Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 128



Bab 128


Hallo semuanya selamat malam, cerita ini bakal aku tamatin kira-kira sampai part 140an kira-kira 12 bab lagi. Jadi yang tanya-tanya kapan tamat jawabannya udah aku kasih ya. Tetap stay tuned ya, big love, juwita.


Selamat belajar kembali bagi yang masih sekolah, selamat beraktivitas kalian yang sudah ada pekerjaan masing-masing dan selamat berlibur anak kulihan.


Enjoy it.


“papa, achel mau pakai baju bunga-bunga” pinta rachel membuat alvaro menggeleng-gelengkan kepalanya.


“tidak sayang, kalau kau memakai baju itu achel sudah seperti taman berjalan saja. Tidak, lagian lihat ini terlalu warnanya terlalu norak sayang” jawab alvaro membuat rachel bersiap-siap akan menangis.


Alvaro yang melihat itu langsung memeluk putri satu-satunya itu agar tangis nya tidak pecah.


“MAMA....hikssss. papa jahat..”


Terlambat sudah, awalnya alvaro ingin mencegah agar rachel tidak menangis tapi putrinya itu menangis kencang dan mengadu pada istrinya.


Stella yang sedang memilihkan dasi untuk alvaro langsung datang pada rachel ketika anak gadisnya itu menangis.


“papa jahat mam, hiks” adu nya pada stella sambil mengucek matanya. Stella melirik kearah alvaro sekilas.


“memangnya papa kenapa sayang?” tanya stella lembut


“papa bilang baju achel norak, jelek. Hiks, padahal achel suka, papa jahat mam”


Stella menatap alvaro tajam, alvaro hanya menyengir kuda dan menganggukan kepalanya.


“sudah jangan menangis lagi sayang, memangnya apa masalah dengan baju pytri kesayangan mama? Papa hanya iri saja pada baju mu sayang” ujar stella membuat rachel berhenti menangis lalu tersenyum lebar membuat alvaro cemberut, ratu drama sekali putrinya ini.


“benalkah mam?”


“iya sayang, jadi sekarang achel tidak perlu sedih lagi oke” ujar stella menoel hidung rachel sayang.


“papa ga usah ili sama achel, nanti achel dan mama akan membelikan papa satu” ujar rachel sambil mengedipkan sebelah matanya pada alvaro, sedangkan alvaro hanya geleng-geleng kepala saja.


“terserah kau saja sayang, ma dasi papa mana?” tanya alvaro membuat perhatian stella teralihkan.


“sayang kau pakai sepatumu lalu turun untuk sarapan ya” ujar stella membuat rachel menganggukan kepalanya lucu.


“mam, pa, achel kebawah duluan ya.” Ujar rachel ketika sudah memakai sepatunya, rachel memang memakai sepatunya tapi talinya tidak ia ikat baik alvaro maupun stella tidak ada yang menyadari itu.


“iya sayang” jawab stella lalu memasangkan dasi untuk alvaro.


Cup,


Alvaro mencium gemas bibir istrinya, bibir stella sudah seperti candu baginya. Alvaro mendekatkan diri lagi agar ia bisa leluasa mencium bibir istrinya.


“PAPA!” teriak rachel membuat mau tidak mau alvaro menghentikan rencananya.


“rachel kenapa pa?” tanya stella tapi tidak ada jawaban dari alvaro karena alvaro langsung berlari keluar untuk melihat ada apa dengan rachel sehingga putri kecilnya berteriak kencang.


Alvaro menghela nafas ketika melihat rachel terduduk dengan memegang lututnya, alvaro berjongkok didepan rachel lalu mengikatkan tali sepatu rachel dengan benar.


“sepatu mu kan banya sayang, kenapa memakai yang bertali kalau kau tidak bisa mengikatnya?” tanya alvaro membuat rachel mengedip\=ngedipkan matanya, ia bersiap akan menangis sekarang.


“tidak apa-apa terjatuh dan luka sayang, terkadang kita harus terluka dulu baru bisa berhasil. Kau putri kesayangan papakan jadi tidak boleh menangis karena luka kecil oke”


“tidak janji papa, sekalang saja achel sudah mau menangis” rachel menjawab membuat stella langsung menghampiri suami dan putrinya. Alvaro meletakan tangannya diatas kepala, putrinya ini memang sesuatu.


Stella meniup luka memar dilutut rachel dengan lembut,


“mama sudah meletakan matra jadi ini tidak akan sakit lagi.” Ujar stella lembut dan membuat senyum rachel mengembang.


“masih sakit tapi sedikit, terima kasih mama” ujar rachel mencium kedua pipi stella.


“papa?”


“muahhh”


Rachel juga mencium kedua pipi alvaro, dan itu membuat alvaro tersenyum senang.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....