Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 98



Bab 98


Tengah malam stella merasakan kepalanya sangat pusing, ia memegang hidupnya dan ia mimisan. Stella berusaha bangun agar tidak membangun kan alvaro, dengan langkah yang amat lambat stella pergi kekamar mandi, ia membasuh hidungnya. Ini kali pertamanya benar-benar melupakan obatnya ah tidak tepatnya stella sama sekali tidak meminum obatnya. Ini lah akibat jika ia melupakan obatnya, stella dalam masalah besar. Tapi detik kemudian stella mengelus perut datarnya, ia harus kuat demi bayinya.


Setelah kepalanya sudah tidak terlalu pusing stella kembali tidur disamping alvaro, ia benar-benar membutuhkan tidur sekarang.


Paginya lagi-lagi perutnya tidak mau bersahabat dengannya, ia memuntah kan semuanya. Semalam bahkan stella tidak makan apa-apa dan sekarang ia memuntahkan semuanya.


Alvaro langsung bangun ketika mendengar stella muntah-muntah dikamar mandi, tanpa bicara apa-apa alvaro memijat belakang leher stella.


Stella menoleh kearah alvaro ketika ia sudah tidak mual lagi,


“terima kasih sayang” ujar stella tulus, alvaro mengaggukan kepala lalu merapikan rambut stella yang berantakan.


“aku mau ayam kecap” ujar stella yang langsung diangguki oleh alvaro,


“ayo kita keluar sayang, kau akan mendapatkannya segera”


Stella mengikuti alvaro, stella tidak ingin mandi hari ini karena air juga begitu dingin sekarang.


“sudah bangun?” tanya maria yang sedang menyiapakan sarapan


“mam, anu..” ujar alvaro jadi lupa kenapa ia kedapur,


“stella mau ayam kecap mam” ujar stella membuat alvaro menganggukan kepala, ia jadi ingat kenapa mereka kedapur. Maria tersenyum lalu menganggukan kepalanya.


“akan mami buatkan, kau duduklah dulu atau menonton. Tidak sampai setengah jam ayam kecapmu siap” ujar maria


Stella duduk dilantai ia sangat malas untuk berjalan sedikit saja kekursi makan yang jaraknya hanya tiga langkah saja.


“sayang kenapa duduk disini? Kotor, dingin. Ayo berdiri dan pindah” ujar alvaro cemas berjongkok didepan stella, stella menggelengkan kepalanya.


Maria yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng kepala melihat stella yang sedang dalam masa bermalas-malasan, dulu dirinya juga begitu ketika mengandung stella.


“ayo sayang berdiri, kau bisa masuk angin jika duduk dilantai” ujar alvaro frustasi sambil memegang kepalanya.


“gendong” ujar stella menghentangkan kedua tangannya, alvaro menganggguk lalu menggendong stella seperti mengendong bayi koala.


Stella tersenyum ketika alvaro mendudukanya dikursi,


“terima kasih”


“sama-sama sayang” jawab alvaro tersenyum cerah,


Yang dikatakan maria benar, tidak sampai 30 menit ia selesai memasak ayam kecap untuk stella.


“terima kasih mi” ujar stella lalu mulai melahap sarapan ayam kecapnya, ditengah makannya stella merasakan pusing dan itu berhasil membuat alvaro dan maria khawatir.


“sayang kau kenapa? Pusing?” tanya maria membuat stella mengangkat kepalanya dengan hati-hati lalu tersenyum


“tidak, hanya saja stella merasakan ada bawang putih didalam sini, stella jadi tidak berselera lagi” jawab stella, benar stella tidak bohon iya memang tidak sengaja menggigit bawang putih.


Maria meminta maaf karena tidak tau kalau stella juga tidak menyukai bawang putih sama dengan bram,


“tidak apa-apa mi, mami tidak perlu minta maaf karena mami memang tidak salah” jawab stella lalu minum satu gelas penuh menghilang kan bau bawang putih dari mulutnya.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....