
Bab 64
Stella dibawa kerumah sakit, para suster dan ikuti dokter mendorong bangsal stella membawanya kedalam ruang IGD.
Velle yang kebetulan sedang berbicara dengan salah satu wali pasiennya langsung terkejut melihat stella yang sudah berumuran darah, kakinya lemas ia bahkan tidak melanjutkan kalimatnya yang menggentung diudara.
“sebentar bu nanti kita lanjutkan kembali, saya ada urusan yang amat sangat penting” pamit velle membuat wali itu menganggukan kepalanya.
Velle menyusul para perawat yang membawa pergi adiknya,
Sementara itu bambam sedang menyiapkan resep untuk pasiennya yang alergi terhadap makanan.
“dok” panggil sekeretaris bambam dengan ragu karena bambam sedang bersama dengan pasien.
“katakan” jawab bambam mengambangkan senyumnya.
“nona stella kecelakaan, sekarang sedang ditangani oleh dokter kevin” ujar sekretaris bambam membuat bambam langsung berdiri dari duduknya.
“kau tolong, ambil alih ini sekarang” ujar bambam mengambil jas nya dan pergi ketempat dimana sekarang stella sedang ditangani. Bambam sangat khawatir pada stella sekarang, cukup membuat stella menderita dengan penyakitnnya jangan buat dia menderita lagi, batin bambam.
Velle memaksa masuk untuk memastikan sendiri kalau adiknya baik-baik saja, karena menunggu diluar tanpa kepastian apa-apa membuat nya ingin mati karena perasaan khawatir yang berlebihan.
“paman, tolong ajak aku kedalam” pinta velle ketika bambam menghampirinya.
“kau tunggu diluar, kabari orang tua mu. Paman aku masuk sendiri” jawab bambam masuk kedalam ruang IGD. Dalam kasus ini bambam bisa mengarahkan dokter kevin karena penyakit yang diderita stella agar tidak ada hal fatal yang mengakibatkan kematian.
Velle mengatur nafasnya, benar orang tuanya harus tahu tentang stella. Velle berusaha berjalan dengan benar keruang inap bundanya. Karena kakinya sangat lemas dan detak jantungnya begitu kuat.
Bunga mengembangkan senyumnya ketika dokter telah membiarkannya pulang, bram ikut tersenyum ketika melihat senyum bunga.
“ayo pulang” katanya membuat bungan dengan cepat menganggukan kepalanya.
“kau kenapa sayang?” tanya bram membantu velle berdiri.
“stella...dia...” ujar velle menangis, tadi ia bisa menahan air matanya tapi ketika melihat kedua orang tuanya ia jadi menangis.
“stella kenapa?” tanya bunga khawatir, perasaannya menjadi tidak enak sekarang.
“dia...hiks,...di..”
“katakan dengan benar ada apa dengan stella!” ujar bunga memegang kedua bahu velle.
“bun, sabar.” Ujar bram mencoba menenangkan tapi bunga malah jadi tambah tidak tenang,
“stella sekarang berada di IDG” ujar velle membuat badan bunga melemas, ia hampir terjatuh jika bram tidak menariknya dengan cepat.
“kenapa..kenapa putriku bisa berada di IGD?” tanya nya entah pada siapa.
“velle tidak tau bun, dokter kelvin dibantu paman bambam sekarang sedang melakukan operasi” jawab velle membuat dengan kasar bunga menghapus air matanya.
“tunjukan dimana stella, bunda mau kesana” kata bunga membuat velle menganggukan kepala dan membawa kedua orang tuanya kedepan ruang IGD dimana sekaranh stella berada.
Bram memperhatikan bunga, walaupun bunga tau stella bukan putrinya tapi bunga begitu menyanyangi stella. Kasih sayang bunga memang tidak terlihat namun jika diperhatikan dengan betul maka kasih sayang itu tampak nyata. Bunga benar-benar menyanyangi stella dengan tulus, bahkan bunga menganggap stella sebagai putrinya sendiri.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....