
Bab 148
Hari ini Jeamin sudah masuk sekolah seperti biasanya karena liburannya sudah selesai, yang paling senang menyambut Jeamin pulang tentu saja Rachel selain Rachel merindukan Jeamin, Rachel juga sangat menginginkan oleh-oleh dari Jeamin yang sudah ia pesan.
Jeamin masuk sekolah bertepatan dengan hari lomba menggambar, tapi sayang sekali Jeamin sama sekali tidak tertarik untuk ikut lomba. Rachel dan Sean tentu saja mereka sangat berpartisipasi dalam lomba.
Jeamin hanya menonton saja, sebenarnya Jeamin lebih memilih untuk tidur dirumah karena ia baru pulang malam tadi dan Jeamin sudah dipaksa oleh Rachel untuk menontonnya. Kalau bukan karena Rachel yang menangis kejang-kejang memintanya untuk pergi kesekolah.
Rachel menggambar Jeamin sepupu tersayangnya, karena selama ini Rachel akan selalu merepotkan anak laki-laki itu. Rachel menggambar Jeamin yang sedang duduk menunggunya dengan perasaan kesal. Inilah kenapa Rachel sangat menyanyangi Jeamin, Jeamin terus menuruti kemauannya walaupun Jeamin sedang lelah sekali pun. Jeamin adalah anak yang cuek tapi tidak dengan Rachel.
Rachel mempunyai bakat menggambar tapi bakatnya lebih kuat pada bermain peran seperti berdrama ria.
Rachel tinggal memberi warna rambut Jeamin yang kecoklatan Sean bebapa kali melihat gambaran Rachel. Sean cemberut karena Sean menggambar Rachel sedangkan Rachel menggambar Jeamin.
“kok gambar Jea sih Chel?” tanya Sean tidak terima.
“kalena Achel mau” jawab Rachel cuek dan terus melanjutkan mewarnainya.
“Jea? Ga ikut gambar sayang?” tanya Vella membuat Jeamin menggelengkan kepalanya, ya hari ini adalah tugas Velle untuk menjemput anak-anak.
“malas mi, Jea capek” jawab Jeamin membuat Velle mengganggukan kepalanya, Velle paham karena mereka baru saja sampai malam tadi.
“kita pulang sekarang, istirahat dirumah. Nanti mami jemput Achel sama Sean setelah mengantar Jea” ujar Velle membuat Jeamin menggelengkan kepalanya.
“kenapa? Katanya capek?” tanya Velle mengerutkan keningnya
“itu Achel lagi lomba, nanti dia ngambek sama Jea terus nangis Jea ga bisa ngebanyangi mi” jawab Jeamin membuat Velle hanya menganggukan kepalanya. memang benar kalau Jeamin sangat menyanyangi Rachel walaupun Jeamin tampak cuek tapi percaya lah anak kecil ini menuruni sikap ayahnya, cuek tapi penyanyang dengan orang yang dia pedulikan.
“yaudah, kita tunggu Achel selesai kalau gitu”
“iya mi”
Rachel, Sean dan siswa yang lainnya yang ikut lomba menggambar sedang berdiri berbaris menunggu pengumuman pemenang.
Rachel bersorak senang ketika namanya disebut sebagai juara tiga, Sean memberi selamat pada Rachel. Setelah menerima hadiah Rachel dan bersalaman dengan guru Rachel langsung berlari kearah Jeamin.
“jangan lari, jatuh!” teriak Jeamin membuat Rachel hanya menyengir kuda lalu menunjukan gambarannya pada Jeamin.
“buat Jea” ujar Rachel memberikan hasil gambarannya pada Jeamin.
“untuk Jea?”
“iya, karena Achel gambar Jea. Achel jadi menang” ujar Rachel membuat Jeamin tersenyum lalu mengacak rambut Rachel.
“jelek” komentar Jeamin membuat Rachel cemberut.
“aunty, Jea jahat ih”
“Jea”
“iya, gambar Achel bagus. Makasih”
“sama-sama Jea”
Tak lama kemudian Sean muncul dengan wajah kusut membuat Velle langsung menanyakan kepala Sean apa yang sedang terjadi.
“Sean kalah Aunty” ujar Sean membuat Velle tersenyum lalu mengelus sayang kepala Sean.
“kalah tidak apa-apa, bisa mencoba lagi kapan-kapan” ujar Velle membuat Sean menganggukan kepalanya.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....