
bab 26
alvaro memeluk erat stella yang tanpa busana, mengingat malam tadi itu malam yang luar biasa. Alvaro belum pernah bsercinta dengan perawan bahkan clara tunangnya sudah tidak perawan lagi. Bercinta dengan perawan sangat lah luar biasa, alvaro bahkan tidak sadar mereka sudah berapa kali bercinta sehingga membuat stella kelelahan.
Alvaro mencium sekilas bibir stella karena gemas,
“em..” ujar stella menggeliat membuat alvaro tersenyum lalu memeluk wanita itu lagi. Hari ini sepertinnya alvaro tidak akan bekerja tinggal bersama stella sepertinya menyenangkan.
Kring..kring...
Alarm stella begitu berisik sehingga membuat stella terbangun terkejut.
“auh” rintihnya karena kepalanya terjeduk dengan kepala alvaro, alvaro yang mengetahui stella bangun langsung memejamkan matanya.
Stella menepuk jidatnya, setelah menatap apa yang terjadi pada dirinya ternyata semalam bukan mimpi. Stella turun dari tempat tidurnya dan mengambil selimut untuk menutupi dirinya. Ia berjalan dengan kesusahan karena arena selangkang nya sangat perih belum lagi membawa selimut tebal, berat untuk ukuran badan stella yang kecil.
“Aduh” keluh stella terjatuh karena tersandung selimut besar yang ia bawa.
Alvaro terkekeh lalu menghampiri stella.
“aaakkkhhh!” teriak stella menutup kedua matanya dengan tangannya karena alvaro berjalan dengan santainya kearahnya tidak menggunakan apapun.
“kenapa? Sakit sekali kah?” tanya alvaro bingung.
“mana pakainmu!” teriak stella kesal
“ada dilantai” jawab alvaro jahil
“yasudah, pakai sana!”
“tidak mau”
“tidak mau?”
“hm, bukannya semalam kau sangat memuja badan ini. kenapa sekarang kau tampak malu-malu?” ujar alvaro membuat stella bertambah malu.
“terserah saja” ujar stella bangkit dan berjalan menuju kamar mandi. alvaro dapat melihat stella yang susah berjalan karena ulah bruntalnya malam tadi.
“mandi bersama” ujar alvaro tersenyum evil membuat stella malu dan menyembunyikan wajahnya didada bidang milik alvaro.
-
Stella tidak masuk kerja karena ia gagal menyembunyikan tanda merah dileher dan dadanya. Stella sudah menutupi menggunakan syal tapi masih kelihatan karena tanda merah itu bukan hanya satu melainkan banyak sangat banyak.
Stella sudah meminta izin pada Day tentu saja dengan alasan ia mager pergi kekantor dan kalau ia izin sakit maka Day akan berkunjung dan stella tidak mau itu.
Stella menatap horor alvaro, mereka sekarang saling berhadapan dan menikmati sarapan masing-masing.
“kenapa?” tanya alvaro berpura-pura tidak tau.
“aku akan membunuhmu!” ujar stella mengangkat pisau makannya dan itu berhasil membuat alvaro terseyum.
Stella tidak percaya ini, alvaro malah tersenyum tidak bahkan sekarang pria itu sudah tertawa, sebenarnya apa yang lucu?
Sebenarnya tanda merah dileher stella tidak sebanyak ini tapi karena tadi sewaktu mandi mereka melanjutkan sesi olahraga mereka tanda merahnnya bertambah banyak.
“tunggu saja pembalasanku” ujar stella yang membuat alvaro lagi-lagi terkekeh.
“memangnya apa yang akan kau lakukan?” tanya alvaro membuat stella bertambah jengkel saja.
“masih aku pikirkan”
“aku tunggu, segera”
“aku pergi kerja, oke” pamit alvaro datang pada stella lalu mencium kening stella. Stella kaget, mulutnya bahkan sekarang sudah menganga lebar.
Alvaro tersenyum lalu berangkat kerja, stella menghela nafas ketika alvaro sudah pergi. Apa semua ini sandiwara? Kalau iya maka stella akan membuatnya lebih dalam lagi. Tidak peduli nantinya ia akan terluka.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.