
Bab 145
Setelah pulang dari berbelanja Alvaro dan Rachel membawa Stella masuk kedalam kamar, tidak lupa Alvaro juga meminta resep cup cake keju yang biasa Stella buat.
“jangan kelual ya mam” perintah Rachel membuat Stella menganggukan kepalanya.
“jangan buat dapur mama hancur”
“oke doky mama” jawab Rachel lalu keluar dari kamar bersama Alvaro.
Stella sangat khawatir membiarkan suami dan anak nya berada didapur, karena memang Stella tidak percaya mereka berdua berada didapur. Stella ingin keluar dari kamar dan melihat kedua orang tersayangnya melakukan kegiatan didapur.
Sedangkan didapur Alvaro dan Rachel ayah dan anak itu sudah membrantaki dapur seperti kapal pecah. Ayah dan anak sama saja bisa nya membuat kekacauan, sekarang bahkan badan mereka sudah berlumuran tepung tapi mereka masih bisa tertawa kencang.
Alvaro telah selesai membuat adonan dan memasukannya kedalam cup dengan teliti, namun seteliti apapun Alvaro tetap saja Alvaro membuat banyak kesalahan.
“papa ini lucu, haha” tawa Rachel pecah ketika ada cup yang hanya tersisi sedikit dan ada yang tersisi kepenuhan.
Alvaro mengangkat Rachel agar Rachel bisa memasukan cup yang berisi adonan kedalam oven,
“selesai” ujar Rachel membuat mereka berdua saling menepuk tangan.
Rachel dan Alvaro menunggu kue mereka jadi, ayah dan anak itu selagi menunggu mereka bermain tepung saling meletakan tepung hingga semakin banyak tepung yang berserakan dilantai mau pun dimeja.
“hahaha”
Stella bisa mendengar tawa anak dan suaminya, apa yang mereka lakukan sehingga mereka tertawa sangat kencang? Stella sangat penasaran lalu keluar dari kamar. Stella mengamati anak dan suaminya yang sedang berperang dengan tepung. Stella tidak bisa marah karena bagi Stella anak dan suaminya sekarang sangat lah lucu, ini adalah momen langkah yang sangat jarang Stella lihat. Stella masuk lagi kedalam kamar lalu mengambil kamera dan mulai memotret suami dan anak nya yang sedang bermain didapur, tentu saja Stella mengatur terlebih dahulu kamera nya agar tidak bersuara dan mengeluarkan blits.
“PAPA BAU GOSONG!” teriak Rachel kencang membuat Alvaro cepat-cepat mengeluarkan adonan dari oven. Kedua nya saling tertawa karena cup cake yang mereka buat menjadi gosong,
“papa ih,”
“kita buat lagi sayang”
“oke papa”
Satu pun tidak ada yang lolos dari kamera milik Stella, hampir semua gerakan Stelal abadikan didalam kameranya.
Alvaro mulai bersenandung membuat adonan sesuai resep yang dituliskan oleh Stella dikertas, Rachel juga mengikuti senandungan papanya sambil mengelap kening papanya yang sudah berkeringat.
Sekali lagi Alvaro menggendong Rachel agar putrinya memasukan adonan kedalam oven, lain dari tadi jika tadi menunggu adonan masak dengan bermain sekarang mereka dengan serius menunggu adonan sambil bernanyi.
Senyum Alvaro dan Rachel mengembang lalu Alvaro membuka oven, hasilnya jauh lebih bagus dari yang pertama hanya saja cup cake yang sekarang bantet. Rachel dan Alvaro kembali memutar otak mereka, jika kembali membuat maka hasil yang mereka dapat akan sama saja.
“beli!”
“beli!”
“hahaha”
Mereka kembali tertawa karena isi pikiran mereka sama, Alvaro mengambil ponselnya lalu memesan cup cake keju yang sama seperti yang mereka buat sekarang.
“sudah selesai, sekarang waktunya beres-beres”
“siap papa”
Rachel dan Alvaro membereskan dapur membuat Stella tersenyum, ayah dan anak sangatlah kompak. Tidak lama kemudian setelah mereka selesai berberes kue yang mereka pesan sampai.
“ayo kita ke mama” ujar Alvaro membuat Rachel membentangkan tangannya minta digendong oleh Alvaro.
“oke princcess”
Stella yang melihat anak dan suami nya akan menghampiri nya langsung kembali kekamar, berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi didapur.
“mama, kami udah selesai buat kue. Mama cicip” ujar Rachel setelah Alvaro menurunkannnya dari gendongan.
Stella tersenyum lalu mencicipi cup cake keju yang katanya Rachel dan Alvaro buat.
“sangat enak”
“siapa yang masak, papa sama Achel”
“anak mama pintar sekali,”
Alvaro mengembangkan senyum nya lalu duduk disebelah istrinya dan memeluk nya erat.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian(
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....