih, kau bisa datang sesekali untuk berkunjung tentu saja kalau kau tidak sibuk”
“tentu saja, aku permisi”
“bye”
“lain kali kita akan mengobrol lagi, ohh selamat cita-cita mu terwujud aku ikut bangga dan blabla” ujar alvaro menirukan suara stella yang mengobrol dengan bayu tadi, stella tersenyum lalu menatap alvaro.
“kau cemburu?” tanya nya menggoda alvaro,
“tidak,”
“benarkah?”.
“ya iya lah aku cemburu sayang, masa tidak sih” ujar alvaro, stella mencium sekilas bibir alvaro karena gemas.
“karena ini aku tidak marah padamu” ujar alvaro
“iya, terima kasih karena tidak marah” goda stella lagi,
“sudah sana masuk”
“bye-bye sayang hati-hati ya”
“bye sayang”
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian( 💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author
To be continue.....