Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 86



Bab 86


“itu lah sayang, masalahnya hanya satu suamimu yang tampan ini tidak bisa memasak, selain dari itu suamimu ini bisa segala hal. Tapi diana bisa, ayo katakan padanya apa yang kau inginkan” ujar alvaro membuat stella memutar bola matanya dengan malas.


“alasan saja, biar aku saja di yang memasak” ujar stella membuat alvaro mengkode diana untuk pergi dari dapur.


“saya permisi nyonya tuan”


“yayaya, pergilah” jawab alvaro cepat


“kita akan memasak apa sayang?” tanya alvaro mendekati stella,


“telur ceplok” jawab stella membuat alvaro menatap dalam stella,


“benarkah sayang? Kau tidak mau memasak yang lain?” tanya alvaro menyakinkan,


“tidak” jawab stella menggelengkan kepalanya,


“kenapa? Apa kau hanya berselera telur *****?” stella menatap tajam alvaro


“ceplok bukan ***** sayang, gunakan kata yang benar” ujarnya membuat alvaro gemas lalu mencium sekilas bibir stella,


“katakan padaku kenapa kau hanya ingin makan telur saja?” tanya alvaro membuat stella berpikir sebentar,


“tidak tau, aku hanya menginginkan nya saja. Membayangkan makan dengan telur dan kerupuk membuat ku sangat berselera” ujar stella membuat alvaro menganggukan kepalanya,


“baiklah, karena istriku hanya menginginkan yang sederhana maka suami mu ini yang akan menggorengkan untukmu” ujar alvaro mengambil telur dari kulkas.


“memangnya bisa?” tanya stella membuat menatap stella cemberut,


Alvaro tentu saja bisa memasak telur, mi apa lagi karena dulu itu makanan sehari-harinya karena ia tidak bisa memasak. Dan kerena ia selalu makan siap saji, mangkanya alvaro tidak pandai memsak.


Stella akui kalau alvaro bisa menggoreng telur, dilihat dari dekat begini alvaro semakin menggoda saja seperti telur mata sapi yang sedang digoreng oleh alvaro.


Alvaro berhasil membuat tiga goreng telur yang tidak gosong, lebihnya gosong semua. Tapi tingkat kepercayaan diri alvaro tidak hilang. Ia tetap menggoreng hingga tidak gosong lagi.


“terima kasih” ujar stella tulus membuat alvaro menganggukan kepalanya, alvaro mengambikan stella kecap manis dan juga kerupuk sementara stella mengambil nasinya.


Alvaro tidak makan, ia hanya melihat istrinya yang makan sangat lahap. Stella bahkan nambah sebanyak dua kali membuat alvaro menggelengkan kepalanya,


“aaaa” ujar stella menyuapi alvaro, alvaro membuka mulutnya. Terasa enak dimulutnya, padahal hanya telur, kecap dan kerupuk. Tapi ini sangat enak, alvaro bahkan mengambil telur yang tersisa satu lalu ikut makan bersama stella. Stella yang melihat itu tersenyu,


Alvaro tidak mengira makanan yang ia makan sekarang sangat lezat dimulutnya.


“enak bukan?” tanya stella membuat alvaro menganggukan kepalanya, tanpa sadar alvaro telah menghabisakan nasinya.


Setelah makan alvaro dan stella duduk sambil menonton televisi, menonton berita clara yang pensiun dari dunia hiburan. Menurut stella, clara itu sangat keren karena rela meninggalkan karir yang sangat ia cintai demi pria yang mencintainya. Stella tau betul clara belum mencintai sakti tapi karena sakti memberi cinta yang tulus clara menerimanya.


Sama seperti bundanya yang rela berhenti menjadi dokter karena ingin merawatnya secara penuh,


Bagaimana pun stella selalu mendoakan kebahagian orang yang amat ia cintai. Siapapun itu, stella akan mendoakan yang terbaik.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....