
Bab 135
Rachel sudah lama tertidur karena kecapekan bermain bersama sean dan juga jeamin, stella menatap jam dinding pukul sudah menunjukan pukul 10 malam dan alvaro belum juga pulang. Pikiran stella melayang sewaktu ia melihat suaminya sedang bersama wanita lain dicafe tadi.
‘sudahlah stel, jangan berpikir negatif. Wanita itu hanya rekan bisnis saja tidak lebih’
‘tapi kalau hanya rekan bisnis kenapa mereka seperti itu tadi?’
‘oh ayolah stel, mereka tidak berlebihan sama sekali’
‘itu benar, tapi tetap saja aku tidak suka’
Stella cepat-cepat menggelengkan kepalanya karena ia berperang dengan pikirannya sendiri. Stella menghebuskan nafas kasar, sudahlah anggap saja hari ini tidak terjadi apa-apa dan wanita yang bersama alvaro tadi adalah rekan kerja alvaro.
Stella menguap lebar dan mengangkat kedua tangannya, ia sangat mengantuk sekarang karena jam sudah menunjukan pukul 11 malam tapi alvaro belum juga pulang. Tanpa sadar stella ketiduran disofa dengan televisi masih menyala.
Jam setengah 12 malam alvaro baru pulang, ia tersenyum ketika melihat istrinya sedang tertidur disofa karena menunggunya pulang. Alvaro berjalan kearah televisi lalu mematikannya. Alvaro menggendong stella dan membawanya ketempat tidur, setelah menyelimuti istrinya alvaro pergi kekamar mandi ia harus membersihkan diri sekarang.
Setelah mandi alvaro membuka laptop nya kembali, alvaro mengerjakan pekerjaanya yang belum selesai.
Alvaro mengecek jam lalu mematikan laptopnya dan menyusul istrinya yang sudah pergi kealam mimpi.
Paginya stella terbangun tapi tidak menemukan alvaro disebelahnya, semalam stella merasa suaminya sudah pulang tapi kenapa pagi-pagi seperti ini stella tidak menemukan alvaro disebelahnya.
Stella bangun dari tempat tidur lalu pergi kekamar mandi tapi tidak menemukan alvaro disana, stella menemukan ada pakaian kerja alvaro kemarin. Itu membuat stella lega karena semalam alvaro benar-benar pulang.
Stella mencuci wajahnya lalu pergi kekamar putrinya karena stella sangat yakin alvaro sekarang sedang disana bersama putrinya.
Senyum stella terbit ketika melihat alvaro dan putrinya masih tidur pulas dan saling berpelukan.
Stella menutup kembali pintu kamar putrinya tanpa membangunkan anak dan ayah yang sedang tertidur karena memang ini masih sangat pagi.
“tidak kerumah sakit kak?” tanya stella ketika melihat velle sedang membantu asisten rumah tangga memasak.
“kerumah sakit tapi jam 10an nanti, karena sekarang jadwal operasi kakak sekarang diperpendek” jawab velle tersenyum.
Stella menghampiri velle dan ikut membantu memasak, tak lama kemudian maria dan juga sella datang berbarengan kedapur.
“biar kami saja mi” ujar stella tersenyum pada kedua wanita paruh baya yang amat ia sayangi.
“mami dan mama bersiap-siap saja, karena urusan dapur hari ini aku dan stella yang akan menanganinya”
“baiklah, ayo sel” jawab maria tersenyum dan mengajak sella keluar dari dapur.
Sella mengangguk lalu mengikuti maria.
Sedangkan dikamar rachel, ayah dan anak masih tertidur pulas dan dianatara keduanya tidak ada yang berniat bangun.
Berbeda dengan nathan dan jeamin kedua pria itu sudah terbangun, sekarang nathan sedang bersiap-siap memakai setelan kerjanya yang sudah disiapkan oleh istrinya. Sedangkan jeamin, dia sedang bersiap memakai seragam sekolahnya.
Kedua pria itu memiliki kepribadian sangat sama persis bagaikan pinang dibela dua. Sama halnya rachel dan alvaro, semua kebiasan buruknya turun pada putrinya yang membuat mereka kerap kali kena omelan maut oleh stella.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....