Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 104



Bab 104


2 bulan sudah berlalu, dan kandungan stella sudah menginjak bulan yang ketiga. Stella meminta untuk tinggal bersama bundanya dan alvaro mengizinkanya. Maria, wanita itu juga tidak bisa melarang keinginan stella.


Dan seminggu lagi acara pernikah velle dan nathan akan dilaksanakan sehingga membuat banyak orang sibuk termasuk bunga.


Dua bulan berlalu dan penyakit stella semakin parah, stella tidak pernah menampakan dirinya sekarat karena ia tidak mau membuat kebahagian orang-orang yang ia cintai teralih pada dirinya.


Dada bunga selama dua belakangnya ini sangat sesak, ia tidak bisa bernafas dengan benar karena ketika ia memeriksa keadaan putrinya, stella mereka semakin sekarat.


Sama seperti malam malam yang lalu, stella bangun ketika alvaro sudah tidur. Ia menghidupkan air dan ia menangis disana. Ia merasa kepalanya akan segera pecah, stella mengeluarkan semua kesakitannya pada malam hari agar tidak ada yang melihatnya. Stelal tidak mau ada yang khawatir pada kesehatannya yang semakin hari semakin buruk.


Sementara didepan pintu kamar mandi alvaro duduk membelakangi pintu, ia ikut menangis atas apa yang istrinya rasakan.


Alvaro bangun setiap malam karena ia mengetahui istrinya didalam sana menahan kesakitan seorang diri, tapi stella tidak mengetahuinya mangkanya alvaro tidak masuk kedalam untuk membantu stella walaupun tidak bisa membantu apa-apa setidaknya alvaro menemani istrinya yang sedang sangat kesakitan. Tapi tidak, karena istrinya tidak mau itu, stella sudah mencoba untuk tidak membagi kesakitannya pada orang lain termasuk alvaro.


Stella mematikan air ketika kepalanya tidak terlalu pusing lagi, alvaro yang mengatahui itu langsung cepat-cepat kembali pada posisi awalnya.


Stella mengambil selimutnya lalu tidur dengan memeluk alvaro, alvaro menghela nafas. ‘kenapa wanitanya begitu menderita? Tidak bisa kah penderitaannya alvaro yang menanggung?’


Paginya alvaro seolah-olah tidak mengetahui apa yang terjadi malam tadi,


“Selamat pagi sayang” sapa alvaro mencium bibir stella,


“pagi sayang” balas stella mengembangkan senyumnya,


“ayo sarapan bersama” ajak alvaro membuat stella menganggukan kepalanya,


“pagi al, pagi sayang” sapa bunga membantu pelayannya menyiapkan sarapan


“pagi bun” balas stella dan alvaro bersamaan,


“ayah mana bun?” tanya stella ketika tidak menemukan ayahnya dimeja makan,


“sudah pergi pagi tadi, ada rapat penting” jawab bunga menganggukan kepalanya mengerti,


“kak velle?”


“bunda kan ada stella bun,”


“kau benar sayang” ujar bunga mengedipkan sebelah matanya,


“ayo sarapan” ujar bunga,


Setelah sarapan stella mengantar alvaro sampai depan pintu,


“aku berangkat sayang” pamit alvaro mencium kening stella,


“hm, hati-hati” jawab stella mengembangkan senyum cerahnya, pagi ini stella sengaja menggunakan banyak lipsblam karena bibirnya pucat dan alvaro menegtahui itu.


Setelah mobil alvaro hilang, stella masuk menemui bunga.


“bun,” panggil stella,


“bunda tau, jus tomatkan?” jawab bunga membuat stella menganggukan kepalanya,


“bunda benar,”


“kau duduklah, bunda akan membuatkan untukmu”


“baik bunda”


Alvaro sudah sampai dikantor tapi ia kepikiran stella, ia takut akan terjadi sesuatu pada stella dan ia tidak disamping stella.


Alvaro sangat ketakutan, alvaro bahkan takut dengan hal-hal kecil yang terjadi pada istrinya. Belakangan ini stella sering mimisan dan itu membuat alvaro semakin tidak bisa berkosentrasi dalam bekerja.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....