Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 114



Bab 114


“aku ada permintaan untukmu” ujar stella mengeluarkan jurusnya dan menatap alvaro dalam, didepan televisi bunga dan maria menahan tawanya.


“apa itu sayang?”jawab alvaro mengerutkan keningnya,


“tapi aku takut kau tidak mau menurutinya,”ujar stella manja sambil memegang kancing baju alvaro,


“aku pasti menurutinya sayang, katakan saja” ujar alvaro menatap stella dengan penuh cinta,


“benar?”


“iya benar sayang” jawab alvaro yakin,


“tidak akan menyesal,?”


“tidak akan” jawab alvaro menganggukan kepalanya,


“baiklah, kau tunggu sebentar ya. Kau bisa duduk bersama mami dan bunda” ujar stella masuk kedalam kamar mengambil peralatan yang sudah ia siapakan untuk alvaro, sementara stella masuk kedalam kamar alvaro duduk didepan bunga dan maria.


“stella kenapa mi, bun?” tanya alvaro membuat kedua nya menggelengkan kepala kompak,


“kami tidak tau, dari tadi mami dan bunga menonton televisi” jawab maria membuat bunga menganggukan kepala,


Alvaro mengangkat kedua bahunya lalu menyingsingkan lengan kemejanya sampai siku, lalu melepaskan sepatu kerjanya,


Tak lama kemudian stella muncul dengan pernak-pernik serba pink yang dibawa oleh istrinya, sekarang alvaro mengerti kenapa tadi firasatnya tidak mengingikan nya pulang, ternyata ini.


“Aku sudah menyiapakannya untukumu, kau harus memakai ini untukku dan anakmu” ujar stella sambil mengelus perut buncitnya dan memberikan pakaian serba pinknya pada alvaro.. alvaro menatap stella dengan memelas, haruskah ia memakai ini semuanya?


“sayang?” ujar alvaro memelas membuat stella menatap alvaro berkaca-kaca, sudah cukup alvaro tidak ingin istrinya menangis.


Setelah alvaro masuk kamar stella, maria, dan bunga melakukan highfive bersama. Mereka sangat senang karena rencana mereka berjalan dengan lancar.


Alvaro keluar denga piyama pink, sendal bulu pink serta bando pink yang sangat mencolok, yang langsung memancing tawa ketiga nya pecah. Dan seketika itu rasa kesal alvaro hilang karena melihat tawa stella, istrinya yang tanpa beban itu. Alvaro ikut tersenyum, ia tidak masalah jika disuruh memakai piyama pink serta pernak pernik lainnya, asal ia bisa melihat tawa itu maka apapun akan alvaro lakukan.


“sudah puas tertawanya?” tanya alvaro membuat ketiganya kompak menggelengkan kepala membuat alvaro menggelengkan kepala mereka, mereka tetap melanjutkan tawa mereka.


“ada satu lagi” ujar stella berdiri memberikan catatan belanja pada alvaro,


“apa ini sayang?” tanya alvaro membuat stella tersenyum


“daftar belanjaan” jawab stella enteng,


“iya aku tau, lalu kenapa kau memberikan nya padaku?” tanya alvaro masih belum mengerti apa maksud dari stella,


“jadi mami dan bunda akan memasak makan malam, tapi bahannya banyak sekali yang kurang” jawab stella


“tunggu sebentar” ujar alvaro mengangkat tangannya diudara,


“jadi maksud mu sayang, kau ingin aku yang membeli semua bahan yang diperlukan. Itu tidak benarkan sayang” lanjut alvaro sambil menggelengkan kepalanya ia berharap itu tidak akan terjadi.


“kau benar sekali sayang, ah makin sayang saja padamu karena kau sangat genius” ujar stella tersenyum lalu mencium pipi alvaro,


“disini juga sayang” ujar alvaro menunjuk bibirnya, dengan senang hati stella melakukanya. Ia mencium sekilas bibir alvaro, membuat alvaro tersenyum puas,


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author. big love, Juwita💚


To be continue.....