Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 31



Bab 31


Ketiga wanita cantik sedang menunggu day keluar dari kamar, tiga wanita itu tidak lain dan tidak bukan adalah stella, nadai, dan june. Mereka bertiga sudah tidak sadar melihat penampilan day.


Day keluar dari kamar dengan ragu, tawa ketiga wanita itu hampir pecah ketika melihat penampilan day. Stella bahkan menutup mulutnya agar tawanya tidak keluar. Day yang ditatap seperti itu langsung menurunkan sedikit roknya, namun gagal.


Ah, ini sangat memalukan day mengutuk dirinya sendiri. Dosa dimasa lalu apa yang ia lakukan, sehingga ia begini sekarang’


Pakaian sexy yang dikenakan day sekarang sama sekali tidak cocok dengan pria itu, lihatlah kaki berbulunya dibadukan dengan rok mini. Tawa stella bahkan menggelegar memenuhi seisi ruangan, bagaimana stella bisa menahan tawanya ketika melihat ada benjolan yang begitu nyata yang ditutupi rok mini itu. Day yang sadar langsung menutupi ‘itu’ nya dengan kedua tangannya.


“apa lagi?” tanya day membuat june langsung berdiri dan menghidupkan lagi ‘kill this love, blackpink’


“menarilah, baby sangat ingin melihatnya”


Day menari secara acak dan itu berhasil membuat mereka tertawa hingga terpingkal-pingkal.


Stella memegangi kepalanya yang begitu pusing, ia bahkan tidak bisa mendengar suara musik yang distel dengan volume kencang. Pandangannya juga kabur dan darah segar meluncur begitu saja dari hidungnya, stella butuh obatnya sekarang.


“obat..tolong..” ujar stella, awalnya semua tidak ada yang sadar. Nadia yang tau lebih dulu karena ia tidak mendengar tawa dari stella.


“MATIKAN MUSIKNYA!” teriak nadia membuat day langsung mematikan musiknya.


“kenapa mam?” tanya june


“ob..obatt..” ujar stella kesusahan membuat nadia bertambah khawatir.


“DAY, TAS STELLA CEPAT!” dengan cepat day langsung memberikan obatnya pada stella, stella belum meminum obatnya karena keburu pingsan.


“STELLA!” teriak day


“rumah sakit, sekarang!”


Day tidak bisa mendengar apa yang dikatakan ibu dan juga june. Ia langsung menggendong stella dan membawanya kerumah sakit, day bahkan meninggalkan nadia dan juga june yang lebih parah adalah day belum mengganti pakaiannya.


“kita pergi berdua saja, ah ya. June tolong baju ganti day. Anak itu bahkan lupa mengganti bajunya” ujar nadia membuat nadia menganggukan kepalanya.


“day tidak tau ma, argg kenapa para dokter itu lama sekali memeriksa stella” ujar day frustasi


“day, ganti pakaianmu” ujar june memberikan pakaian ganti pada day, day menggelengkan kepalanya sebelum ia mendapat kabar dari dokter ia tidak akan mengganti pakaiannya.


Nadia membawa day untuk duduk begitu juga june, nadia menenangkan putranya. Ia khawatir tapi kekhawatiran day lebih dari pada dirinya.


Tak lama kemudian dokter keluar membuat day dan nadia langsung menghampiri dokter


.


“bagaimana keadaanya dok?”


“ada kabar baik dan kabar buruk menyangkut pasien”


“katakan” ujar day


“kabar baiknya pasien masih bisa bernafas, terlambat sedikit saja pasien akan meninggal”


“apa maksud dokter?” tanya day mencekik kerah dokter membuat dokter itu termundur.


“day, lepaskan” ujar nadia lembut, perlahan day melepaskan cengkramannya.


“lalu apa kabar buruknya?”


“kabar buruknya, pasien tidak akan sembuh. Melakukan operasi pun tidak membantu sama sekali”


“jangan main-main dok, saya bisa saja membuat anda menyesal dengan kata-kata anda”


“apa yang saya katakan benar, pasien mengidap...”


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.