Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 36



bab 36


“ada apa?” tanya danni ketika velle terus menatap clara. Velle menggelengkan kepala lalu tersenyum kearah danni.


“dia cantik” komentarnya membuat gantian danni yang menggelengkan kepalanya.


“kau lebih cantik sayang” ujarnya sambil mengedipkan sebelah matanya, velle tersenyum dibuatnya.


“sayang, sebentar aku ingin bicara dengan kakek” pamit danni membuat velle menganggukan kepalanya.


Velle menghampiri alvaro yang sedang minum sendirian, ia menantikan ini clara pergi dari alvaro barang sebentar saja karena ia ingin sekali berbicara dengan alvaro.


“ah, bagaimana ini seorang alvaro memiliki tunangan, lalu bagaimana dengan adiku? Apakah adikku akan dimadu? Atau apa clara ingin menjadi madu?” ujar velle membuat alvaro menggeretakan giginya, tangan kananya sudah terkepal.


“jangan coba membuka mulutmu!” ujar alvaro menekan suaranya.


“kau mengancamku? Ups, aku takut sekali” ejek velle berpura-pura takut.


“coba saja kalau kau berani, aku akan memberi kejutan terhadap perusahaan ayahmu!” ujar alvaro, ia tidak main-main siapa yang berani membuatnya merasa tidak nyaman maka orang itu akan hilang.


Alvaro meningalkan velle sendiri dan sekarang gantian velle yang merasa kesal. Kalau saja bukan perusahaan ayahnya yang menjadi ancamannya velle akan membenerkan semuanya. Biar hilang sudah, clara pergi dan adiknya juga meninggalkannya. Tunggu saja velle akan membalas semuanya setelah menikah dengan danni.


“sayang mau kemana?” tanya maria ketika melihat alvaro akan keluar rumah.


“kekantor mi, ada pekerjaan mendadak dan itu penting” jawab alvaro lalu memeluk maria.


“kerja, selalu kerja kapan kau akan meluangkan waktumu untuk mami sayang” ujar maria menepuk sayang pundak alvaro.


“maafkan aku mam, pekerjaan ini tidak bisa aku tinggalkan” ujar alvaro tampak menyesal.


“baik, baiklah. Pergi saja eh tapi bagaimana dengan clara?” tanya maria membuat alvaro sadar bahwa disini juga ada clara.


“nanti kalau pekerjaan alvaro cepat selesai, aku akan menjemutnya mam”


“bagus, pergilah. Kau hati-hati jangan mengebut”


“varo kemana mam?” tanya clara ketika melihat mobil alvaro melaju pergi.


“kekantor ada pekerjaan penting, ayo kita masuk lagi sayang” ajak maria membuat clara menganggukan kepalanya. Dikepalanya masih memikirkan kenapa alvaro pergi dengan alasan pekerjaan? Bukannya alvaro tidak ada pekerjaan lagi.


Untuk memastikan clara menelpon sekretaris alvaro, entahlah firasat nya tidak enak.


“kau dimana?? Apa alvaro ada pekerjaan jam segini?” tanya clara setelah panggilannya tersambung.


“saya dirumah, pak alvaro tidak ada pekerjaan karena pekerjaan nya sudah selesai tadi sore”


Tut


Clara memutuskan panggilan begitu saja, alvaro berbohong padanya.. bagaimana bisa alvaronya yang tidak bisa berbohong padanya sekarang malah berbohong. Clara tidak bisa membiarkan ini, ia tidak bisa kehilangan alvaro. Tidak akan.


“sayang, ayo berkenalan dengan tunangan danni” ujar maria membuat clara langsung merubah ekspresinya menjadi tersenyum.


“iya mam,” jawabnya menghampiri maria, danni dan tungannnya danni, velle.


“dann, vee, ini clara tunangan varo”


“clara”


“velle, senang berkenalan denganmu”


“aku juga, selamat. Karena kalian sebentar lagi menikah”


“terima kasih” jawab velle sambil mengembangkan senyumnya.


Clara memang pantas mendapatkan penghargaan, velle sangat tau kalau clara saat ini sedang menahan kesalnya. Tapi kesal kenapa? Velle tidak peduli. Bagaimana velle bisa tau karena vella adalah dokter dan walaupun tidak mengambil spesalis psikolog tapi velle pernah memperlajari ekspresi ini, jadi ia tahu betul apa yang clara rasakan.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.